toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti

—toh tidak apa apa bukankalau hidup sekedar pilihanmenuang bir—erdinger, duvel75 ribu sebotol—dengan busa    atau kering saja kemudian, sebentaraku mau ke toilet duludan di sana menyeka air matadi depan cermin yang retak    tepat di tengahnya memang, jadi semakin susahfokus bekerjahati selalu berdebaringin lagi bercandabersenda gurau    dengan teman —dan bayangan fantastistentang diri sendirisampai—menengok jam tangan tetanggajarum menunjukContinue reading “toh tidak apa apa bukan hidup semakin lama semakin tidak berarti”

Putra Express

                di taxisetelah pesta—lima pitcher birdan banyak beritadi ubud panas membungkus bungapaus malas lewat lagi di lamaleradi upper room scotland adalah a corner pubdi dalamnya se-pint jakarta                 selalugelas diisi—tak pernah dibiarkanlebih dari setengah kosong kurang darisetengah terisi ledakan ledekan di mana kau menciumnya?jari leleh mengelus pipi     Continue reading “Putra Express”