no afgan

selepas cut copy aku menggelar lapak, berjualan harem pants, kaos kutang dan potongan-potongan keriaan. juga booties tak lupa. dalam berbagai macam gaya dan warna. namun angin malam seakan tak mau beranjak dari diam. sehingga kubuka lagi sekaleng dua anker 500ml dan kutenggak gedung-gedung bertingkat bersamanya. seorang pelanggan bertanya, “apakah tersedia repetto zizi homme dalam whiteContinue reading “no afgan”

canberra

dickson noodle house. memesan laksa dalam kenangan. lokomotif yang diam di dalam gelas bir. kamusta. dion magabut bersama malam di rambutnya. gerimis yang menyinari lampu jalanan. paginya ke cockington green. sebuah miniatur kesedihan raksasa. tanteku berjalan pakai krek dan menyetir mobil sendiri. holden too common. woden interchange. action buses. merambati kota tanpa ironi. cooleman court.Continue reading “canberra”

1

tante sophie berteriak minta tolong. aku ingin jujur. tapi aku berada di belakang sebuah periskop. seperti ada sepotong atap di dadaku, menahan air yang bertetes ke selokan. ada tiga garis cakaran harimau di paha indo tante sophie yang putih dan mulus, melelehkan karat dan pernis. aku ingin jujur saja. ya, tante sophie. seperti menatap lubangContinue reading “1”

haik

delapan tawanan perang ditugaskan mengubur delapan kawan mereka yang telah ditembak mati. delapan tawanan perang yang masih hidup ini, yang ditugaskan mengubur delapan kawan mereka ini, terdiri dari 5 orang belanda totok, dua orang indo, dan satu orang inggris. mereka masuk ke dalam hutan, masing2 memanggul satu kawan mereka yang telah mati dan telanjang bulat.Continue reading “haik”

Abdoh Rinbo’s Odyssey

pulang gampang bagimu al-wajid yang selalu menemukan detik ini juga apa yang ingin kau temukan jalan pulang menembus semak belukar telur paskah bercat ungu menempel di lebam mata kau tak punya alasan untuk bermurah hati al-mu’akhkhir kau yang maha bisa menggagalkan segalanya tapi sudilah berikan kami kapal portugis dengan layar setengah terbakar pun tak apaContinue reading “Abdoh Rinbo’s Odyssey”

AL-SHU’ARAA’

“Lihatlah, penyair selalu dibuntuti oleh orang-orang yang kalah lihatlah mereka terseok-seok di setiap ngarai yang mereka lewati menjual obat yang tak pernah mereka minum sendiri.” Tapi Al-Mudhill, Tuhanku Yang Maha Penghina pilihan apa lagi yang kupunya kalau kau telah berkomplot dengan Plato dan mengusir kami dari blueprint surga? Selain kata-kata yang mengalir di benang-benang optikContinue reading “AL-SHU’ARAA’”

HIKAYAT USMAN BIN AFFAN VOL. 1

di sudut tendanya usman bin affan menghitung merjan mengkilap upeti kurir yang mengantar pesan menyerah dari raja-raja sejazirah arab tahun depan, kordoba! pikirnya. dielusnya janggut yang keriting seperti sulur anggur dibelainya kuran dari kulit onta, percikan-percikan darah di sudutnya ya muhammad, jalan pedang membawa kejayaan lebih cepat daripada badai gurun melenyapkan pucuk tenda pedagang kurma!Continue reading “HIKAYAT USMAN BIN AFFAN VOL. 1”