safaristi

buat Edo droning, skipping, chk-chk-chk-ing, you klip-klop dawns and discos, notwithstanding calamus and pitiful dragons, brandishing swords and falujas, quizzing folks on brixton, idm and vaka. oozing black roses, you catapult pentatonic notes up to heaven, realizing just how much quizzing faiths sap your strength, how much quixotic flair it takes to swallow the moon.Continue reading “safaristi”

love*

for violeteye   reeling from 3-in-1 hours, we breezed through lunch, le thé everywhere we felt du jour, curing seeds of love in-between jugs of pilsener, resizing the deconstruction of this city’s dog-shit-dog zeitgeist, kitting ourselves in polyester knits, slightly ripped here and there. we devoured quiches out of boredom, veering close to vexed, droningContinue reading “love*”

aku auto complete*

kalau sudah tiada baru terasa kumau cinta yesus selamanya mp3 tidak bisa ganti dp bbm android tak lagi sama aku (poem) dari pulau dan benua biar semua hilang aku (poem) luka di sini ungu berlari padamu vania larissa mp3 hingga akhir waktu chord bahasa indonesia yang munir dan rendra aku (poem) *gara-gara reblog dari lolipopsuper,Continue reading “aku auto complete*”

One Afternoon Before the War*

Ah! I see what you’ve got in your hands an afternoon in the world of LAN a sealed blue radio (The night returns for an encore inside a tomb.) Pray for finesse, on the branch of the arborio strip it, sing it, fake it come, wing it, into the river! Note down: three pigeons diveContinue reading “One Afternoon Before the War*”

Puisi terpanjang dalam sejarah peradaban Hindu-Buddha bangsa ini

Seperti pernah saya janjikan waktu acara Bengkel Kata ‘Tuhkan Ada Hal-hal Yang Belum Selesai!’ BungaMatahari kemarin, yang live-blogging-nya (thanks to Yoshi‘s industrious insanity) bisa dinikmati di sini, inilah saatnya mencontek ide Benrik (sebenarnya saatnya seharusnya sudah beberapa saat yang lalu tapi saya memang suka melupakan saat-saat yang seharusnya penting dalam hidup saya) untuk memulai proyekContinue reading “Puisi terpanjang dalam sejarah peradaban Hindu-Buddha bangsa ini”

tak ada tamat*

“Kamu seharusnya menyadari itu sebelum kamu melompat ke ranjang sekretarismu!” “Ya sudah, kita mencari uang dengan jalan lain.” Bagaimana kejadiannya sampai dia bisa kehilangan semua itu? Kalau sudah berpikir begini, ingin rasanya dia segera mengakhiri perselingkuhannya dan kembali menjadi suami dan ayah yang baik. “Untuk apa aku harus meras otak mencoba membaca pikiran orang.” “IzinkanContinue reading “tak ada tamat*”