jinak****

—entah untuk apa
tapi memang perlu
semacam semangat untuk membaca buku baru
—atau mengulang yang lama
tanpa memedulikan
akhir cerita bagaimana

tergantung memang
pada ambisi
mau jadi penyair besar
atau sekedar merekam jaman
—mengatur rangkaian bunga
—rapi, dengan segala macam simbolik*nya
atau menebar kembang tabur di makam
—sekenanya, asal menutup tanah

untuk apa juga mencatat komentar teman
yang kau sayangi
kemudian kau gubah jadi puisi
‘antara menyingkap dan sembunyi’**
—hanya mengundang salah paham!
tidak semua orang bisa menerima
seseorang bisa sekaligus munafik

dan pamer jati diri***

* i know this sounds wrong but nyonya besar toeti heraty pernah memakainya sekali
** dan *** ‘yang sudah jelas / tulis sajak itu / antara menyingkap dan sembunyi / antara munafik dan jati diri’—toeti heraty, ‘post scriptum’
**** dari menggagahi ney di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s