Ajib ajaib

Ajib di j.co

Baca crita jagoan di vivanews

Air mata mengalir di pipi

Mat Item komando Supra-X-ku !

Kebayoran Lama pride

Terukir di kayu bayur

Hanyutkan kuda Menteng di Kali Krukut

Beli mesin tik bekas di Pasar Rumput

Olivetti untuk mencuri hati

Premium sepuluh ribu

Lo gak punya masalah dengan helm j.co ?

Gak lah bo

Banjir gini

Banjir anal barat

Banjir anal timur

Panggil polisi oral !

Air selutut di Centrale Stichting Wederopbouw

Gubernur Johannes Benedictus van Heutsz,

Mea culpa !

Alalalala long alalalala long long le long long time aku menunggumu

Di Spinelli Setiabudi Building 2 kasihku

Sementara betismu membeku

Di pangkuan burung biru

Yang menyisakan coro

Di sela-sela lekukan kulit tiruan di jok belakangnya

Maafkan aku karena ia menggigitimu dan aku tak ada di situ

Dengan kaleng HIT andalanku !

Ajaib di j.co

Membayangkan pijet ajib di Kokuo

‘Raymond ada ?’

‘Panji ?’

Tiga unsur pengaruhi nama tempat di Jakarta

Pohon gondang, keong Gondang, dan si doi Kyai Kondang

Aku maw akuw mauw wakuw wmauw

Rumah berpagar kayu putih di Menteng Luar

Dan halaman yang dipenuhi Bintaro dan pu’un Nabang

Many devotees will fall into a trance-like state at the canceled Rihanna concert

Take a bow bo

Umbrella is scant protection against tropical drinks

Please do not ask me anymore if it’s discontentment at

Or discontented with

Or to

Say that I’m discontented with you all ! is an understatement

Macet total di Kuningan

Entah itu warna, flora, kontur tanah, atau geometri

Aku hanya tahu

Kaulah Jakarta hidup dan matiku

Ajib, ajaib

today@gfail.com

California Internet titans today baffle quick-thinking porn-peddlers
Gmail Down !

Tom Cruise was “weird” and “awkward” at the London Metal Exchange

who wouldn’t be

back to the 1920s and the glamorous, speed-struck “Bentley Boys”:
upskirt me synaptic pharmacology !
the next generation will define themselves by the responses of others’ crotch shots

“I realised that overnight I’d become fair game to down-blouse photography.”

Pintu Terlarang

Rating: ★★★★
Category: Movies
Genre: Cult

Joko Anwar
Gala premiere Studio XXI – EX Jakarta 20 Januari 2009 21:25 never have i seen so many poseurs gathered in the one place since parc circa 2004

 

