CXVIX

Ini mungkin tidak akan menjadi sesuatu yang utuh: Aku hanya ingat tentang kau di beranda rumah orang tuamu di Lismorepohon mangga di sudutnya masih kuncup, banjir belum lama suruttanah masih berdarah seperti langit sebelum jam enam.Bau pohon gum. Knalpot ute yang mendentam. Kau seperti sedang bersenam tai chi, atau falun gong, atau hanya salah satuBroadwayContinue reading “CXVIX”

Lebih kedat ke tahi

hey moorie, mungkin akhir-akhir ini ini memang blog yang paling mewakiliku. memang awalnya aku memulai blog yang paling mewakiliku akhir-akhir ini ini dengan tema «lebih dekat ke hati.» hati siapa dan lebih dekat bagaimana dan bagaimana caranya itu lain soal lagi. aku pilih trope lorrie vollmann karena, karena aku tidak bisa berpikir tanpa trope lagi.Continue reading “Lebih kedat ke tahi”

Broken english social scene

seperti kalau kau membuka multiply orang yang tak kau kenal kecuali lewat mugshot mereka yang lama kau hiraukan kemudian kau berpikir wow! hidup mereka begitu modern dan mengerikan. mengerikan karena aku berpikir, aku ingin juga seperti mereka, bermain tenis wii one-on-one di tv layar lebar, tapi mungkin aku tak akan pernah bisa. aku benci orangContinue reading “Broken english social scene”

aku suka kok. aku suka, banyak hal yang tak dijelaskan di situ. tak berlanjut. tak ke mana-mana. heavy stupid conversations yang mengambang bersama asap lints, kemudian lenyap begitu saja. ditelan postcard bergambar pantai, daun pisang, dan tumpukan kelapa. lirikan yang tak dibalas. nona napitupulu genit yang ngambek nangis kemudian berhenti begitu saja. you see deadContinue reading “–”

Akhir dari awal segalanya

restoran murahan yang baru dibuka itu menyajikan menu tiruan yang di daerah aslinya disajikan pagi-pagi untuk orang-orang yang datang bersepeda lengkap dengan jeroan dan rajangan bawang yang mengapung-ngapung seperti kantong plastik dan mayat orang di sungai berair kuning kental. dia biasanya akan memesan pisahan dan menyeka hidung yang keringatan dengan sapu tangan kotak-kotak coklat murahan.Continue reading “Akhir dari awal segalanya”

3 Tahun Sebelum 3 Hari Sebelum 3 Hari Untuk Selamanya

Mungkin hanya kau yang tahu surat ini ditujukan untukmu. Semuanya sudah hampir punah dari ingatanku. Danau itu. Anak-anak berbawahan abu-abu, nasi gila, air mancur jam dua, udara yang rasanya bergetar dengan keheningan yang sempurna. Kita di jantung kota, dan di sini masih ada sepi rupanya. Di situlah, di balkoni rumah nenekmu, di meja sempit yangContinue reading “3 Tahun Sebelum 3 Hari Sebelum 3 Hari Untuk Selamanya”

kepal terbang

dia ingin sedih seperti lorrie. tetap menebar canda dan membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal biar sebuah pemakaman sedang berlangsung di dadanya. you’re funny. aren’t i just. sambil mengerlingkan mata dan menuangkan lagi sesekop tanah ke atas peti yang mengkilat di bawah. tapi dia, dia hanya menggantungkan satu lagi t-shirt hitam basah di ujung-ujung bulu matanyaContinue reading “kepal terbang”

Seandainya Lorrie dan Vollmann adalah dia dan dia

dia tidak tahu juga apakah dia masih iri dengan kehidupan yang lebih fun dan penuh dengan party. kadang-kadang dia berpikir, i’ve had all that. i’ve had it with all that. tapi kadang-kadang dia juga berpikir, dia baru 31 tahun dan dia sudah terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk takut. takut seperti ini. takut seperti waktu ituContinue reading “Seandainya Lorrie dan Vollmann adalah dia dan dia”