A collection of tempo doeloe-era short stories edited by Pramoedya Ananta Toer. In Melayu Pasar not Indonesian, presented in original Van Ophuijsen spelling. It reads like a cerita silat anthology with local characters. Full of penyamoen, boedak, fat sopi-drinkin Kandjeng Toean, baba-baba Tjina, cowardly politie, et al. Settings are surprisingly more Batavia coret than downtown:Continue reading “TEMPO DOELOE”
Category Archives: On literature
BURUNG-BURUNG MANYAR
oleh Y.B. Mangunwijaya Bildungsroman prajurit KNIL cemen yang cinta mati dengan teman masa kecilnya di Kraton Mangkunegaran yang sekarang bekerja sebagai asisten Syahrir di pihak Rikiblik. Apa daya Konferensi Meja Bundar membuat kisah cinta mereka jadi pear-shaped. Di waktu tua, saat Montague sudah menjelma dari Belanda menjadi Freeport dan Capulet menjadi keluarga sakinah beranak tiga,Continue reading “BURUNG-BURUNG MANYAR”
KUMPULAN BUDAK SETAN
oleh Intan Paramaditha, Eka Kurniawan, Ugoran Prasad Intan’s three stories that were not already published in Koran Tempo are, suprisingly, the best. Surprising since her previous short story collection Sihir Perempuan was a bit stiff, sounding more like a tome of recyled gothic THEORIES than deconstructed-then-rebuilt gothic stories some critics claimed it to be. InContinue reading “KUMPULAN BUDAK SETAN”
BANGKIT DARI LAPAK: Abdullah Harahap Dalam Kanon Sastra Indonesia
Artikel tentang Abdullah Harahap biasanya akan dimulai dengan membicarakan statusnya sebagai pengarang cerita-cerita horor murahan—dime novels-lah, stensilan-lah, picisan-lah, sastra kaki lima-lah—yang buku-bukunya dibungkus sampul bergaya ersatz Basoeki Abdullah yang murahan juga dan sampai sekarang di tukang loak pun masih dihargai murah pula. Seperti karakter-karakter malang dalam cerita-ceritanya sendiri yang biasanya tidak bisa membebaskan diri dariContinue reading “BANGKIT DARI LAPAK: Abdullah Harahap Dalam Kanon Sastra Indonesia”
bahasa atap yang runtuh*
*i’ve found that if you change the order of the nouns or group of nouns in an afrizal malna poem, not only will you end up with a still totally comprehensible poem, you’ll have in your hand a still totally comprehensible afrizal poem! compare the scramble immediately below with the original after it: sapi-sapiContinue reading “bahasa atap yang runtuh*”
Jakarta ou les malheurs des masochistes*
Masokisme, sepertti bullying, sudah menjadi kata yang gampang diumbar. Masokis lo! Bully lo! Thanks Twitter! Arti kata itu sendiri menjadi pudar semakin sering diumbar. Lo makan keripik peudeus Maicih level 2? Masokis lo! Lo pesen jigoku ramen Sanpachi level 10? Masokis lo! Pada tahun 2002 yang lalu, penerbit oldskool konservatif Pustaka Jaya menerbitkan buku OdeContinue reading “Jakarta ou les malheurs des masochistes*”
MENULIS PUISI NIRWAN DEWANTO ITU GAMPANG
“gerinjam zarah zuhrah suluh ara-ara berjelatang timpas melur perigi terpiuh balam beting mirah menyigi lesung kalis mengumbai tusam kalibut pal akanan mengampu badam tohor nyiru kiambang mara malai bahang ungkai renyai temurui resam swami zahir bersulih gelagah limas ning-kuning jelai rami senarai suam miang saliara bengkarung lisut gergasi lencir aluh kana mencekuh bersinau-sinau menguar matraContinue reading “MENULIS PUISI NIRWAN DEWANTO ITU GAMPANG”
RT please (sebuah refleksi tentang @kopdarbudaya 3 yang membahas hegemoni social media)
@kopdarbudaya 3 malam ini (15 april) sangat menarik, walaupun saya tidak setuju dengan banyak poin pembicaranya, @okkymadasari. tentang pembicara yang satu lagi @kramput saya tidak punya banyak komentar, karena sepertinya dia tidak ngomong apa-apa sebenarnya, walaupun nada bicaranya seperti dia sedang ngomong sesuatu yang penting. @okkymadasari berbicara tentang hegemoni di twitterverse. siapa-siapa yang menjadi anggotaContinue reading “RT please (sebuah refleksi tentang @kopdarbudaya 3 yang membahas hegemoni social media)”
sesuatu afrizal malna*
ledakan-ledakan kecil jadi kebakaran dalam tubuh saya. saya adalah orang yang percaya dengan referensi. abad yang berlari bukan puisi saya, itu puisi indonesia. di senen, di dunia saya, telinga bisa dijadikan kuping. hidup adalah getaran lantai bis kota. dada datang dari dunia yang tidak bernama. saya kembali ke tubuh saya. saya percaya dengan pekerjaan-pekerjaan fisik,Continue reading “sesuatu afrizal malna*”
Juru Unyu
Beberapa waktu lalu Julian Aldrin Pasha, jubir Presiden RI, menulis artikel di Kompas menanggapi kritik Mochtar Pabottinggi terhadap Presiden SBY. Jika seperti George Orwell bilang, “good prose is like a window pane”, prosa (kalau bisa dikatakan begitu) Julian ini seperti daun jendela yang terlalu banyak ukirannya sampai lupa menyisakan lubang buat kacanya. Untuk memudahkan pembacaContinue reading “Juru Unyu”