copyleft*

seperti ini misalnya:

Monday, July 02, 2007

memulung

Interesting Times Last updated less than one minute ago

—>learnedly and single-handedly transforming the map
of Anglo-American poetry

Make me popular! is a leitmotif

“Till death do us part.” Total bullshit.

“We’ll be together forever.” Fuck you!

Bungaaaa is in your overextended network

’nuair dh’ēireas mi’s tu gheobh a chiad sgailc*

Write when you feel moved to, in response to some inner necessity,
or
attempt to force your talent
never
let it develop at its own pace

‘when I rise up it is thou who wilt get the first slap or blow’**

*We suggest that you try clearing your internet history, cookies, and temporary files, including offline content.

**ta to sinds 4 da scribefiah magik

Powered by ScribeFire.

posted by lo! @ 9:11 AM 1 comments

kau tahu, tapi dewan juri pasti tidak tahu jadi lebih baik kuumumkan dahulu, ini dari blog-ku sendiri (satu dari entah berapa lagi). sayang setelah di-copypaste ke writeroom, foto yang ada di antara ‘”we’ll be together …”‘ dan ‘bungaaaa is in your …’ jadi hilang, tapi mungkin ini bisa jadi contoh bagus tentang teknologi yang membantu.

posting ini kubuat seluruhnya dengan scribefire, semacam widget yang bisa dijadikan plug-in di browser firefox dan muncul dengan ikon halaman buku tulis dan pena di sudut kanan bawah yang kalau diklik akan menyerobot sepertiga browser itu—di bagian bawahnya—untuk sebuah kotak kosong dan serangkaian tombol-tombol. di bagian atasnya kau masih bisa browsing seperti biasa. sekarang kalau kau menemukan sesuatu yang menarik, daripada copypaste ke word atau textedit yang memerlukan terlalu banyak klik, atau memencet kombinasi tombol untuk screenshot yang aku selalu lupa, kau tinggal klik bagian yang kau sukai dan seret saja ke kotak kosong tadi. setelah itu kau bisa menambahi komentar, kata pengantar, stabilo, apapun, kemudian mengirimkannya langsung ke blogmu, tak perlu lagi log in dulu ke server blog.

kelihatannya widget ini didesain untuk blogger amerika yang lebih sering memuat berita, atau lebih banyak lagi opini tentang berita, berebut menjadi satu lagi citizen dalam citizen journalism. berbeda dengan blog indonesia yang jauh lebih banyak berisi catatan harian yang disembunyikan sebagai puisi, puisi yang disembunyikan sebagai catatan harian, riwayat hidup yang disamarkan sebagai cerpen, cerpen yang menyaru menjadi biografi, etc, etc.

menurutku aneh bahwa banyak blogger indonesia akan menulis tentang hal-hal yang sangat personal (atau paling tidak something that might get them into trouble) seperti aborsi, atau bos yang a total freak, atau kakak yang menyebalkan, tapi mereka tetap akan menyembunyikan hal yang remeh-temeh, seperti kota tempat mereka tinggal, perusahaan yang dipimpin bos tadi, suburb mana di kota yang sudah bisa ditebak juga pasti jakarta itu, nama mal/club/cafe yang mereka kunjungi, etc, etc.

ada banyak kemungkinan kenapa ini terjadi, kenapa blogger di dunia lain sibuk membuka rahasia orang lain sementara blogger kita sibuk membuka rahasia sendiri tapi juga menciptakan rahasia-rahasia baru. tapi mungkin kenapa-nya tidak begitu penting dibahas di esei ini, lebih penting apa-nya. walaupun ada satu kenapa-nya yang relevan kelihatannya, menurutku, dan aku berpikir ini karena ini yang kurasakan setiap kali membaca blog yang diceceri white lies seperti itu, rahasia-rahasia kecil itu membuat pembaca jadi penasaran. dan ini membuat pembaca mengunjungi blog itu lagi dan lagi dan lagi. setelah beberapa kali, dan setelah meng-google nama penulis blog itu, kalau memang namanya asli, biasanya kita bisa mendapat gambaran kira-kira orang ini siapa, dunianya seperti apa, kerjanya di ad agency mana, lebih suka casa atau oh la la, stadium atau embassy, etc, etc. kadang-kadang cyberstalking seperti ini jadi lebih penting daripada membaca entri blog si penulisnya. itulah makanya aku bilang kemajuan teknologi informasi ini mungkin lebih banyak mempengaruhi kebiasaan membaca daripada menulis, tapi masalah ini nanti sajalah. ada satu hal yang tak dapat diingkari: unsur biografi memang penting dalam sebuah blog.