pintu terlarang mulai sebagai cerita pesugihan klasik: gambir seorang pematung kolekdol superlaris langganan kokohkokoh penikmat seni yang jadi terkenal dengan seri patung maternal moods-nya yang berbentuk ibuibu bunting dalam berbagai pose ashtanga yoga. tapi ternyata dia punya rahasia klenik: dalam setiap perut bunting itu ia menyimpan fetus bayi yang dibelinya dari klinik aborsi ekslusif mirip erhalogy tapi tanpa kedai häagen-dazs di lobi. ia mulai melakukan ini sejak dipaksa istrinya thalida untuk menyimpan fetus bayi mereka sendiri yang mereka aborsi di situ waktu mereka belum terikat dalam holy matrimony. tapi kemudian film ini jadi lebih kompleks. gambir seperti layaknya protagonis dalam filmfilm pesugihan mencoba lepas dari ikatan pesugihannya ia mau jadi orang baikbaik saja seniman tanpa beban moral kismin tak apa ia tak mau lagi bikin patungpatung ibuibu pertiwi hamil tua (dengan fetus beneran dalam perut mereka). tapi tentu saja iblis dalam wujud koh jimmy art dealernya tidak mengijinkan jimmy mengaborsi karir kolekdol mereka berdua dan seperti layaknya protagonis dalam filmfilm pesugihan gambir terus saja membuat patungpatung hamil tua dengan fetus beneran dalam perutnya itu di bawah catholic guilt (more on this later) luar biasa. mungkin beban moralnya ini yang membuatnya jadi sering melihat tulisan ‘tolong saya’ di manamana. apakah ini teriakan arwah fetusfetus yang dikaryakannya ? atau teriakan minta tolongnya sendiri ? so rosemary’s baby. rosemary’s dead babies ! dalam stres berkepanjangan ini gambir menemukan dirinya tibatiba di sebuah secret club bernama herosase yang ternyata sebuah tempat yang mungkin bisa dideskripsikan dengan nama peep-shows for sadists. tiap kamar berisi televisi daftar menu berisi namanama orang dan remote control. ternyata setiap channel di tv itu menayangkan footages yang keliatannya diambil dari hidden cameras di rumah orangorang yang melakukan kegiatankegiatan self-mutilation seperti menyulam tangannya sendiri (dicontek dari bulan tertusuk ilalangnya garin ?) atau mutilation unto others seperti dungeon berisi lakilaki bertudung menyodomi paksa lakilaki lain (pulp fiction ?) dan yang jadi channel favorit gambir: anak yang disiksa orangtuanya sendiri. arie hanggara: director’s cut. gambir yakin anak itulah yang selama ini mengirim pesan tolong saya kepadanya. sejauh ini film jadi lebih menarik walau lambat nian menceritakan ceritanya seperti review ini juga tapi dari kisah pesugihan biasa ia menjadi satir psikologis yang oke punya. gambir yang selalu mengikuti kemauan orang lain—istrinya (yang menyebutnya lelaki lemah) koh jimmy ibunya yang selalu mengritiknya kenapa belum punya anak juga (gambir dianggap impoten oleh ibunya. seperti kisah jake di fiesta/the sun also rises-nya hemingway mulai saat ini pintu terlarang juga jadi semacam wasteland/(in)fertility myth yang penuh dengan usaha menulihkan ketidaksuburan gambir/kehidupan manusia)—dalam kefrustrasian eksistensialnya mendera diri sendiri dengan secara masokis menonton channelchannel jahanam ini (cinemaxxx ?). tapi mendera diri sendiri/jadi masokis pun ia hanya bisa melakukannya secara virtual lewat tv ! betapa ironisnya ! bukti betapa memang benar ia lemah ! satir yang bagus bener tentang kehidupan urban circa 2000-an di mana kita lebih senang menikmati realitas pre-loved lewat tv/youtube/tivo/youporn. singkat cerita gambir yang semakin didera perasaan bersalah tidak bisa menyelamatkan anak yang disiksa ortu di channel favoritnya tadi akhirnya terpaksa menyaksikan si arie hanggara II ini menggorok leher kedua ortunya waktu pulas tidur kemudan menggorok lehernya sendiri. revenge of the arie hanggaras ! tapi ini juga berarti episode tamat dari film seri favorit gambir ! o what would he do for a re-run ! saat kelimpungan mencari channel lain gambir menemukan di daftar menu channel 13: thalida sasongko istrinya sendiri ! di situlah ia menemukan bahwa selama ini ternyata istri temanteman bahkan ibunya sendiri bersekongkol supaya temanteman itu tidur dengan istrinya supaya mendapatkan keturunan (atas ijin bahkan usul ibunya). di situlah titik balik bagi gambir. dalam kemarahan yang amat sangat ia lupa bahwa dirinya seharusnya lemah dan perlu segera berobat ke mak erot dan dengan licin