kunaik ke atas bukit
kutabur bungabunga dari dalam jala
kuterjun dari atas bukit
kutangkapi bungabunga itu satusatu
dalam mulutku
pantone 292*
aku tak mau lagi bawa lentera
yakin akan akurasi GPS-ku ke arah hatimu
mata pun kupejamkan
pohonpohon tinggal perasaan
jalan seperti awan
oleholeh pun ku tak punya, hanya keringat sedikit dingin di tangan
aku tak sempat pula pakai deodoran
tak sempat sikat gigi
tak sempat mandi
tak sempat melatih teknik ciuman
kemarin cicak jatuh dari langitlangit kamar
ekornya putus
apakah ini pertanda sesuatu ?
aku tahu terasmu tinggal sepuluh depa di depan sana
aku seperti perenang buta
bernama nirwan
berwarna asalasalan
aku akan hancurkan terasmu
bakar atap rumbiamu
biar kita berdua moksa ke dalam pilu
*ditulis sebagai jawaban buat puisi maria ingrid, “warna temaram”, di milis bungamatahari
Yang fana adalah Twitter
Yang fana adalah Twitter. Plurk abadi:
memungut hashtag demi hashtag, merangkainya seperti #bunga
sampai pada suatu tweet
kita lupa untuk @siapa.
“Tapi,
yang fana adalah Twitter, bukan?”
DM-mu. Plurk abadi.
*merusak sajak mumualoha yang merusak sajak sapardi djoko damono
live forever
who wants to live forever
liam and noel ?
weren’t they just being ironic ?
like that guy in 24 hour party people who said:
‘second coming ? i like it.’
and shrugged his emaciated indie-kid shoulder.
but you, my forest fairy, have been picking up pieces of irony
since day one, since yer last ex’s fingers got stuck
in yer angel hair. don’t ever comb ’em out, nothing is ever as good
as a memory inaccurately recalled. of a love that will not be
forever, of happily ever after: everything about it
is better left unsaid.
bunga*
bunga pertama yang kupetik
untukmu
asalnya dari kebun orang
tumbuhnya di kebun orang
tapi aku memetiknya
untukmu
yang kedua serumpun tulip
kubeli dari toko bunga berwarna kuning
aku tak tahu di kebun mana tulip tulip itu tumbuh
tapi aku tahu
aku mencintaimu
yang ketiga lama sekali datangnya
seolah aku sudah lupa
aku mencintaimu
aku mencintaimu
*judul asli: “Flowerz”. dari buku kumpulan sajak Mikael Johani, We Are Nowhere And It’s Wow. diterjemahkan oleh Intan Febriani.
rainbow white-e
For Edo Wallad
il miglior fab bro.
tergoda romantisme kota
mengantar ekstasi
kepada teman di ratu plaza
selamat ulang tahun
semoga hidupmu penuh pelangi
ah
rezeki pasti datang kembali
jawabku
pada pertanyaannya
kenapa begitu murah hati
jika tua
aku tak ingin dikoyak-koyak sepi
lebih baik punya memori
tentang jakarta
kaki-kaki emas
dibungkus jas hujan
SEJARAH JAKARTA – Kanto II
the year of your lord
she went to the corner store
Keluarga Lestari
for a box of pens
a copy of the da vinci code on the cashier’s table
an english-indonesian dictionary
two books in chinese
you’re selling the da vinci code too ?
old man behind the cashier
white hair left-parted glasses
chocolate liver spots on arms and face
his ?
yes the engkoh’s
the engkoh wrote the receipt for her pens
iya
berarti besok tanggal dua belas ya?
iya dua belas
berarti udah sembilan tahun ya?
iya pak udah sembilan tahun waktu itu kena pak ?
