Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha ti.*

Hati oleh ghe duh. hatimu berserakan di lantai kamarku sebentar. kuambil pengki dan sapu Saya tertawa membaca ini. Sebentar, jangan tertawa dulu. Tertawa barang langka sekarang dalam sastra Indonesia, paling tidak (meneruskan rant saya dua di sesi satu kemarin) yang diakui oleh koran-koran Minggu. Dan orang sebenarnya rindu ketawa, lihat ini. Jadi, satu hal pentingContinue reading “Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha ti.*”

mangga muda problem lama*

Mangga muda oleh ghe Sebelum mulai bicara tentang puisi ‘Mangga muda’ (ya, m yang kedua memang kecil, penulisnya Francophile ya?) ini saya ingin ngomong sebentar tentang proses review buat kemudian.com ini. Mungkin semua orang sudah tahu juga, saya diberi pilihan beberapa tulisan untuk direview tanpa pernah tahu nama atau siapa penulisnya. Alasannya jelas tentu—paling tidakContinue reading “mangga muda problem lama*”

tidak eksperimental tidakeksperimentaltidak eksperi mental

tidak eksperimentalkarena tidak percaya diri memang tidak masuk akal     ¿erianillopa itrepes silunem kadit apanek ke atas dari bawah                                                                                                     m                                           Continue reading “tidak eksperimental tidakeksperimentaltidak eksperi mental”

jinak****

—entah untuk apatapi memang perlusemacam semangat untuk membaca buku baru—atau mengulang yang lamatanpa memedulikan akhir cerita bagaimana tergantung memangpada ambisimau jadi penyair besaratau sekedar merekam jaman—mengatur rangkaian bunga —rapi, dengan segala macam simbolik*nyaatau menebar kembang tabur di makam—sekenanya, asal menutup tanah untuk apa juga mencatat komentar temanyang kau sayangikemudian kau gubah jadi puisi‘antara menyingkap danContinue reading “jinak****”

toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti

—toh tidak apa apa bukankalau hidup sekedar pilihanmenuang bir—erdinger, duvel75 ribu sebotol—dengan busa    atau kering saja kemudian, sebentaraku mau ke toilet duludan di sana menyeka air matadi depan cermin yang retak    tepat di tengahnya memang, jadi semakin susahfokus bekerjahati selalu berdebaringin lagi bercandabersenda gurau    dengan teman —dan bayangan fantastistentang diri sendirisampai—menengok jam tangan tetanggajarum menunjukContinue reading “toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti”

Abdoh Rinbo’s Odyssey

pulang gampang bagimu al-wajidyang selalu menemukan detik ini juga apa yang ingin kau temukan jalan pulang menembus semak belukartelur paskah bercat ungu menempel di lebam mata kau tak punya alasan untuk bermurah hati al-mu’akhkhirkau yang maha bisa menggagalkan segalanya tapi sudilah berikan kami kapal portugisdengan layar setengah terbakar pun tak apa asal tak kau catContinue reading “Abdoh Rinbo’s Odyssey”

AL-SHU’ARAA’

‘Lihatlah, penyair selalu dibuntuti oleh orang-orang yang kalahlihatlah mereka terseok-seok di setiap ngarai yang mereka lewatimenjual obat yang tak pernah mereka minum sendiri.’ Tapi Al-Mudhill, Tuhanku Yang Maha Penghinapilihan apa lagi yang kupunyakalau kau telah berkomplot dengan Plato dan mengusir kami dari cetak biru surgamu? Selain kata-kata yang mengalir di benang-benang optik antar dunia9 toContinue reading “AL-SHU’ARAA’”

HIKAYAT USMAN BIN AFFAN VOL. 1

di sudut tendanya usman bin affan menghitung merjan mengkilapupeti kurir yang mengantar pesan menyerah dari raja-raja sejazirah arab tahun depan, kordoba! pikirnya. dielusnya janggut yang keriting seperti sulur anggurdibelainya kuran dari kulit onta, percikan-percikan darah di sudutnya ya muhammad, jalan pedang membawa kejayaan lebih cepatdaripada badai gurun melenyapkan pucuk tenda pedagang kurma! di paris akanContinue reading “HIKAYAT USMAN BIN AFFAN VOL. 1”

general stuw peed*

tanda pangkat di bahu jendral itu sudah lama tidak disetrikakerut-kerut menyaingi cakar ayam di sudut-sudut matanya diam-diam si jendral suka menulis puisi. segepok telah ditulisnya,di sela-sela menulis skenario kamera ria, ‘produksi indonesia menunjang sistem senjata armada terpadu’, bualnya, tanpa pernah percaya di lautan pun panser bisa berjaya semua ia simpan rapi di bawah kasur, diContinue reading “general stuw peed*”