tapi bukan hanya untuk memenuhi hasrat voyeuristis kita. bukan hanya. sebuah entri blog, seperti banyak entri di blogmu, bisa cukup kuat untuk berdiri sendiri, dinikmati tanpa harus disangga backstory biografimu, atau entri-entri yang lain. kalau kau hanya pernah posting satu kali, yang ini misalnya—

Saturday, June 23, 2007
22.6.2007

jam 8.30 pagi saya keluar rumah. ada kucing berukuran sangat kecil yang takut-takut mau menyeberang jalan. tangan kanan saya penuh dengan dua tas. jadi saya gendong kucing dengan satu tangan. kucing muat dalam telapak tangan kiri. lalu saya beri susu di luar pagar. lalu saya berpikir everything can go wrong today but i’m gonna have my own cat. it will love me back. lalu saya senyum-senyum sepanjang jalan membayangkan saya akan punya kucing lagi. waktu kecil kucing saya pernah mencapai tiga belas ekor. tapi saya ibu yang jahat. lalu saya tidak boleh punya kucing lagi. jadi ketika sudah besar saya hanya berpikir bahwa saya punya kucing. tiga jam kemudian kakak saya menyapa lewat yahoo messenger. katanya kucing itu terjepit, tergilas pagar. jadinya kucing itu sekarat lalu dibuang. i killed a cat i thought i saved. rasanya tidak enak sekali. malamnya saya pergi karena harus. saya makan kerak telor, soto betawi, nasi biryani, kentang berbumbu, puding coklat. lalu saya dan teman membeli bando tanduk setan yang bisa menyala karena ada baterainya. kami pakai sepanjang jalan sambil bicara tentang perceraian. lalu kami naik bajay dan di kaca saya melihat dua pasang tanduk merah menyala. lalu kami makan mi jawa. lalu saya melihat ibu kucing dan rasa tidak enak itu muncul lagi. lalu saya pulang dan langsung menyalakan komputer. ada pesan dari kakak saya bahwa saya bisa membeli kucing bagus di manggarai. teman saya yang menginap juga menyarankan itu. tapi-jangan ketawa-saya pikir makhluk hidup dan mungkin juga cinta tidak bisa dibeli. lalu saya menulis beberapa e-mail supaya saya dikirimi e-mail. lalu saya membaca ini. saya sempat terganggu dengan kejujurannya. but no it doesn’t make me love her less. lalu saya menulis i love you all the same di status yahoo messenger. tapi saya salah. perhaps i love you even more.

posted by holiday_sendiri @ 6/23/2007 03:21:00 PM 0 comments

—blog-mu akan tetap berarti. tapi kenapa kamu lagi? bisa juga sih aku mengutip yang ini:

Friday, March 24, 2006

Pasar Saliwangi

Park your bike just outside the market. You will meet a man who single-handedly runs the small parking lot with high efficiency. Later when you want to leave, just give him your keys. He will ask you which direction you want to go to and proceed to get your bike out and arrange it accordingly.

posted by eko at 1:28 PM

buatku eko, siapapun dia, lebih menarik daripada pico iyer. kemarin dulu lampion sastra bikin hajatan travel literature, kenapa tidak mengikutkan ini? bahasa inggrisnya tidak seidiomatik kamu. that ‘with high efficiency’ in paragraph one sounds a bit indonglish to me. tapi ini satu hal lagi yang menarik, mungkin salah satu efek ‘globalisasi’ yang ditanyakan oleh dewan juri itu adalah suatu saat nanti, mungkin tidak selama yang kita bayangkan, indonesia akan punya patois inggrisnya sendiri, seperti karibia, india, singapura. inglish? indonglish? mungkin akan penuh dengan governmentspeak seperti ‘with high efficiency’ tadi, tapi menarik melihat sampai segawat apa kita bisa mematahkan tulang belakang bahasa yang diam-diam begitu sensitif dengan kemurniannya itu. apa suatu saat hollywood akan membuat film yang meledek indonglish kita seperti yang mereka lakukan kepada afringlish dengan lord of war?