merancang sebuah pembalasan dendam yang begitu sadistis: ia mengundang semua orang yang selama ini telah menunggangi hidupnya ke sebuah christmas dinner. selanjutnya adalah sebuah scene anti-communion yang sungguh fun sekaligus sadistis. perjamuan terakhir ? sindirsindiran antara yesus dan yudas ? ngebencong doang dibanding scene yang dalam sepuluh menit dalam ke-graphic violence-annya berhasil jadi sama memuakkannya dengan 145 menit (premiere version) salò-nya pier paolo pasolini. gambir meracuni tamutamunya dengan obat yang membuat mereka paralitik masih bisa mendengar melihat dan berpikir tapi tidak bisa bergerak selama 10 menit dan sambil membacakan monolog yang tidak begitu jelas kedengaran dari artikulasinya yang buruk sambil ketawa ketiwi menyembelih mereka satu persatu. siapa yang tidak akan bahagia menonton henidar amroe dibenamkan mukanya sampai mati di mangkok es buah dan marsha timothy ditembak kepalanya sampai otaknya terceraiberai di meja makan (ternyata dia punya otak) ? selain fun scene ini juga makes total sense. gambir telah dibikin numb oleh channelchannel voyeuristis sadis di herosase dan sekarang ia hanya nyengirnyengir puas waktu menggorok ario bayu dan menancapkan matanya di gagang gelas anggur. apakah kita telah dibikin senumb gambir juga sehingga kita bisa tenangtenang saja menonton scene ini malah tersenyum penuh syukur o lucunya ? dan yang lebih penting lagi gambir yang dulunya sekedar penonton masokis di depan tv yang menayangkan channelchannel gore di herosase sekarang berubah menjadi aktor utama super sadistis yang mempersembahkan episode unggulan dalam film seri channel 13 starring thalida sasongko (karena seperti dari footage koh jimmy yang darahnya muncrat dan menumpahi lensa kamera di depannya waktu lehernya digorok kita tahu bahwa christmas dinner ini pun direkam oleh hidden camera herosase) ! the objectified becomes the subject ! the oppressed becomes the oppressor ! atau mungkin selama ini gambir adalah aktor utama di channel 14 herosase: sebuah bildungsroman gore seorang psikopat, pollock meets braindead ? sampai di sini pintu terlarang seperti penyempurnaan kala film joko anwar sebelumnya yang juga berusaha mengkombinasikan cerita legenda dan gore kacangan dengan kritik sosial. sampai di sini sangat berhasil. ceritanya lebih seru dan kritiknya juga nyampe. sayangnya setelah scene christmas dinner ini masih ada tiga scene lagi yang malah seakan mengingkari argumenargumen film ini sendiri. film ini jadi berubah menjadi sebuah bathtub story seperti cerita2 tentang monster bertetek lima yang mengejarngejar kita dengan sinar laser yang memancar dari putingputingnya tapi kemudian untungnya ini semua cuma mimpi dan nenek sudah menyediakan segelas susu coklat dan roti pake meisjes warnawarni buat sarapan yang sering kita karang waktu SD. karena ternyata anak kecil yang disiksa tadi adalah gambir sendiri dan gambir yang sebenarnya ternyata sekarang meringkuk di salah satu sel bawah tanah di museum fatahillah yang sudah disulap jadi sanatorium. seluruh film ini termasuk scene gorrific christmas dinner tadi semuanya ternyata hanya ada di kepalanya ! mungkin juga memang film pintu terlarang ini hanya satu dari sekian banyak film yang sudah berputar di kepala gambir sejak di umur delapan tahun ia menggorok leher kedua orang tuanya tapi tidak menggorok lehernya sendiri seperti dalam aborted bildungsromannya versi pintu terlarang dan kemungkinan ini lucu juga tetapi tetap saja secara filosofis scene in bikin kentang. apalagi setelah ini seperti layaknya dalam kebanyakan ceritacerita sekar ayu asmara penulis transexual novel pintu terlarang yang ceritanya diadaptasi jadi screenplay oleh joko anwar masih ada lagi juga twist yang seperti juga di ceritacerita sekar ayu asmara yang lain mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan betapa banyaknya twists dalam kehidupan manusia atau mungkin di kepalanya sendiri: gambir yang telah keluar dari sanatorium ternyata telah jadi romo* yang dengan tekun mendengarkan pengakuan seseorang yang baru saja membunuh istrinya sendiri. o how ironic life is and how hypocritical our deeply religious semi-urban society ! dan film pun berakhir dengan shot patung bunda maria. saya tidak ingat patungnya bunting atau tidak.