enggak
sementara ia tertidur dengan gadis kawanua di sisinya
di sofa bulukan di d’place
sebelum perjuangan tiga jam menuju tepi ciawi
dalam estafet angkot-omprengan-angkot-angkot
lebih seperti sebuah simfoni
di mana are we there yet tidak lagi punya arti
di tebet timur dalam
sementara janjinya adalah ikrar jurnal perempuan
untuk berdikari dalam diam
di kota itu ia yang memikul jiwanya
harus berjuang
melawan bullshit
and images corporeal
kaki berbalut clarks
kadang cydwoq
(dalam kota tanpa sidewalk)
kadang springcourt depuis 1936
(kota ini depuis 1619 menurut susan blackburn
née abeyasekere)
turun di depan TIS
kaki kanan belakangan
berjalan buru-buru
menuju matahari terbit
dan parking spot idaman
tapi itu nanti
atau telah terjadi
dalam segarra akanan
suburbia larangan
aspal yang bergerinda
those were nokia engage-QDs that were his eyes
he got the idea off his brother
to strap life on a piece of string
around his neck
better that than an albatross he said
dan the imagery of euripides
ini hari ketiga ia mengurung diri di luar kamar
dalam sesak hatinya
mari kita tinggalkan
sementara ia tertidur di lantai tiga sebuah salon di palbatu
menteng dalam
sepelemparan cimski dari assisi
tempat obama dulu dicaci maki
negro lu !
terlalu simbolik untuk diingat
di kota yang penuh dengan warnet 24 jam
gay guys chatting in multiple windows
cut uncut ?
posisi di mana sob ?
posisi gimana ?
karena tekanan mommy
menghapus muntah dari poni
sihir rendra: permainan top bottom
ini masa pre-RT
dan mas ads tems menunts lo biks testi
dibiks duls sebels dibaks duls
malah dibaks
ia bahkan tak punya waktu untuk tiga hari sebelum selamanya
dan sebuah invitation letter dari merton college, oxford
untuk belajar human rights and wrongs
dengan collins pocket french dictionary
in colour
english > french
en couleur disparu
dreaming of notoprajan
naga mas
dan collobrières
pagi emas dalam sebuah citroên
dan soundtrack romanthony
remembrance of things past
in search of lost time
take your pick
lydia davis
but why
melani budianta
why not imagine her imagined audience
bibsy soenharjo
perhaps you could’ve become a real poet
gak pake belungsing ya
sementara ia tertidur di taxi putra
menuju pinggir jakarta
89.2 melipur lara supir
yang bermimpi tentang indomie telor dobel
dari warung yu siti cikupa
‘bangunkan saya setelah melewati batas’
sementara ia tertidur di atas kap suzuki jimny
terparkir manis untuk menyembunyikan dirinya dari roti bakar eddy
setelah muntah anggur murahan di pagar tetangga
yang akan menemukan rumput jepangnya berwarna merah besok pagi
di samping kuburan
embun menciplak di kaca yang menempel ke bibir mungil
dan ibunya merencanakan seribu macam cara untuk mengakhiri nyawa sendiri
tiga tahun sebelum ia mengubur egonya
dan menikah lagi dengan masa depan yang lebih stereoscopic
tidur panjang di savana tanpa ilalang
yang tak bisa menyembunyikan seekor jangkrik dan sebuah kitab
dalam rak best-seller
dengan stiker ‘self-pitying literary awards
2004 short-listed’
iya
waktu itu terhina pak?
