tak ada tamat*

“Kamu seharusnya menyadari itu sebelum kamu melompat ke ranjang sekretarismu!” “Ya sudah, kita mencari uang dengan jalan lain.” Bagaimana kejadiannya sampai dia bisa kehilangan semua itu? Kalau sudah berpikir begini, ingin rasanya dia segera mengakhiri perselingkuhannya dan kembali menjadi suami dan ayah yang baik. “Untuk apa aku harus meras otak mencoba membaca pikiran orang.” “IzinkanContinue reading “tak ada tamat*”