puisi tidak seperti jazz

jadi, kalau ada sesuatu yang tidak baru setelah tahun 2000, itu adalah kritik dan kritikus itu sendiri. waktu aku beli buku kumpulan puisi kompas hijau kelon & puisi 2002 (baru tahun ini, 2007, di toko buku jose rizal di tim) dan membaca esei-esei calz di situ aku sempat terkejut, hey, dia tidak menyebutkan heidegger/habermas/kundera diContinue reading “puisi tidak seperti jazz”

apakah aku berada di mars atau mereka mengundang orang mars?

pergi ke rak sastra di gramedia. apa yang kau jumpai di sana? novel, puisi, novel, cerpen, puisi. kalau inilah ‘sastra indonesia’, rasanya tiga rak memang sudah cukup. hahaha. bagaimana dengan lirik lagu? catatan perjalanan? esei yang bukan tentang pramoedya? resensi film? ‘walau kamu / tak semancung / gunung-gunung / di belahan bumi pertiwi / uuuContinue reading “apakah aku berada di mars atau mereka mengundang orang mars?”

art has always been a matter for the real few

and by that i mean the stinking rich. sekilas saja, selain blog yang bisa dibuat siapa saja yang ahli IT kantornya tidak terlalu reseh, mungkin satu-satunya hal yang mungkin baru, paling tidak jadi lebih banyak bisa dilihat di rak-rak aksara dan qb (rip), seperti pernah aku singgung di posting sebelumnya, adalah buku-buku indonesia, entah pengarangnyaContinue reading “art has always been a matter for the real few”

copyleft*

seperti ini misalnya: Monday, July 02, 2007 memulung Interesting Times Last updated less than one minute ago —>learnedly and single-handedly transforming the map of Anglo-American poetry Make me popular! is a leitmotif “Till death do us part.” Total bullshit. “We’ll be together forever.” Fuck you! Bungaaaa is in your overextended network ’nuair dh’ēireas mi’s tuContinue reading “copyleft*”

yohurt

hellohurt if i stare at the computer screen for a very, very long time say, all night would your name suddenly pop up in the morning and suppose it does would a simple “hello” hurt? posted by holiday_sendiri @ 2/26/2007 05:43:00 AM 4 comments baiklah, aku akan mulai dengan ini saja dulu hols. mungkin karenaContinue reading “yohurt”

let’s all meet up in the year 2000

jadi pertanyaan mereka pertama, hols, adalah apa ada yang baru dalam sastra indonesia setelah tahun 2000? aku bayangkan bakal ada 121 esei yang akan bilang: sastra saiber. tak usahlah kita permasalahkan kenapa mereka harus pakai kata menjijikkan itu, saiber, yang jelas aku bisa jamin 119 di antara mereka akan ngomong tentang bumimanusia, bungamatahari, dan blog.Continue reading “let’s all meet up in the year 2000”

Purnama di Bukit Langit

Bunga rampai Purnama di Bukit Langit Zhou Fuyuan ini bukan bunga rampai puisi Tiongkok klasik yang pertama di Indonesia. Tahun 1949, Balai Pustaka pernah menerbitkan Himpunan Sajak Tionghoa susunan Mundingsari (harga f 1,60) yang berisi 39 sajak. Tahun 1962 (atau 1963?) sebuah badan bernama Komite Perdamaian Indonesia telah pula menerbitkan buku kecil berjudul Tu FuContinue reading “Purnama di Bukit Langit”

Keyakinan Tidak Perlu Bukti

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20: 29.) Larutan Senja Ratih Kumala Gramedia Pustaka Utama 2006 Rp 30.000 Ada kecenderungan nihilistis dalam tulisan-tulisan Ratih Kumala. Tabula Rasanya diisi penuh karakter-karakter yang gagal hidupnya: drug addicts, dosen yang satu cintanya mati satunya lagi tak berbalas, lesbian yang wanita pujaannya (salah satu drug addicts tadi)Continue reading “Keyakinan Tidak Perlu Bukti”

THE ART OF FICTION NO. 69 LO!

The Paris Review man came carrying an Olympus Digital Voice Recorder, the WS-320M. That’s the one that’s also a USB dongle, you press the Release button on its back and the battery will detach like a used launch rocket from a spaceship and reveal the rectangular USB plug with the two square holes on itContinue reading “THE ART OF FICTION NO. 69 LO!”