ripped jeans and flannelled fools

Sunday cricket has never been as good as the Sunday you came back from London. we sat on cool grass in the shade you said : like the Spartans at the Hot Gates. i said : youd be the hottest chick at Thermopylae ! sunday brunch : bacon & egg roll from a gourmet JewishContinue reading “ripped jeans and flannelled fools”

Pembacaan terlalu dekat

PERENANG BUTAoleh Nirwan Dewanto (ie, God #2) Sepuluh atau seribu depake depan sana, terang semata.Dan arus yang membimbingnyaseperti sobekan pada jubah tanjung yang dicurinya.Tak beda ubur-ubur atau daramendekat ke punggungnyayang tumbuh sekaligus memaroleh kuas gerimis akhir Mei.Ia seperti hendak kembalike arah teluk, di mana putih layarpastilah iri pada bola matanya.Tapi ia hanya berhenti, berhentidi tengah,Continue reading “Pembacaan terlalu dekat”

kau dan aku selalu / baks duls selamanya*

dulu semua tergantung pada
jari-jari yang tenang melin-
ting papier yang katamu
lucu seperti kulit kentang dan

 angin yang bersahabat
pada tembakau yang ruwet
seperti pubic hair pacarmu
yang bulan depan datang dari

 brighton, kota pelesiran, 3 hours on the tube. itu kalau
ingatanku tak salah, katamu
sambil mengecap bibir yang

 tak sabar. tentang brighton,
jauhnya dari london, atau
jadwal kedatangannya? tan-
ya udara di puncakContinue reading “kau dan aku selalu / baks duls selamanya*”

Ithaka di Kepalanya

jadi mungkin odysseus akan lebih menikmati perjalanannya kalau dia tidak terlalu terburu-buru harus segera sampai ithaka, are we there yet are we there yet are we there yet! no, polutlas odysseus, nikmati saja pemandangannya, nak. tuh, globe trekker masih memerlukan satu host lagi, banyak penonton ingin tahu di mana membeli kacamata hitam polyphemos yang berlensa satu.Continue reading “Ithaka di Kepalanya”

EXIT NEMO

ajalkah itu kusapa di figurentheater ? ophelia bergaun kafangertrude sembabdan h. menusuk pisau lipat ke perut malam HIDUPLAH ! sepotong tulang keringtiga tengkorakdan otot berupa tambang jatuh dari panggung hitam melayang di Yamunadi samping keledai Tom Waitsdan sepotong plang : FIRE EXITKeep Clear cahaya terang-benderangdi antara tangan penonton bertepuk kencang.

life in pastiche, its fantastisch ! #1

DONALD 
BARTHELME ONESTORY MS D NAKOVA’s milk-white Russian cheek blushed red broken maps of Australia everytime she took me to bed. The sandstone walls of her basement apartment coughed up dust and the red flush moved to the tip of her hooked nose, transported by the IGA brand tissues she wiped her allergy-borne mucus with.Continue reading “life in pastiche, its fantastisch ! #1”

Capoeira logic

i don’t like these people. they believe in astrology. they don’t think capoeira is annoying. they think just because you talk to a girl for longer than five minutes that means you want to sleep with her. they smoke too much pot and play xbox all day and call it fun. too much means everydayContinue reading “Capoeira logic”

Tentu aku ingin menulis entah bagaimana tapi tentu aku tahu sebenarnya kenapa

—terdampar lagi di kamar iniwallpaper motif trellismengelupas di sana sinidua lampu sorottepat di atas kepalalubang angin berbentuk hatilayang layang tanpa ekordi langit sana —langit di sini selalu biruPantone 292 —bukan misteri jugasebenarnya seandainyaaku bisa mencegah menciumnyadi pojok bar gelapdan seminggu kemudianbilang ya sajawaktu dia menuntutkita tidak bisa begini terus    kan gila —tapi memangsekali layang layangContinue reading “Tentu aku ingin menulis entah bagaimana tapi tentu aku tahu sebenarnya kenapa”

dua tahun yang lalu hampir setiap sore aku menunggumu di situ, sekarang hampir setiap malam, lebih sering lagi pagi pagi buta, aku melewati tempat itu, memandangnya dari dalam taksi yang terlalu dingin, dan aku berpikir, betapa bahagianya aku waktu itu

<div style="text-align: right;“><span style="font-style: italic;“>Il n’y a pas d’absence remplaçable.— pas René Char Gerimis turun Ketak ketik Mesin tik Dingin di dahi Orang orang lari Ayun semua Map Tas Koran pagi tadi Ke atas kepala Beri hormat ! Pada awan Menakutkan Hanya aku Tidak. Diam saja. Aku tidak takut Pada hujan ! Sebentar lagi KauContinue reading “dua tahun yang lalu hampir setiap sore aku menunggumu di situ, sekarang hampir setiap malam, lebih sering lagi pagi pagi buta, aku melewati tempat itu, memandangnya dari dalam taksi yang terlalu dingin, dan aku berpikir, betapa bahagianya aku waktu itu”