Madeleine menungguku*

Aku baru selesai makan makan malam dengan temanku Jean Villeri, si pelukis. Sudah jam sebelas lebih. Aku sudah di dalam metro menuju rumah. Ganti kereta di Trocadero. Badanku terasa berat dan capek, namun aku merasa senang mendengarkan suara kakiku di terowongan stasiun. Tiba-tiba, seorang perempuan yang sedang berjalan ke arah berlawanan menyapaku, kelihatannya ia telahContinue reading “Madeleine menungguku*”

totally

last nite i w as feel in gsa d so i texted a great poet i said: dear goD do you think, if i haven’t really suffered if basically i’ve lived a spoiled and                          TOTALLY pampered life is there still a chance that sometimes at least iContinue reading “totally”

kritisisme anyar

dialog sing asale soko blog favoritku iki (tulisan nang ngisor iki luwih iso dinikmati nang kono): anggoro gunawan: ing basa jawa, tembung kriya (kata kerja) iku ora kaya basa inggris sing nduwèni wektu. tembung turu, mbok saiki, wingi, sesuk, utawa kapan waè tetep “turu.” beda karo sleep, slept, sleep. wong jawa mataraman sing akrab karoContinue reading “kritisisme anyar”

Dua Gerobak Merah

Gerobak Merah (v.1) semua tergantung pada roda gerobak merah disemir air hujan di samping ayam-ayam putih. Gerobak Merah (v.2) semua tergantung pada roda gerobak merah kilat air hujan putih ayam-ayam. William Carlos Williams, diambil dari Selected Poems, New Directions, 1985, hal. 56.

SURAT SEORANG ISTRI PEDAGANG KELILING DARI DESA CH’ANG KAN

Waktu itu rambutku masih dipotong batok Aku bermain dekat gerbang, aku cabuti bunga-bunga. Kau datang di atas égrang, seperti kuda goyang, Berputar-putar, mengayun serangkai plum biru di tangan. Umurku empat belas tahun waktu kau memilihku jadi istrimu, Sekalipun aku tak pernah tersenyum. Aku menunduk, menatap tembok, Kau memanggilku seribu kali, aku tak pernah menengok. UmurContinue reading “SURAT SEORANG ISTRI PEDAGANG KELILING DARI DESA CH’ANG KAN”

Untuk William Carlos Williams

Hartford, September 7/27 Halo Williams, Aku kembalikan cartolina postale di poste italiane da Rapallo-mu, ya. Terima kasih banyak. Tapi percayalah, signor, aku sibuk sesibuk Mussolini yang Agung. Aku bangun subuh, cukur jenggot, etc; jam enam aku senam; jam tujuh aku dipijat dan mandi; jam delapan aku coba makan pagi; jam setengah sembilan sampai setengah sepuluhContinue reading “Untuk William Carlos Williams”