Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih

oleh Theodora Sarah Abigail diterjemahkan oleh Mikael Johani Penulis Indonesia sudah lama diwakili makelar-makelar kulit putih di panggung internasional. Masalahnya, apakah sebenarnya kita perlu mereka? Banyak orang asing menyimpan gambaran di dalam kepala tentang Indonesia yang primitif, penuh kampung kumuh, sungai-sungai kotor dan gunungan sampah. Jikapun mereka punya bayangan baik tentang Indonesia, paling terbatas gubukContinue reading “Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih”

Kebaya or bolero: which one is more English? 

Kebaya or bolero: which one is more English? investigates – after Said – the “configurations of power” between an Indonesian editor and his (American) English translator, and the effects their struggle for power had on the voice of the original author. Keywords: bowdlerization, commercialism, editing, Indonesian, mistranslation, orientalism. Cet article, intitulé « Kebaya ou Bolero:Continue reading “Kebaya or bolero: which one is more English? “

Stop asking is this puisi, no one’s interested in your answer

Ditulis untuk Kongkow Jawara Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta 14 Desember 2016 Sebuah sayembara puisi hanyalah een rimpeltje in de oceaan, a ripple in the ocean, sebuah riak di tengah samudra usaha kanonisasi Puisi Indonesia, proses yang tak bosan-bosannya berlangsung sejak skena Pujangga Lama sampai sekarang skena Pujangga Hallmark. TermasukContinue reading “Stop asking is this puisi, no one’s interested in your answer”

ABC of Saut Situmorang

Aneh bahwa belum pernah ada review yang benar-benar membahas tentang buku kumpulan puisi Saut Situmorang yang diterbitkan tahun 2007, “otobiografi: kumpulan puisi 1987-2007” (o-nya memang sengaja kecil), selain review almarhum Asep Sambodja yang juga pernah dibawakan dalam diskusi tentang buku ini di acara Meja Budaya asuhan Martin Aleida di PDS H.B. Jassin di TIM pada tahun 2009. Padahal biasanyaContinue reading “ABC of Saut Situmorang”

Kebun Binatang (Postcards From The Zoo)

oleh Edwin Kebun Binatang adalah kombo/portmanteau menakjubkan dari berbagai macam fairy tales, fabel Alkitab, cerita legenda, realisme magis Apichatpongian, dan entah apa lagi. Itu baru plotnya. Film dimulai dengan seorang anak perempuan balita mencari-cari bapaknya di sebuah hutan yang kita tahu dari berbagai blurbs tentang film ini, adalah Kebun Binatang Ragunan. Apakah anak perempuan ini seorang Jane masa depan/Mowgliwati/Georgina ofContinue reading “Kebun Binatang (Postcards From The Zoo)”

Buta Kala

Siapkan telingamu, untuk tangis iriku usai film ini, bisikku padamu. Dan layarpun sudah lama dibuka, dan kotak putih di dinding berubah berwarna. Bising yang mendengung di telinga, seorang polisi berparas Sparta. Jika semua orang bersalah, untuk apa jijik pada darah? Dia Eros, semua orang adalah Erastes, apakah kau sepakat tentang itu? Dia Janus, dewa bermukaContinue reading “Buta Kala”

VAKANSI YANG PAS

Vakansi Yang Janggal Dan Penyakit Lainnya karya Yosep Anggi Noen mungkin sebuah road movie tentang perjalanan dua hari dua malam mungkin lebih mungkin kurang dari Yogya ke Temanggung lanjut ke Wonosobo kemudian naik ke Dieng, atau mungkin juga sebuah cerita Groundhog Day tentang perjalanan berkali-kali ke tempat-tempat di atas tadi, sebuah observasi sosiologis dan atauContinue reading “VAKANSI YANG PAS”

TEMPO DOELOE

A collection of tempo doeloe-era short stories edited by Pramoedya Ananta Toer. In Melayu Pasar not Indonesian, presented in original Van Ophuijsen spelling.  It reads like a cerita silat anthology with local characters. Full of penyamoen, boedak, fat sopi-drinkin Kandjeng Toean, baba-baba Tjina, cowardly politie, et al. Settings are surprisingly more Batavia coret than downtown:Continue reading “TEMPO DOELOE”