jakartah kumuh tercintah

on a cloudy like like today i always think of this bit from a sitor situmorang poem: jakarta kumuh tercinta can’t remember which poem, but that’s the whole stanza. he being mr. coy modernist and all. where did you hide pound’s personae, eh? i can see it bulging out of yer shirt pocket! (it’s ‘belovedContinue reading “jakartah kumuh tercintah”

An(n)a Kar(en)ina

pour Edo Wallad   kau orang sunda, bahasamu seperti burung bernyanyi di pucuk angsana pohon penyembuh segala, masih tersisa satu di pojok kota tua ingatkah dulu waktu kita sering nongkrong di pinggir molenvliet mengenang rimbaud dan sepatu yang lepas kulitnya, liburan di pusuk buhit di sini kita hanya punya gunung salak, senja di beranda denganContinue reading “An(n)a Kar(en)ina”