tapi ada poinku kenapa aku memakai satu lagi contoh dari blogmu. kali ini memakai bahasa indonesia, dan berbentuk seperti sebuah catatan harian. pertama kali membacanya aku tidak tahu kenapa aku sangat tersentuh, aku cuma tahu aku sangat suka dengan kalimat itu, ‘lalu kami naik bajay dan di kaca saya melihat dua pasang tanduk merah menyala,’ kemudian aku sadar bahwa semua rasa bersalah, rasa jahat telah membunuh kucing yang kau kira kau selamatkan tadi, rasa bersalah terganggu dengan kejujuran blog yang kau baca itu (yang kelihatannya—ingat aku juga blogstalker yang handal—kakakmu sendiri), tidak pernah kau ceritakan panjang lebar kepadaku. tapi dari satu kalimat tadi aku sudah tahu semuanya. kau merasa begitu berdosanya, kau pikir dirimu sendirilah sang setan!

dan kalau dewan juri sempat membaca entri-entri blogmu yang lain mereka akan menemukan bentuk-bentuk lain, surat berseri, travelogue, potongan chat, mini play, reportase, penggalan teka-teki silang, etc, etc. jadi, apa bedanya blog-mu dengan kotak yang menyimpan oeuvre fernando pessoa dengan segala macam pseudonym-nya?

apakah setiap karya itu milik masing-masing pseudonym-nya atau sebuah bios yang kebetulan bernama fernando pessoa itu? apakah setiap entri blogmu ditulis oleh holiday_sendiri atau dirimu yang sebenarnya, siapapun itu? biografi siapakah yang tersimpan di kotak itu, fernando pessoa atau pseudonym-pseudonym-nya, di blogmu, holiday_sendiri atau kau sendiri?

itulah kenapa aku pikir unsur biografi itu bisa jadi menarik buat pembaca blog. kalau pembaca mau, ia bisa menggabungkan semua posting dalam sebuah blog seperti milikmu dan menganggapnya seperti sebuah volume collected poems/stories/works dan menilaimu dari totalitas itu. atau tetap hanya memilih beberapa yang dia suka dan menyimpan mereka di notes scribefire-nya. jadi semacam selected works pilihan dia sendiri. pembaca tidak dipaksa membeli buku berisi tulisan-tulisan pilihanmu atau editormu, satu lagi revolusi buat pembaca bukan?

aku jadi hampir lupa dengan tulisan scribefire-ku sendiri yang mengawali posting ini. aku cenderung setuju dengan apa yang berkali-kali dikatakan sutardji (sampai hampir bosan membacanya) di kumpulan esei isyarat-nya itu (sudah jelas isyaratnya, calz!), kalau pengarang belum benar-benar mati dia seharusnya tak usah keberatan menerangkan karyanya, dan bukan bersembunyi di balik klise ‘the author is dead,’ atau ‘biarkan karya saya saja yang bicara,’ siapa bisa menjamin karyanya itu memang pintar bicara? hahaha.