*p.s. apakah akan pernah ada film yang mengandung kritik sosial macam ini termasuk kritik terhadap hipokrisi moral yang berlandaskan nilainilai agama di indonesia tapi memakai setting makanmakan lebaran dan kultum di masjid ? kassian aja agama kristen/katolik selalu disuruh memanggul salib dosa semua agama yang telah turut berkontribusi dalam kebobrokan moral ini.

Learning to Love Below or Go Back

i was reading frank o’hara’s lunch poems i was trying to go to sleep
i was thinking how did he get the lines to sound so hurried
maybe he was hurrying when he wrote them i read stories about how he stormed into stationery stores and quickly wrote his head on unoccupied typewriters
—wrote his head is that a bushism ?
i envy his flying thru the streets of new york
in 1959
—never like that fake possessive construction ‘his flying’, whats wrong with ‘him’ ?
me flying now thats a sentence i like
then i can alight on an unoccupied blackberry
and update my status on facebook
what am i doing now ?

Layman Atlanta

and then went down to the zeus
and then a room on fire
and then under the bushes under the stars
and then please approve comments otherwise yer readomattic will show panty lines-like
and then odysseus got tired of the underworld and bought a manicotti at a jersey bakery. didn’t even look back once
and then gatoloco wiped cum off his mouth and freestyle a zen koan right then and there though no one knows when and where
and then jaemanis rubbed her cunt like really hard she passed out with the sound of nightingale ringing in her arse. in the morning there was a void within and without the mosquito net
and then paratactically nothing makes sense even since collages don’t work when the juxtaposition is done by a piano teacher who refuses to learn how to tune his instrument
and then i haven’t thought enough about life in the last eight months because i’ve been too busy living it
and then there is no poetry when there’s no internet at home
and then my mind is firefox 3.0 with multiple tabs open and a read-it-later everyman’s library sans dustjacket add-on icon in the top right hand corner
and then i dream of a widget that can summarize all of the tabs into a sentence
and then the widget was me

Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi Saya tidak akan fotocopi blog entrymu lagi

Rating: ★★★
Category: Other

wetiga ternyata jauh lebih kecil dari yang kami bayangkan. Selama ini kami hanya pernah melihat foto-foto tempat ini melalui website-nya, sebuah angkringan 2.0 yang katanya dibanjiri lebih dari 50 blogger dengan GDP (Geek Domestic Profile) satu notebook + satu netbook + paling tidak satu geniusphone per kapita pas pembukaannya. Kami pikir tempat secanggih itu pasti bisa memuat penonton dalam jumlah tidak terbatas. Bagus, karena kelihatannya KebunKata ‘Fotocopi’ kali ini akan dihajar pengunjung yang banyak, karena selain patron-patron BuMa yang biasanya, Anya dan Mikael juga akan membawa murid-murid Poetry Workshop mereka yang diadakan bareng majalah Cheng (haikuis handal semuanya!), dan iqbalibul si empunya wetiga juga telah mengundang teman-teman Pesta Plurker 2008-nya. Selain itu tentu saja ada 4,362 orang yang telah memencet ‘Yes’ pada pertanyaan ‘Will you be attending this event?’ di laman facebook mereka. Facebook/email/Y!M/yahoogroups blast kali ini kelihatannya benar-benar gokil punya berkat poster dan flyer yang didesain dengan ciamik oleh gedongproject dan hatihitam. Kami memang tidak terbiasa dengan acara-acara kecil yang sok akrab.

