hut

aku datang untuk menonton tebu orang lain tiba menjadi orang-orangan ada burung menggenggam udara dan ulat-ulat kecil di langit udara setipis kertas ada kepala-kepala berterbangan emas meleleh di dalam dada membeku menjadi punggung ada bocah menunggu dinosaurus ular melintas punggung kakinya jalan lumpur perak purnama siapa tahu besok malam ia seorang pengkhayal kawakan strip kuningContinue reading “hut”

Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih

oleh Theodora Sarah Abigail diterjemahkan oleh Mikael Johani Penulis Indonesia sudah lama diwakili makelar-makelar kulit putih di panggung internasional. Masalahnya, apakah sebenarnya kita perlu mereka? Banyak orang asing menyimpan gambaran di dalam kepala tentang Indonesia yang primitif, penuh kampung kumuh, sungai-sungai kotor dan gunungan sampah. Jikapun mereka punya bayangan baik tentang Indonesia, paling terbatas gubukContinue reading “Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih”

Kebaya or bolero: which one is more English? 

Kebaya or bolero: which one is more English? investigates – after Said – the “configurations of power” between an Indonesian editor and his (American) English translator, and the effects their struggle for power had on the voice of the original author. Keywords: bowdlerization, commercialism, editing, Indonesian, mistranslation, orientalism. Cet article, intitulé « Kebaya ou Bolero:Continue reading “Kebaya or bolero: which one is more English? “

#mekireads1990

i’ve been feeling totally uninspired for what seems like what centuries? so i’m taking all my cues from nike and pépé and this time i gonna lose my copulas wakakak aka blog about my personal reading experience. (((personal reading experience))) <– what the fuck’s that, sounds so stiff, must be hangover from my day job. maybe iContinue reading “#mekireads1990”

lit progens

terpicu (btw, sejak kapan “terpantik” mulai membunuh “terpicu” pelan-pelan?) oleh post nike, aku juga jadi ingin bercerita tentang orang-orang (ada juga sih yang bukan orang) yang bikin aku jadi ingin membaca, entah mulai membaca, atau membaca sesuatu yang lain, atau membaca hal-hal yang sama dengan cara yang berbeda. list berikut in no particular order: 1.Continue reading “lit progens”

Stop asking is this puisi?

Ditulis untuk Kongkow Jawara Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta 14 Desember 2016 Sebuah sayembara puisi hanyalah een rimpeltje in de oceaan, a ripple in the ocean, sebuah riak di tengah samudra usaha kanonisasi Puisi Indonesia, proses yang tak bosan-bosannya berlangsung sejak skena Pujangga Lama sampai sekarang skena Pujangga Hallmark. TermasukContinue reading “Stop asking is this puisi?”