jinak****

—entah untuk apatapi memang perlusemacam semangat untuk membaca buku baru—atau mengulang yang lamatanpa memedulikan akhir cerita bagaimana tergantung memangpada ambisimau jadi penyair besaratau sekedar merekam jaman—mengatur rangkaian bunga —rapi, dengan segala macam simbolik*nyaatau menebar kembang tabur di makam—sekenanya, asal menutup tanah untuk apa juga mencatat komentar temanyang kau sayangikemudian kau gubah jadi puisi‘antara menyingkap danContinue reading “jinak****”