semua teks di tulisanku itu kucomot (‘memulung’–>kupulung) dari berbagai macam tempat di internet. beberapa kumodifikasi, beberapa kubiarkan begitu saja. ‘interesting times’ (seharusnya teks ini berbentuk sebuah box, sayang box-nya tidak kelihatan di sini, semoga dewan juri tidak malas mengklik hyperlink ini) dari salah satu kolom di the new yorker. ‘last updated …’ aku sudah lupa, tapi bisa ditemukan di mana-mana, terutama di situs-situs berita, o ya, aku ingat ini dari the guardian, dan kumasukkan karena pengumuman macam inilah yang selalu membuatku merasa tidak bisa dan tidak boleh ketinggalan internet, mungkin karena dengan mengikuti setiap update di situ aku jadi tidak perlu merasa perlu meng-update kehidupanku sendiri!, marjorie perloff menulis ‘learnedly and single-handedly …’ tentang ezra pound dalam reviewnya tentang antologi pound terbitan library of america di boston review, ‘”till death do us part …”‘ dari ‘the anti-marriage rant‘ debbie goad, co-author zine legendaris ‘answer me!‘, dan di bawahnya seharusnya ada foto bunga citra lestari bertopi koboi di wc cowok yang kucuri dari account friendster-nya (who cares if it’s fake), di samping foto itu ada tulisan ‘bungaaaa is in your extended network’ yang kupelesetkan menjadi sebuah komentar sosial murahan menjadi ‘is in your overextended network,’ etc, etc, etc. (bahasa aneh di bawahnya itu celtic.)

poinnya, aku ingin membuat sebuah berita (sebuah update!) tentang internet itu sendiri, menggunakan alat yang disediakan oleh internet itu sendiri, dengan bahasa, kata-kata, yang sudah ada di sana, tak perlu aku tulis lagi sendiri. mungkin perasaanku tentang internet itu sendiri diwakili oleh baris-baris selanjutnya, yang ku-cut&paste dan modifikasi dari sebuah situs writing workshop yang menganjurkan ‘write when you feel moved to, in response to some inner necessity, never attempt to force your talent, let it develop at its own pace.’ bagaimana mungkin hanya menulis kalau benar-benar perlu, bagaimana mungkin tidak memforsir bakat kita (kalau memang punya), bagaimana mungkin melakukan apapun ‘at its own pace,’ kalau dunia sekarang berlari (all those updates!) begitu cepat!

tapi kalau misalnya tidak ada orang yang mengerti kehebatan content tulisanku ini ;), apa ada lagi sesuatu yang baru di situ? bentuknya? proses menulisnya? dengan besar hati kukatakan, sama sekali tidak. orang yang akrab dengan penulis-penulis beat tentu tahu william s. burroughs sudah sering memakai teknik cut&paste macam ini. scribefire hanya lebih ringkas saja, tidak perlu pegal-pegal menggunting dan mengelem, dan langsung bisa diumumkan. akan sedikit berbeda mungkin kalau aku lebih rajin dan tetap menyertakan hyperlinks yang akan membawa pembaca ke asal teks yang kucuri tadi. tapi itu akan membuat pembacaku itu jadi kurang penasaran bukan? hahaha.

seperti yang kucurigai di postingku kemarin, kelihatannya kemajuan teknologi belum menghasilkan bentuk tulisan yang benar-benar baru. tapi, paling tidak buat seseorang yang senang dengan teknik cut&paste seperti ini, mungkin sesuatu seperti scribefire memberinya kemungkinan-kemungkinan content yang baru. yang tadinya dia cuma terbatas meng-cut&paste kliping lampu merah, fhm edisi indonesia, mungkin ehm … waktu masih terbit, menjuxtaposisikannya dengan potongan-potongan sabili, sekarang dia bisa melakukan apapun yang dia mau dengan lembaran-lembaran virtual tonga star. tentu, itu kalau dia mampu membayar iuran Rp 750.000 sebulan untuk langganan speedy unlimited seperti bapakku. ya, setelah globalisasi seharusnya sudah berapa, 10, 20? tahun berlangsung, masih tetap ada satu hal lagi yang belum berubah juga: art has always been a matter of a few. (dan jangan tanya dari mana aku mencuri aforisme ini, get your own broadband!)

*dan judul copyleft itu? ya, silakan, kau pun bisa mencuri apapun dari posting ini.

bagian ketiga dari esai berseri. bagian pertama di sini. bagian selanjutnya di sini.

Advertisements

One thought on “copyleft*

  1. sampean bilang begini, mas: “*dan judul copyleft itu? ya, silakan, kau pun bisa mencuri apapun dari posting ini.”gue banget itu, mas, semua tulisan saya kan opensource, halah!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s