Sore itu, Sabtu, 20 Desember 2008, saat berdiri di depan angkringan yang masih belum ada secuil pun tape bakarnya, saya, Mikael, dan Kartika, Ana, Wuri, dan Oswald anak-anak dari poetry workshop tadi langsung panik. Rasanya tak mungkin bahkan mengisi ruangan yang kata orang Betawi ‘angin kentut juga kagak molos’ ini dengan penonton, karena sekarang sudah jam 19.00 dan hanya kami yang sudah datang! Memang pada saat bersamaan ada beberapa acara menarik lainnya yang sedang berlangsung. Sebagian besar anak BuMa sedang menghadiri kawinan Tika BuMa, dan salah satu moderator yang biasanya paling jago membakar massa rasanya pengen saya bakar saja jenggotnya karena disms dan ditelponin gak jawab-jawab.

Karena terbiasa dengan acara yang ramai dan meriah, tentunya kami tidak ingin tampil dalam ruang yang kecil dan itupun kosong melompong, bukan?

Di pelataran parker yang serba conblock dan geli-geli basah habis hujan, gedongproject membentangkan 20 meter lino yang baru saja ia beli di Blok A karena baru sore itu kami mendapat SMS dari iqbalibul memberitahukan kalau walaupun dia yang usul acaranya lesehan saja tapi wetiga tidak menyediakan tikar! Karena kami tak yakin kalau semua anak BuMa adalah kaum asketik seperti kami yang terbiasa duduk di papan berpaku, maka meluncurlah gedongproject di atas kereta SupraFit-nya yang super irit 1:55. Tapi sudahlah, kami sudah terlanjur di sini, sekalian saja bersenang-senang dan jadikan acara ini seperti KebunKata BungaMatahari seperti biasa!

Sambil berusaha menekan rasa panik dan stress, kami bersiap-siap. Saya berkutat dengan MacBookPro, proyektor in-focus, dan sambungan wi-fi yang ternyata lo-fi, sementara gedongproject mempersiapkan puisi fotocopi visual-nya yang sumpah jenius (berupa apropriasi found text di dalam dan sekitar Kebun Raya Bogor) dan mari kita semua berdoa semoga segera ia upload di YouTube. Setelah itu kami masih harus direpotkan dengan di mana membeli bir karena warung ini andalannya susu jahe.

Jarum jam menunjukkan pukul 19:30, penonton mulai berdatangan. Kaget juga saya melihat banyak penggembira Pesta Plurker 2008 yang datang lumayan awal. Kemudian akhirnya ada juga anak BuMa lain yang datang, poetry slammer jorgy dan anak BuMa baru dari Jogja, Saut Situmorang.

Lino bermotif parket Rp 9000,-/m mulai terisi, belum ada yang siap membuka acara, dan browser di laptop gedongproject menolak bekerja karena bajakan punya. Putus asa tak berhasil mengutak-atik Flock 2.0 (Beta version)-nya, kami putuskan pakai saja laptop iqbalibul yang ternyata berwallpaper foto ceweknya yang juga anak BuMa cieee. Akhirnya gedongproject habis kesabarannya menanti youknowwho dan setelah basa-basi sebentar langsung membuka acara dengan membacakan satu puisi Hasan Apsashoney (ayo gedong tolong copypaste yang mana).

Acara dimulai. Saya kemudian membacakan puisi ‘Spirit’, karya Tomy DG yang ia fotocopi dan perkosa dari ‘Aku’-nya Chairil Anwar (‘Ku tak perlu minuman soda itu!’), kemudian saya mengundang Oswald, Kartika, dan Ana untuk mempermalukan guru workshop mereka dengan membacakan puisi-puisi mereka sendiri yang asyik punya (contoh: ‘hitam rambutnya/tak sehitam hatinya/pendek tubuhnya.’ Perfect senryu!), kemudian Endang Johani, anak baru BuMa juga, membaca puisi tentang anaknya yang menurutnya ‘difotocopi dari saya, tapi hasilnya buram’ dan mengundang tawa terbahak-bahak dari hadirin (siyal!). Tapi, bukannya kesal, saya malah bersyukur, karena paling tidak suasana sekarang sudah santai.

