going against the grain

of my own happiness not feeling A but saying B to please X and my own fatamorgana of heaven as it is on earth yr crooked middle finger love handles jutting out of yr bargain-basement mondays i luv yr thick ankles and the way u kept talking with indomie goreng hanging off the corner ofContinue reading “going against the grain”

god’s emulsion

suatu sore ia berbelanja di carrefour dan mendorong trolley dengan sesuatu yang menggantung di dadanya. ia lama menimbang-nimbang mana yang lebih ekonomis apakah mamy poko isi 44 dengan harga 82 ribu sekian sekian atau isi 66 dengan harga 122 ribu sekian sekian. ia tidak pernah pintar matematika. menurut perhitungannya dunia ini kurang besar untuk melarikanContinue reading “god’s emulsion”

Pembacaan terlalu dekat

PERENANG BUTAoleh Nirwan Dewanto (ie, God #2) Sepuluh atau seribu depake depan sana, terang semata.Dan arus yang membimbingnyaseperti sobekan pada jubah tanjung yang dicurinya.Tak beda ubur-ubur atau daramendekat ke punggungnyayang tumbuh sekaligus memaroleh kuas gerimis akhir Mei.Ia seperti hendak kembalike arah teluk, di mana putih layarpastilah iri pada bola matanya.Tapi ia hanya berhenti, berhentidi tengah,Continue reading “Pembacaan terlalu dekat”

art has always been a matter for the real few

and by that i mean the stinking rich. sekilas saja, selain blog yang bisa dibuat siapa saja yang ahli IT kantornya tidak terlalu reseh, mungkin satu-satunya hal yang mungkin baru, paling tidak jadi lebih banyak bisa dilihat di rak-rak aksara dan qb (rip), seperti pernah aku singgung di posting sebelumnya, adalah buku-buku indonesia, entah pengarangnyaContinue reading “art has always been a matter for the real few”