Stop asking is this puisi, no one’s interested in your answer

Ditulis untuk Kongkow Jawara Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta 14 Desember 2016 Sebuah sayembara puisi hanyalah een rimpeltje in de oceaan, a ripple in the ocean, sebuah riak di tengah samudra usaha kanonisasi Puisi Indonesia, proses yang tak bosan-bosannya berlangsung sejak skena Pujangga Lama sampai sekarang skena Pujangga Hallmark. TermasukContinue reading “Stop asking is this puisi, no one’s interested in your answer”

Buah dan Perang

Judul Soegija itu hanya synecdoche, hal kecil yang seharusnya membawa kita ke dunia yang lebih besar, Hindia Belanda/Indonesia pada masa Perang Dunia 2 dan setelahnya. Mirip dengan judul “Rambo”, misalnya, nama/judul simpel yang membawa kita ke dunia perang dingin/dekolonisasi/rekolonisasi yang ruwet. (Btw, sekilas Rambo dan Soegija sama2 org Jawa yang namanya cuma satu, Rambo, Sugiyo.Continue reading “Buah dan Perang”

PEREMPUAN BERMATA BESAR YANG DONGENGNYA TELAT AKU DENGAR

Sebenarnya, aku yang mendongeng kepadanya lebih dulu. Di bangku keras di luar Burger King Djakarta Theatre, suatu malam yang luar biasa panas. Susah sekali bernapas. Dia duduk di sampingku, tapi aku tidak tahu. Tiba-tiba dia bilang, ‘Dongengi aku sesuatu!’ Poninya dipotong pendek menutupi dahi yang kelihatannya besar. Bando emas. Aku melihatnya dari sudut mataku. DanContinue reading “PEREMPUAN BERMATA BESAR YANG DONGENGNYA TELAT AKU DENGAR”