want

Atau aku ingin jadi pacarnya, atau pembantunya, bagian dari hidupnya sehari-hari. Mungkin tukang ojek langganan yang bisa menanyakannya pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan dia jawab juga. Atau dia jawab tapi tidak kedengaran karena udara di saat kita bergerak cepat bisa jadi begitu bising. Aku ingin menontonnya mengeringkan badannya yang kecil telanjang di depan cermin kamar mandi.Continue reading “want”

turangga-rangga (v.2)

buat @pepsigolda selesai. dalam kerumunan sale dan penggorengan keramik. mau kuukur hujanmu dalam measuring cup? mumpung masih diskon. IDR250k atau menonton janet jackson. begitu susah memesan aisle dalam penerbangan airasia. tidak perlu lagi npwp, hanya customs tax yang harus dipecahkan dalam botol anggur. selamat malam, rokokmu terbalik. kau menghisap ujungnya yang berapi dengan kegeramanmu. jompo.Continue reading “turangga-rangga (v.2)”

boneka kaca*

oleh Gratiagusti Chananya Rompas   boneka kacaku kemarin pecah aku terjatuh dan ia pun terjatuh berkeping-keping di atas lantai kamar tidurku lalu kubeli sekaleng lem buatan jepang yang kutukar dengan begitu banyak lembar ribuan (ah, uang jajanku habis sudah!) di sebuah toko buku elit tempat bule-bule kaya datang dan habiskan rupiah mereka kupikir lem mahalContinue reading “boneka kaca*”

Mala…*

oleh Danar Pramesti    Adakah ucap tersisa? Bisakah waktu bercerita? Kirimlah semua yang kurasa Lewat malam di antara rel kereta Atau mungkinkah bajaj berkata? Benarkah sepeda berdansa? Sambungkanlah semua yang kurasa Lewat telinga dalam belanga Aspal jalanan berubah warna hitam… kehitaman… abu-abu… lalu hilang rata… agak rata… lubang-lubang Sampaikanlah pada PEMDA ia butuh dana Aku butuh cinta celana bunga-bunga dalam sarung akuContinue reading “Mala…*”

office de tourisme

di kemang aku berjalan jalan di piazza del duomo melempar pisang bakar kena baling baling kincir angin di den haag berlari lari mengitari place de la concorde isirahat sebentar di bawah tur efel berpikir tak terlalu lama tentang hidupku yang dhedhel dhuwel seperti luxor sebelum melanjutkan perjalanan terseok seok ke zagreb

sesuatu afrizal malna*

ledakan-ledakan kecil jadi kebakaran dalam tubuh saya. saya adalah orang yang percaya dengan referensi. abad yang berlari bukan puisi saya, itu puisi indonesia. di senen, di dunia saya, telinga bisa dijadikan kuping. hidup adalah getaran lantai bis kota. dada datang dari dunia yang tidak bernama. saya kembali ke tubuh saya. saya percaya dengan pekerjaan-pekerjaan fisik,Continue reading “sesuatu afrizal malna*”