jinak****

—entah untuk apatapi memang perlusemacam semangat untuk membaca buku baru—atau mengulang yang lamatanpa memedulikan akhir cerita bagaimana tergantung memangpada ambisimau jadi penyair besaratau sekedar merekam jaman—mengatur rangkaian bunga —rapi, dengan segala macam simbolik*nyaatau menebar kembang tabur di makam—sekenanya, asal menutup tanah untuk apa juga mencatat komentar temanyang kau sayangikemudian kau gubah jadi puisi‘antara menyingkap danContinue reading “jinak****”

toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti

—toh tidak apa apa bukankalau hidup sekedar pilihanmenuang bir—erdinger, duvel75 ribu sebotol—dengan busa    atau kering saja kemudian, sebentaraku mau ke toilet duludan di sana menyeka air matadi depan cermin yang retak    tepat di tengahnya memang, jadi semakin susahfokus bekerjahati selalu berdebaringin lagi bercandabersenda gurau    dengan teman —dan bayangan fantastistentang diri sendirisampai—menengok jam tangan tetanggajarum menunjukContinue reading “toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti”