Sebagai penulis yang sering dipertanyakan kenapa ângehekâ, ânyinyirâ, âborjuisâ, âkeminggrisâ, saya berhutang banyak kepada puisi-puisi Toeti Heraty (Rest In Eternal Cocktail Party) sehingga akhirnya saya berani menjadi diri saya sendiri yang sepenuhnyaângehek, nyinyir, borjuis, keminggris. Kalau penyair laki-laki sok kosmopolitan segenerasinya seperti Goenawan Mohamad, misalnya, membuat kota-kota di luar negeri sebagai latar belakang eksotis puisi-puisiContinue reading “Madame la directrice, I đ You”
Tag Archives: puisi
Stop asking is this puisi?
Ditulis untuk Kongkow Jawara Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta 14 Desember 2016 Sebuah sayembara puisi hanyalah een rimpeltje in de oceaan, a ripple in the ocean, sebuah riak di tengah samudra usaha kanonisasi Puisi Indonesia, proses yang tak bosan-bosannya berlangsung sejak skena Pujangga Lama sampai sekarang skena Pujangga Hallmark. TermasukContinue reading “Stop asking is this puisi?”
ABC of Saut Situmorang
Aneh bahwa belum pernah ada review yang benar-benar membahas tentang buku kumpulan puisi Saut Situmorang yang diterbitkan tahun 2007, âotobiografi: kumpulan puisi 1987-2007â (o-nya memang sengaja kecil), selain review almarhum Asep Sambodja yang juga pernah dibawakan dalam diskusi tentang buku ini di acara Meja Budaya asuhan Martin Aleida di PDS H.B. Jassin di TIM pada tahun 2009. Padahal biasanyaContinue reading “ABC of Saut Situmorang”
idée fantaisie
suatu malam, kulihat kau menenun matahari tidak ada yang tahu, di balik air laut yang pelangi ada rompi penyelamat yang kempes. oh, lupakan katamu, sambil memilin gelang gelang bambu di dalam sebuah puisi ashbery, bisa ada sebuah mall dan kaleng pomade yang memancarkan cahaya kota namun di dalam koneksi kita yang sebatas sinyal wi-fi hanyaContinue reading “idĂ©e fantaisie”
Nasgitel
Malam ini panas ya Ini, belai sinom di dahiku Tanganmu kurus, mau aku kasih lotion? Boleh, nanti saja di kamarku?
rattled, rush
aku akan memperlambat waktu sehingga satu ditambah satu sama dengan satu sehingga bulu bulu halus di lenganmu
LAPIN
perempuan separuh kelinci, separuh nafsu menolak ajakan makan siangku aku harus segera ke sabana, katanya seorang raksasa t’lah menantiku di sana ia sedang membangun istana aku ingin membuat gaun dari tirai tirainya
pemancar
marilah berbagi intertekstualiti. mari main rock paper scissors dengan oulipoem oulipoemmu. apakah kamu bahagia pernah memeriksa the state of public laundries di rue vilin? apakah perasaanmu saat melihat stiker air gabon di jendela hamam hamam yang tak berpintu? marilah berbagi hati instead. di manakah penjaringan? di manakah muara angke? di manakah tinja tinja yang mengambangContinue reading “pemancar”
taking back what is ours
kehidupanku bukan deleuze bukan pula lavish travels in hyperreality kehidupanku hanya supradit yang menantang takdir di sela-sela bemper vios dan mata yang berair di depan monitor kantor
bahasa atap yang runtuh*
*i’ve found that if you change the order of the nouns or group of nouns in an afrizal malna poem, not only will you end up with a still totally comprehensible poem, you’ll have in your hand a still totally comprehensible afrizal poem! compare the scramble immediately below with the original after it: sapi-sapiContinue reading “bahasa atap yang runtuh*”