aku datang untuk menonton tebu orang lain tiba menjadi orang-orangan ada burung menggenggam udara dan ulat-ulat kecil di langit udara setipis kertas ada kepala-kepala berterbangan emas meleleh di dalam dada membeku menjadi punggung ada bocah menunggu dinosaurus ular melintas punggung kakinya jalan lumpur perak purnama siapa tahu besok malam ia seorang pengkhayal kawakan strip kuningContinue reading “hut”
Author Archives: mikaeljohani
select
three pears rot in a metal bowl. i’ve stopped washing my rice. i wish estraven had made it across the snow bog. some pages you just don’t understand. a distal phalanx gives you an entire universe. it was my fault/i forgive you. i do not forgive you. how many stars? how many ways of beingContinue reading “select”
nibi-iro
you’re in rude health a bubble protected by maiming a universe of malice milk blooms in a gutter respite is rare death undoes so many glue yourself to your screen
Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih
oleh Theodora Sarah Abigail diterjemahkan oleh Mikael Johani Penulis Indonesia sudah lama diwakili makelar-makelar kulit putih di panggung internasional. Masalahnya, apakah sebenarnya kita perlu mereka? Banyak orang asing menyimpan gambaran di dalam kepala tentang Indonesia yang primitif, penuh kampung kumuh, sungai-sungai kotor dan gunungan sampah. Jikapun mereka punya bayangan baik tentang Indonesia, paling terbatas gubukContinue reading “Sastra Indonesia tidak perlu makelar-makelar kulit putih”
Kebaya or bolero: which one is more English?
Kebaya or bolero: which one is more English? investigates – after Said – the “configurations of power” between an Indonesian editor and his (American) English translator, and the effects their struggle for power had on the voice of the original author. Keywords: bowdlerization, commercialism, editing, Indonesian, mistranslation, orientalism. Cet article, intitulé « Kebaya ou Bolero:Continue reading “Kebaya or bolero: which one is more English? “
TKKG
too early for flowers to bloom shit hits the fan but your hand slips into mine and the heat between our skin turns liquid metal
#mekireads1990
i’ve been feeling totally uninspired for what seems like what centuries? so i’m taking all my cues from nike and pépé and this time i gonna lose my copulas wakakak aka blog about my personal reading experience. (((personal reading experience))) <– what the fuck’s that, sounds so stiff, must be hangover from my day job. maybe iContinue reading “#mekireads1990”
lit progens
terpicu (btw, sejak kapan “terpantik” mulai membunuh “terpicu” pelan-pelan?) oleh post nike, aku juga jadi ingin bercerita tentang orang-orang (ada juga sih yang bukan orang) yang bikin aku jadi ingin membaca, entah mulai membaca, atau membaca sesuatu yang lain, atau membaca hal-hal yang sama dengan cara yang berbeda. list berikut in no particular order: 1.Continue reading “lit progens”
IOU
the night is decrepit. tempus, fuck it. i needed to know, now, i know. come closer. justice for the nonce, meng? cor, blimey. quiz me on vices, orthodoxies, proprieties, o seed of love! the pier is rotting, your pretty feet, a saving grace. banish me to the realm of letters, imbibe regret with every oxfordContinue reading “IOU”
Stop asking is this puisi?
Ditulis untuk Kongkow Jawara Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta 14 Desember 2016 Sebuah sayembara puisi hanyalah een rimpeltje in de oceaan, a ripple in the ocean, sebuah riak di tengah samudra usaha kanonisasi Puisi Indonesia, proses yang tak bosan-bosannya berlangsung sejak skena Pujangga Lama sampai sekarang skena Pujangga Hallmark. TermasukContinue reading “Stop asking is this puisi?”