fight this flower generation

i like flowers

i write about them a lot

though not as much as i read about them

the crimson cyclamen, carlos williams—that cd be my favorite poem

of all time

i think because in this city

flowers are most like people

take the cat’s tail outside my window

the head is swaying a little in the hot air from the air conditioner’s exhaust fan

if that head was a real, human, head

it wouldve felt like exploding

but it doesnt it just sways a little

like saying yes repeatedly

to whatever life has to offer

good or bad

heat or more heat

love or one day in a hotel room somewhere in cikini

ok, at the marcopolo

i gave a rose to a girl

single stem

petals still closed so she could take it home and put it in a vase

quarter filled with salted water

a few minutes after she left

a text message alert on my mobile:

‘sayang, i forgot the rose, dont be angry, ya’

she was lying

she was married

it wouldve been hard work explaining the rose to the husband

i didnt care

shed left the rose in the rubbish bin

i picked it up

picked the tiny petals off one by one

scattered them like little red parachutes on the perfect white sheet

napoleon’s army in velvety red coats

sleeping in unforgiving cossack snow

plane easy

im fixing an aeroplane in my room

the wings are folded like sheets

the instrument panel—empty drink holders

not quite

theres a half drunk root beer in the directional gyro—

i like fixing aeroplanes

its like doing the sunday crosswords

or reading a really great book

like a dostoevsky

your head ceases to exist

you forget this thing is supposed to fly

or that to do that again

i will have to pull down the walls of my room first

forgive me forgive me not

bosan bukan perasaan yang patut diingkari
serupa jatuh cinta
maupun pikiran malas untuk bunuh diri

atau keinginan menato seluruh tubuhmu
dengan lukisan raden saleh

rasa rasanya wajar dan rasional
menganggap bosan sekedar khayalan

tapi akhir akhir ini aku berpikir
bosan bisa jadi senyata
kemuraman radikal* seorang kapten kapal

semua ini karena aku tiba tiba teringat pertama kali kita bertemu
di sebuah pertemuan keluarga besar di margaux
kau datang sebagai pacar seorang sepupu

di tengah tengah aku bercerita tentang rencana tunanganku
kau tiba tiba menyela:
‘kau kedengaran begitu yakin, nih, have some more ragout!’

garpu garpu berhenti di sekitar dagu
pacarmu, sepupuku, menepuk bahumu

sedikit terlalu keras

hahaha, aku tertawa ringan
hahahahahaha, aku tertawa lebih keras

dan meja berguncang dengan perasaan lega dan sisa cemas

you’re a funny one

you’re The Funny One

You’re The Funny One For Me, Funny

sekarang setelah entah berapa kali main kucing kucingan
dengan sepupuku yang sekarang suamimu
bertangkai tangkai mawar di tempat sampah

sekarang yang tersisa adalah menonton Oprah
dalam diam, kepalamu di dadaku
dan kepalaku penuh dada dada baru

bukan sejarah yang bisa dihiraukan
maupun saling memahami yang mampu dicampakkan
tidak seperti di film film antonioni:

we understand each other
and we get to keep our clothes on

bosan bukan perasaan yang patut diingkari
rasa rasanya wajar dan rasional
kepalamu di dadaku dan kepalaku penuh dada dada baru

*dicuri dan dimodifikasi dari ‘kemurungan radikal’ di Goenawan Mohamad, Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai, KataKita, Jakarta, 2007, hlm. 133.

me in prambors poetry attack (buma thingy—edo wallad, il comandante)

Start:      Dec 15, ’07 11:00a
End:      Dec 15, ’07 12:00p
Location:      prambors 102.2 fm (jakarta only)

me reading these poems on 102.2 fm prambors rasisoniasisoniaanakmama, the next day (sunday) too, same time, or if not, saturday week, same bat channel etc.:

*La flèche d’or*

Di sebuah taman
dengan satu bangku merah
di tengahnya

Seorang gadis berjalan
menendang udara
di depan kakinya

Ranselnya berat
menyimpan baju tamsir
dan sekantong panah

Matahari menyala
seperti terompah
raja

Daun daun gugur
bersama
sama

Si gadis lupa
membawa
busurnya

*poem inspired by the mahabharata # 1,000,002,103,007,968,001,662*

seorang jagoan akhirnya datang
ke medan perang

bersenjata panah
dan beberapa butir merjan

bertopi laken
dada telanjang

jari lentik
angan melayang

penuh fantasi
besok menang!

di belakang pasukan kaki
si jagoan mengamati medan

formasi supit urang
satu peleton membangkang

sangkakala dari cangkang
panji koyak di tiang

di depannya chylabborak
pax dan lord of mice

di sampingnya yudhistira
nakula begawan abiyasa

di belakangnya
istri istri membakar dupa

si jagoan mengangkat busur
berlapis kulit ular

menunggu sangkakala
dan langit bergetar

tak lupa dikulumnya
sebutir merjan

semesta mengkilat
di ujung putingnya yang tegang

diarahkannya busur ke awan
dewa dewa pun berlarian

pekik terompet
dan jerit panik prajurit

akhirnya!
si jagoan tersenyum

panah dilepaskan
dan dunia menyala

bagai daft punk alive 2007
@ coachella

aerodynamite!
harder, better, faster!