iya
dan ia pun berjanji
sesepi apa pun hatinya
ia tidak akan pacaran lagi
sampai ia merasakan gemparnya
history as fiction
tidak seseru embassy setelah neken setengki
maupun dilarang masuk dragonfly
karena dandanan yang kurang upmarket
sementara john k.-john k. berbalut t-shirt junkies
memantulkan armani exchange di lantai dansa
kemudian the obligatory fashion show
dan kereta labu berubah jadi honda beat
cewek-cewek anorexic membayangkan diri agyness deyn
paul van dyk we are alive and well in this sickening city
minta kahlua dengan sedikit eiskaffee
di atas sofa yang baru diupholstered
dengan motif pembunuh berkeringat dingin
sementara ia tertidur dalam kamar
mengumpulkan bacol dalam angan
ex-girlfriends dan friends of ex-girlfriends
cunts and arseholes
loose fit on his withering cock
di perjanjian baru terjemahan lama
2007 seperti abu jenazah
melekat di lengan baju
melesak masuk ke lubang hidung
saat yang kauinginkan adalah kekhusukan yang anggun
pecalang yang mengarit semanggi agar bade bisa lewat
melanggar arus berputar tiga kali di daun-daun semanggi
roh diharapkan tahu jalan kembali ke plangi
begitu indah
dan pointless
gimme abu bakar ba’asyir anyday
dan secercah keyakinan di jenggot santanya
sementara ia tertidur di meja bar bb’s
setelah bertukar baks dengan tony q
pesta pantai di lantai 3
salam damai dari steven & danar prameztee
hilang dalam kesetiaan kepada pacar yang anak sos
sehingga ia kehilangan semua temannya
dalam chatting y!m sekali-sekali
dan kunjungan incognito yang selalu dihantui
lost in seminyak
dengan bunga kamboja
di pusarnya
SEJARAH JAKARTA – Kanto I
and in the year 2009 basi zeke khaseli was a boylien
magical mystery tour of kebayoran baru dan sekitarnya
his latest solo project
poet and song-destroyer
better than his band
or @Leonardoringo
busy twittering their lives away
rain in november
@yoshife writing haikus on his job descs
laughing at unnameables catfighting on plurk
he made it at last
on his own
sans TOA
sans pig masks
sans a tank in the background
kurusan sekarang
bajingan tenan
dan mengantarkan ekstasi ke teman
tak ada artinya
dibanding matahari yang pecah di binaria
melindungi mata kaki dari lebam kobis busuk
dan sabut kepala di aspal
kan bisa pake loop
sabtu itu playground
dan manusia manusia dar berbagi pelangi
rajawali hitam
hoffman
dan candyman
serentetan kutipan dari chairil @edophilia dan si possum
biarlah orang tidak mengerti yang penting happy
ini akan menjadi puisi epik tentang kota dan cinta matiku padanya
dengan melek sadis
LEKDIS
dan gaya sepa
ada pantulan manja di dahinya
ada pantura manja di dahinya
kemudian jika @jokoanwar kembali mereka sebuah #trendingtwoppic
semudah membalik pantat
kota kembali hujan RT
dan twitter police
kemarahan pondok labu @mumualoha
#cumadiciledug @Destesita
telah pindah ke pos tumben
lihat saja di google earth
pin a 1967 vespa super on the roof of the joglo superindo
it took me seven pancious original pancakes to understand you
and your javanadian concept of sehidup semati
LEKDIS!
i truly envied the musicality of your multiply posts
the easy indolish haceppity
the lack of gengsi
unlike @clovique
who made me frown
question the sanity of durga tattoo
she lies
turning her back on co-dependency
and a series of coolies as boyfriends
a year with a ripe pumpkin
and random calls from teman yang bertepuk sebelah tangan at 3 a.m.
to hear stars shooting in the dark of her kos
misunderstanding lorrie moore’s puns for reality
mencari remah-remah hati dalam rené char
siapa tahu bisa menunjukkan jalan pulang
untuk mengerti efek alcools
dan pengaruh valery
pada peradaban
kan bisa pake loop
dan anak-anak ahensi pun berlomba pitching sofistikasi
so sophistic !
dan #twitterstory tentang bersetubuh dengan mayat suami
sudah 40 hari
dan kontolnya masih kenyal
malam-malam di rumah retak
mulut menganga menonton casper dengan lengan baju yang menyala-nyala
dan kijang ber-coat of arms singa
the three lions of bosnia-hergovina
menembus tembok
yes i’ve got a question mr kubrick !
kenapa aku merasa seperti berada di luar angkasa ?
tentang proyek air bersihnya yang gagal di eritrea
dan kapan mereka akan beli kamera lomo
yang tak akan membuat hidup terasa
slo-mo
basi lo
kan bisa pake loop
mencari bagaimana cara terefektif meng-convert .lit menjadi a picture of a clit
yours baby
ia ngorok seperti buto !
lihat #jaemanis !
datukmu tertidur kelelahan setelah semalaman mengusung duka
puisi tidak seharusnya dibacakan di stasiun kereta api
maupun ditulis di wc
atau dijadikan mainan bayi
puisi itu agung
adiluhung
makkethungthung
nek mung arep njaluk duik rasah nggambleh dhisik !
