floater

i had a really great pie in toowoomba. nice line for a poem. but i don’t feel like poetry. ingin rasanya meneruskan otobiografiku, broken, part 1. tapi tidak merasa punya tenaga. pagi ini berangkat kantor pukul 6, ke tebet pukul 3, ke permata hijau pukul 4, pulang ke ciledug pukul 6. pantes banyak kata pukul,Continue reading “floater”

broken, bab 1

saya meninggalkan jakarta pada umur 16. saya ingat waktu itu sore-sore, saya hampir jatuh terpeleset lumpur merah habis hujan di depan rumah. coba saya beneran jatuh terus kepala saya bocor kena batu taman, dan saya tidak jadi pergi ke australia, mungkin saya tidak akan jadi orang seperti saya yang sekarang. saya pertama kali pindah keContinue reading “broken, bab 1”

sesuatu afrizal malna*

ledakan-ledakan kecil jadi kebakaran dalam tubuh saya. saya adalah orang yang percaya dengan referensi. abad yang berlari bukan puisi saya, itu puisi indonesia. di senen, di dunia saya, telinga bisa dijadikan kuping. hidup adalah getaran lantai bis kota. dada datang dari dunia yang tidak bernama. saya kembali ke tubuh saya. saya percaya dengan pekerjaan-pekerjaan fisik,Continue reading “sesuatu afrizal malna*”

nanophone daze

it’s not like i like writing poetry. it’s not like i can. but what else have i got over you? not even that. you’re more poetic than i’ll ever be. you’ve experienced more of this hell on earth than i. you have visited 110% of the countries in the world! your map is made upContinue reading “nanophone daze”

Juru Unyu

Beberapa waktu lalu Julian Aldrin Pasha, jubir Presiden RI, menulis artikel di Kompas menanggapi kritik Mochtar Pabottinggi terhadap Presiden SBY. Jika seperti George Orwell bilang, “good prose is like a window pane”, prosa (kalau bisa dikatakan begitu) Julian ini seperti daun jendela yang terlalu banyak ukirannya sampai lupa menyisakan lubang buat kacanya. Untuk memudahkan pembacaContinue reading “Juru Unyu”

Sesuatu Indonesia: Personifikasi Pembaca Yang Tak Bersih

oleh Afrizal Malna Yayasan Bentang Budaya, 2000 580 halaman (dapat salam dari War and Peace)     aku sudah beli buku ini lama, bertahun2, tapi tak pernah membacanya karena berat, like literally, this book is a doorstopper/brick/a ton of bricks. berat banget. kertasnya tebal, kertas sampulnya art paper tebal. makes me think mungkin ipad gakContinue reading “Sesuatu Indonesia: Personifikasi Pembaca Yang Tak Bersih”

Kunci: Himpunan Puisi

by TS Pinang   very interesting post-afrizal collection of poems. if afrizal’s poems contain words that serve as indexes of the world/semiotic relationships around them, ts (apa itu ts, tanya anak2 buma di antologi buma 1) pinang’s poems are like extended footnotes to these index entries. “kami membaca kulkas dan televisi di selebaran promo diskonContinue reading “Kunci: Himpunan Puisi”

my son calls another man daddy

  liking country was kinda de rigeur circa 1992/3 what with the wilcomania and gram parsons nostalgia that were on as a sort of mildly depressing underground to the entertain-me grunge mainstream. once the obsessive clinging to whatever the hoi polloi missed lost its charm though it was pretty clear nu alt country and oldskoolContinue reading “my son calls another man daddy”

Honesty is like a title

this is gonna be more abstract than the usual. it’s gonna be about feelings. or maybe it won’t be, more abstract or about feelings. see if i actually know what i really want. i had just finished watching nip/tuck, season 4. it took me a whole weekend. it ended with a lip-synced medley by theContinue reading “Honesty is like a title”

blood red carpet

kimo di bawah tadi lagi sama zeke o si joko sih lagi bersihin kacamata cathy tuh sama gading si indra ngetwit tadi katanya telat hujan si john sih udah dari tadi lo emang studio berapa o bareng titien ya emang ada mbak leila juga si tito o anak mfi itu iya sih si gery jugaContinue reading “blood red carpet”