stronger than anything
homer had ever imagined

si jagoan membuka matanya
merjan pahit di mulutnya yang kering

di sekitarnya
lingkaran hitam

sepi
tanpa tepi

tinggal dia sendirian
merentang busur kosong

awan lenyap
udara berbau mesiu

di kejauhan
tiga pohon hangus

si jagoan menyeka keringat
di sekitar mata

menundukkan kepala
memandang jari kakinya

sayang,
tak tersisa lagi satu pun pendongeng keliling

yang bisa berblablabla
siapa dia sebenarnya

seorang superhero
human after all

*tenggelam*

you think i’m dead, but i sail away.

akan kusetir mobilku ke tengah lautan.

kusampaikan salammu untuk ubur-ubur yang menyala

dan karang biru yang tidur

bersama kaleng fanta.

aku berdansa di buritan tampomas II

cover band memainkan arcade fire, tanpa biola.

aku berpolka bersama putri duyung, tak berbeha

kita sama-sama menjerit: laika!

di kedalaman seratus depa

ombak tinggal dingin yang berat

dan aku tak lagi ingin menggali terowongan

kembali ke darat.

you think i’m dead, but i sail away.*

*the pixies, wave of mutilation.

*kau dan aku selalu / baks duls selamanya*

dulu semua tergantung pada
jari-jari yang tenang melin-
ting papier yang katamu
lucu seperti kulit kentang dan

angin yang bersahabat
pada tembakau yang ruwet
seperti pubic hair pacarmu
yang bulan depan datang

dari brighton, kota pelesiran,
3 hours on the tube. itu kalau
ingatanku tak salah, katamu
sambil mengecap bibir yang

tak sabar. tentang brighton,
jauhnya dari london, atau
jadwal kedatangannya? tan-
ya udara di puncak gedung

femina. di sini, saat ini, jang-
an tanya apa-apa lagi. aku tahu,
kita hanya berdiri di pinggir
kuningan, tapi rasanya seperti on

top of the world! aku ulur-
kan tanganku, kubelai se-
mangka yang mulai berair di
matamu,* karena aku setuju

yang kurang sekarang hanya pa-
rasol yang tak akan menyembunyi-
kan melankoli buah-buahan di kafe-
teria tempat kita nanti makan siang.

*semangka berair ini dicuri dari Afrizal Malna, ‘Menanam Karen di
Tengah Hujan’, dalam Seperti Sebuah Novel Yang Malas Mengisahkan
Manusia, IndonesiaTera, 2003, hlm. 46.

*Re: [BungaMatahari] JKT:KMG*
by malaikat kecil

Kemang hilang. Dalam ingatan kucaricari tak ditemukan. Lost in memory.

Wajahmu misteri di balik tembok. Punggungmu tekateki bergambar pinball
machine city.

Macet, traffic light berwarna kuning. Tidak ada hijau dan merah. Transpose,
nada dasar berubah.

Trampoline. Pulpit. Guano. Potongan kemungkinan di peta kabur tahun 60an.
Tersesat. Kau marah

tak terkendali. Muntah muntah. Could you shut the fuck up? Scene berganti.
Scaffolding dan lelaki

tergantung sendiri. Rencana Pembangunan Lima Tahun, bukannya nenek kita yang

skeptik itu masih tinggal di gubug tanpa listrik? Sumpah klobotnya bau
menyan. Piring putih pecah itu melenting. Mercurochrome. Hidungmu berdarah.

Taksi, antar kami gerayangi jalan, siapa tahu Kemang bisa ditemukan.

*merah menyala*
by holiday_sendiri

jam 8.30 pagi saya keluar rumah. ada kucing berukuran sangat kecil yang takut-takut mau menyeberang jalan. tangan kanan saya penuh dengan dua tas. jadi saya gendong kucing dengan satu tangan. kucing muat dalam telapak tangan kiri. lalu saya beri susu di luar pagar. lalu saya berpikir everything can go wrong today but i’m gonna have my own cat. it will love me back. lalu saya senyum-senyum sepanjang jalan membayangkan saya akan punya kucing lagi. waktu kecil kucing saya pernah mencapai tiga belas ekor. tapi saya ibu yang jahat. lalu saya tidak boleh punya kucing lagi. jadi ketika sudah besar saya hanya berpikir bahwa saya punya kucing. tiga jam kemudian kakak saya menyapa lewat yahoo messenger. katanya kucing itu terjepit, tergilas pagar. jadinya kucing itu sekarat lalu dibuang. i killed a cat i thought i saved. rasanya tidak enak sekali. malamnya saya pergi karena harus. saya makan kerak telor, soto betawi, nasi biryani, kentang berbumbu, puding coklat. lalu saya dan teman membeli bando tanduk setan yang bisa menyala karena ada baterainya. kami pakai sepanjang jalan sambil bicara tentang perceraian. lalu kami naik bajay dan di kaca saya melihat dua pasang tanduk merah menyala. lalu kami makan mi jawa. lalu saya melihat ibu kucing dan rasa tidak enak itu muncul lagi. lalu saya pulang dan langsung menyalakan komputer. ada pesan dari kakak saya bahwa saya bisa membeli kucing bagus di manggarai. teman saya yang menginap juga menyarankan itu. tapi-jangan ketawa-saya pikir makhluk hidup dan mungkin juga cinta tidak bisa dibeli. lalu saya menulis beberapa e-mail supaya saya dikirimi e-mail. lalu saya membaca ini. saya sempat terganggu dengan kejujurannya. but no it doesn’t make me love her less. lalu saya menulis i love you all the same di status yahoo messenger. tapi saya salah. perhaps i love you even more.