ra ilok
jaréné
dan anggoro gunawan pun menghilang
di tepian sirkuit sentul katanya
tidak seperti antasena
ia tidak bisa membunuh luka
hanya dengan menghentakkan kakinya
begitu juga @holiday_sendiri
mereka semua telah menjilat jejaknya sendiri
dan mati
seperti antareja
di mana lagi aku akan bisa membaca tentang seorang pekerja LSM lokal
menggerus aspirin dalam sendok teh dengan ibu jari
pada pukul 4 pagi ?
katanya
jawa koh takue !
kembali kepada fiction as history
sekaligus pembelah
tidak semua orang mendapatkan fasilitas Retweet (BETA)
selangka undangan Google Wave kepada orang yang tidak hip
jikalau kemudian ia memindahkan semua figurine koleksinya
ke dalam hati binyonya
siapa yang akan xoxo egonya ?
kan bisa pake loop
bagaimana bisa jika macbookpro telah digasak pencoleng
di siang bolong
gunting besi dan gembok karatan
pintu laundry yang gentayangan
abdullah harahap !
short
gothic-y
a possessed girl pissing in your face
worms eating your vitals
all a dead metaphor for
the dead
kan bisa pake loop
lengkap dengan facsimile jiwa wilfred owen
deru campur debu sebagai sampul buku
didn’t really work
yang bisa dijual oleh valerie eliot
kepada faber and gwyer
posthumously
semuanya bisa diatur
dalam thick description
apalagi think description
sementara negara semakin mendekati level middle earth
dan bunga matahari tumbuh di dada-dada orcs yang gosong
lidah pink di sekeliling ring
oh your precious
suatu hari berhenti dengan hujan
dan lampu send online yang menolak menyala
padahal selalu receive
dan pc/activity pun selalu standby
nanggung
belkibolang 250.000
how right he was
how prescient
il miglior fabbro
the better medicine man
kan bisa pake loop
sexquisite corpse
barangkali telah kuseka namamu
sebuah biografi, tak pernah minta ampun lagi pada siapa pun
– lihat, bu, aku tak menangis
aku pengin meledak sekaligus jadi peluru
sebuah biografi, tak pernah minta ampun lagi pada siapa pun
depan jendela gadis mengurai rambut
aku pengin meledak sekaligus jadi peluru
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar seterang guruh
depan jendela gadis mengurai rambut
ketika maut mencegatnya di delapan penjuru
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar seterang guruh
susu haru segala perempuan
ketika maut mencegatnya di delapan penjuru
terbuka bunga dalam hatiku!
susu haru segala perempuan
sebulan sudah kutinggalkan new york
terbuka bunga dalam hatiku!
tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu.
sebulan sudah kutinggalkan new york
langit seperti berbentuk huruf y
tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu. tidak perlu.
– lihat, bu, aku tak menangis
langit seperti berbentuk huruf y
barangkali telah kuseka namamu
5 poems by Tishani Doshi
sometimes me and my wife do translations for money. for a lot of money ideally. these ones we did for okay money. for the indian embassy. jokpin read the translations. tishani doshi read the originals. all poems by tishani doshi. all translations by Mikael Johani and Gratiagusti Chananya Rompas.
WAKTU ITU KITA PERGI KE PANTAI
Waktu itu kita pergi ke pantai
ibu-ibu di Madras sedang menyisiri
Marina, mencari anak hilang.
Jerami beterbangan di udara, napi-napi
berkeliaran di jalanan, rumah-rumah menari
bagai marabahaya bersembunyi dalam angin.
Aku melihat wanita menggenggam tepi dunia
yang bocel-bocel dalam satu tangannya,
memandang ke balik candi yang masih berdiri,
seperti dirinya, utuh—betapa menakjubkan!—
di antara puing-puing yang menyala di bawah matahari
India Selatan. Kemudian ia menyeka dahi
dengan tangannya yang satu lagi,
sekali, begitu anggun,
dan kelihatannya memang hanya ia
yang mampu mengubah dunia,
membawa kita kembali ke kedamaian kasur-kasur bisu.
TUBUH TAHU
Tubuh itu menari di kamar gelap
meliuk, melekuk
sampai kulitnya mampu menerima cahaya yang pecah,
menyelinap seperti bayangan di antara rangka dinding,
menangis—keras—memekik
tentang mimpi-mimpi berat yang pudar.
Semua ini adalah pengembaraan.
