Pembacaan terlalu dekat

PERENANG BUTAoleh Nirwan Dewanto (ie, God #2) Sepuluh atau seribu depake depan sana, terang semata.Dan arus yang membimbingnyaseperti sobekan pada jubah tanjung yang dicurinya.Tak beda ubur-ubur atau daramendekat ke punggungnyayang tumbuh sekaligus memaroleh kuas gerimis akhir Mei.Ia seperti hendak kembalike arah teluk, di mana putih layarpastilah iri pada bola matanya.Tapi ia hanya berhenti, berhentidi tengah,Continue reading “Pembacaan terlalu dekat”

Ithaka di Kepalanya

jadi mungkin odysseus akan lebih menikmati perjalanannya kalau dia tidak terlalu terburu-buru harus segera sampai ithaka, are we there yet are we there yet are we there yet! no, polutlas odysseus, nikmati saja pemandangannya, nak. tuh, globe trekker masih memerlukan satu host lagi, banyak penonton ingin tahu di mana membeli kacamata hitam polyphemos yang berlensa satu.Continue reading “Ithaka di Kepalanya”

EXIT NEMO

ajalkah itu kusapa di figurentheater ? ophelia bergaun kafangertrude sembabdan h. menusuk pisau lipat ke perut malam HIDUPLAH ! sepotong tulang keringtiga tengkorakdan otot berupa tambang jatuh dari panggung hitam melayang di Yamunadi samping keledai Tom Waitsdan sepotong plang : FIRE EXITKeep Clear cahaya terang-benderangdi antara tangan penonton bertepuk kencang.

life in pastiche, its fantastisch ! #1

DONALD 
BARTHELME ONESTORY MS D NAKOVA’s milk-white Russian cheek blushed red broken maps of Australia everytime she took me to bed. The sandstone walls of her basement apartment coughed up dust and the red flush moved to the tip of her hooked nose, transported by the IGA brand tissues she wiped her allergy-borne mucus with.Continue reading “life in pastiche, its fantastisch ! #1”

One does progress through metaphors*

The sun like a gong The gong scything the memory of yr dreams Your dreams contained within an umbrella The umbrella opens its stem of roses Roses are Fred, violets are Drew Drew with the Indians, won against the Red Sox The Red Sox of yr concupiscence Concupiscent as a plum blossom A plum blossomContinue reading “One does progress through metaphors*”

‘buka g-stringmu aisyah, calon suamimu berhak tahu rupa labiamu,’ etc

Waktu adalah twhirl, cintaku, dan spaz adalah gaung    Waktu adalah mesin hitung, cintaku, dan kalkulator adalah raung Waktu adalah mesin hitung, cintaku, dan kalkulator adalah ruang Saya Cemaskan Sepotong Lumpur, Rodin, aidez-moi! Variasi untuk Sebuah Lagu pada Kaset Greatest Hits Duran-Duran-ku Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam, Masa Sih? Ia MeminumContinue reading “‘buka g-stringmu aisyah, calon suamimu berhak tahu rupa labiamu,’ etc”

All that he wants (I saw the sign) (Sendiri di rumah) It’s a beautiful lie o ooo o ooo (He lives a lonely life)

seperti efek rumah kaca dan bunda vina aku pun suka desember ceriapenuh mistletoe, santa, dan gadis berhotpants leha-leha di plasentawalaupun erk lebih suka dengan plangi yang setya menunggu hujan redawalaupun mungkin juga kan, hujan yang setya pada plangi, selalu turun supaya dia adasementara vina, sudahlah siapa yang tahu ada apa di balik rambut sasak wanitaContinue reading “All that he wants (I saw the sign) (Sendiri di rumah) It’s a beautiful lie o ooo o ooo (He lives a lonely life)”

what are notes but work delayed ?

can you make haikuout of the comiccoincidence of a chainedmonkey and mebeing in the same bus ? i can of the windshooting fine bulletsof sand into my faceand the man in the next busblowing cigarette smoke —which from where im sitting— is either suspended bythe still air insideor else grime has gluedstrands of it onContinue reading “what are notes but work delayed ?”