Saya tak mau bicara panjang-panjang. Hanya ingin bercerita bahwa mungkin karena harapan yang terlalu menggunung karena promosi yang okeh, acara yang mungkin sebenarnya sudah lumayan okeh, apalagi setelah jorgy tampil dan acha menggebrak dengan solo jembenya (don’t do a peterpan on us please otak and chair!) terasa agak adem-ayem padahal udara panas keringetan bau bir hasil belanja gedongproject di Lingkaran K.

Yang sempat tampil juga malam itu adalah anak BuMa baru dari Jogja, Saut Situmorang, yang mempertontonkan versi video poetry sajaknya ‘di kepalaku ada gempa’ yang dimuat di buku kumpulan puisinya ‘otobiografi’ (di situ berjudul ‘bapa kami yang ada di sorga’) dan bisa disaksikan di multiplynya. Kemudian Yusak anak BuMa Bandung yang berlambaian tangan ala Ratu Elizabeth dengan bayangannya sendiri di tembok yang kita tembak dengan infocus yang siap menayangkan blog siapapun yang mau membaca puisi langsung dari situ.

Sesuai dengan semangat BungaMatahari yang percaya semua bisa berpuisi, saya terus mengajak hadirin untuk maju ke depan dan berpuisi. twosmokingbarrels, salah satu pendiri BuMa yang lama bertapa menekuk lutut kemudian meluruskannya kembali dalam irama dangdut Jamaika akhirnya tampil juga setelah lama absen dari dunia kangouw BunKat, ditodong membawakan salah satu puisi dahsyat di thread ‘tante d lagi apa? buat puisi, ya?’ di multiplynya, kemudian pendiri BuMa yang satunya lagi, violeteye membawakan puisi andalannya ‘pilih sendiri petualanganmu’ yang membuat malam jadi terasa makin panas dan kelam (in a good way).

Penampil makin banyak, dan insomnia saya semakin menggila. Tak apa, kalian yang merasa dilupakan, silakan hajar saya di thread reply. Oya, sebelum lupa, penampil satu lagi yang saya ingat dan penampilannya mengejutkan karena rambutnya sudah tak lagi gondrong adalah gema yang masih juga mengalirkan spirit Jim Morrison walaupun penampilannya sekarang lebih Morrissey.

Waktu yang tadinya terasa berjalan lambat sekali, tiba-tiba sudah hampir habis. Acara lambat laun tutup sendiri seiring dengan perpindahan orang lebih mendekat ke gerobak angkringan yang menawarkan berbagai macam cemilan gaya Surakarta Hadiningrat. Suara saya membacakan puisi anak baru BuMa dari Jogja, Saut Situmorang, ‘kinda blue’, diiringi gitar delta blues Robert Johnson jorgy, tidak cukup kuat melawan suara arang berkeletik membakar sate babat.

 

*sesuai dengan spirit tema BunKat ini, ‘fotocopi’, laporan pandangan mata ini saya curi semua kata-kata(dan spirit)nya dari salah satu hasil reportase investigatif jurnalis sastrawi BuMa, si cawathitam, di sini.

GUGUR PUTRA

: gedongproject

 

gugur, gugur pahlawanku
buka pintu, tambah sribu
SunnySunny
jantungku berdebar tiap kuingat padaMu
SunnySunny
mengapa ada yang kurang saat Kau tak ada
SunnySunny
melihatMu menyetopMu itu yang kumau

mana Sunnyku mana Sunnyku ?

SunnySunny
begitu banyak puisi tak habis tentangMu

Kau membuat kuberantakan
Kau membuat kutakkaruan
Kau membuat kutakberdaya

Kau hancurkan aku dengan argomu

tak sadarkah Kau telah bolongi dompetku ?

tetap, tak akan kulupa
cinta pertama di jok belakangMu
Kau, Nissan Sunnyku