SURAT SEORANG ISTRI PEDAGANG KELILING DARI DESA CH’ANG KAN

Waktu itu rambutku masih dipotong batok
Aku bermain dekat gerbang, aku cabuti bunga-bunga.

Kau datang di atas égrang, seperti kuda goyang,
Berputar-putar, mengayun serangkai plum biru di tangan.

Umurku empat belas tahun waktu kau memilihku jadi istrimu,
Sekalipun aku tak pernah tersenyum.

Aku menunduk, menatap tembok,
Kau memanggilku seribu kali, aku tak pernah menengok.

Umur limabelas tahun aku berhenti merajuk
Bermimpi menuang abuku ke dalam mangkok abumu

Setiap kali pergi kau selalu pulang tepat waktu.
Tak perlu memanjat menara menunggumu.

Kita akan tinggal di Ch’ang Kan selamanya
Dan aku tak pernah curiga.

Umurku enambelas waktu kau pergi lagi
Ke Ku-to-yen katamu, melawan arus

Deras bulan Juni. Teriakan
babon-babon terdengar seperti hujan tangis.

Kali ini di pintu gerbang kau berdiri lama.
Tapi mana jejakmu sekarang? Hilang tertutup

Musim gugur, daun-daun jatuh, dan
Lumut semakin tebal, terlalu tebal untuk sapuku!

Dua kupu-kupu sekuning daun di tanah
Terbang bersama ke barat taman.

Sakit hatiku.
Aku pun tidak lagi muda.

Kalau sekarang kau masih ingin pulang
Kirimi aku kabar. Mungkin aku akan pergi

Menunggumu. Menjemputmu.
Sekali ini saja. Hanya sampai Cho-fu-Sa.

(disadur dari terjemahan puisi Li Po atau Li Bai oleh Ezra Pound (“The River-Merchant’s Wife: A Letter”), William Carlos Williams (“Long Banister Lane”), & David Hinton (“Ch’ang-Kan Village Song”) yang dimuat di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hal. 73-76)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s