Tubuh itu kembali ke tempat asalnya,
pindah dari sana ke sini—merangkak—
mencoba lari, bagai batang pohon
mencari sisa kulitnya,
petunjuk tentang dirinya yang dulu.
Mungkin ia samudera berpigura tulang,
sepasang burung putih bersih,
terbang dari mimpi satu ke mimpi yang lain
menyumpal celah di antara ingatan
dan getaran; menjahit tulang belakang
dengan pembuluh darah, bulu dengan borok.
Ia memungut organ-organnya yang jatuh,
membaringkan diri ke dalam berlapis-lapis
air yang mengental; akar di atas
dahan di bawah, kaki menyerah ingin tahu.
Beginilah dunia memutar balik,
beginilah langit yang jauh menemukan bumi kembali.
KURIR
BIARA BUNDA YANG MENYINARI, KERALA
Suster di sini sedang memberi tahu ibuku
ia memungut anak-anak
yang cacat, berkulit gelap, atau perempuan.
Yang ditemukan telanjang di jalanan,
tertimbun sampah, dibungkus dalam karung,
ditinggalkan di depan pintu.
Salah satu dari mereka digali seekor anjing,
yang mengira kepala yang menyembul sedikit di atas tanah
adalah sepotong tulang atau kayu, sesuatu untuk dikunyah.
Anak inilah yang akan dibawa pergi ibuku.
***
BANDARA MILWAUKEE, USA
Orang tuanya menunggu di gerbang.
Mereka orang Amerika jadi mereka tahu tentang upacara
dan tradisi, tentang mengikuti aturan.
Mereka belum pernah melihat maupun menyentuhnya,
tidak tahu kegemarannya mencabut bulu-bulu tangan,
atau bahwa ibunya pernah mencoba menguburnya hidup-hidup.
Tapi mereka menangis.
Kami tidak bisa berhenti menangis, kata ibuku,
sambil merasakan betapa aneh tangannya yang kosong.
***
Anak ini dibesarkan oleh kaset video,
ia telah menyaksikan bagaimana ia dipindahkan dari tangan perempuan satu
ke tangan perempuan lain. Kemudian ia kembali ke sudut-sudut senja
ke hari kelahirannya.
Ia lahir di gubuk reot
di luar batas desa
tempat ibu-ibu membuang kehidupan
menonton tubuh keluar dari tubuhnya,
meraba-raba: berpeniskah atau tak berpeniskah?
melemparkan bayinya ke gundukan bayi-bayi lain
kemudian berjalan gontai pulang untuk ditiduri laki-laki mereka lagi.
MUDIK
Aku lupa Madras begitu cinta bising—
begitu cinta tetangga dan perempuan hamil
juga Tuhan-tuhan dan bayi-bayi
dan para Brahmin yang bangkit
seperti lagu untuk api yang setiap kali
memanggang udara dengan gempa bumi.
Aku lupa pengantar jenazah selalu berisik
memukul gendang dan menyebar mawar sepanjang jalan
menari-nari dan menulikan kematian.
Aku lupa pedagang kaki lima dan kucing-kucing
menyebar suara percintaan pada tembok kamar tidur dan gang-gang malam,
mirip opera dan gelap gulita.
Aku lupa mobil atrèt menyanyi Jingle Bells
dan skuter-skuter bertenggorokan lori.
Aku lupa warna pun tak bisa diam.
Aku lupa nelayan-nelayan perempuan berbaju merah menyala—
rok dan mata ketiga yang berpendar-pendar
dan gelang seperti planet-planet kasar
Aku lupa perempuan Tamil berjalan-jalan pagi
berseragam sari dan bunga melati dan sepatu kets—
mencabik-cabik hari dan kesunyian yang tipis.
Aku lupa laki-laki yang sekarat di bawah perahu rusak
pun masih menagih janji;
Aku pun lupa semuanya bisa bisu bagai laut
jika hari terluka; permukaan bumi berubah
segampang matahari menembus
hujan muson yang mencerai-beraikan semuanya.
KEMBALI JADI LAKI-LAKI
Pagi ini para laki-laki kembali ke dunia mereka lagi
menunggu di tepi trotoar hitam
menanti becak membawa mereka pe