me in prambors poetry attack (buma thingy—edo wallad, il comandante)

Start:      Dec 15, ’07 11:00a
End:      Dec 15, ’07 12:00p
Location:      prambors 102.2 fm (jakarta only)

me reading these poems on 102.2 fm prambors rasisoniasisoniaanakmama, the next day (sunday) too, same time, or if not, saturday week, same bat channel etc.:

*La flèche d’or*

Di sebuah taman
dengan satu bangku merah
di tengahnya

Seorang gadis berjalan
menendang udara
di depan kakinya

Ranselnya berat
menyimpan baju tamsir
dan sekantong panah

Matahari menyala
seperti terompah
raja

Daun daun gugur
bersama
sama

Si gadis lupa
membawa
busurnya

*poem inspired by the mahabharata # 1,000,002,103,007,968,001,662*

seorang jagoan akhirnya datang
ke medan perang

bersenjata panah
dan beberapa butir merjan

bertopi laken
dada telanjang

jari lentik
angan melayang

penuh fantasi
besok menang!

di belakang pasukan kaki
si jagoan mengamati medan

formasi supit urang
satu peleton membangkang

sangkakala dari cangkang
panji koyak di tiang

di depannya chylabborak
pax dan lord of mice

di sampingnya yudhistira
nakula begawan abiyasa

di belakangnya
istri istri membakar dupa

si jagoan mengangkat busur
berlapis kulit ular

menunggu sangkakala
dan langit bergetar

tak lupa dikulumnya
sebutir merjan

semesta mengkilat
di ujung putingnya yang tegang

diarahkannya busur ke awan
dewa dewa pun berlarian

pekik terompet
dan jerit panik prajurit

akhirnya!
si jagoan tersenyum

panah dilepaskan
dan dunia menyala

bagai daft punk alive 2007
@ coachella

aerodynamite!
harder, better, faster!

stronger than anything
homer had ever imagined

si jagoan membuka matanya
merjan pahit di mulutnya yang kering

di sekitarnya
lingkaran hitam

sepi
tanpa tepi

tinggal dia sendirian
merentang busur kosong

awan lenyap
udara berbau mesiu

di kejauhan
tiga pohon hangus

si jagoan menyeka keringat
di sekitar mata

menundukkan kepala
memandang jari kakinya

sayang,
tak tersisa lagi satu pun pendongeng keliling

yang bisa berblablabla
siapa dia sebenarnya

seorang superhero
human after all

*tenggelam*

you think i’m dead, but i sail away.

akan kusetir mobilku ke tengah lautan.

kusampaikan salammu untuk ubur-ubur yang menyala

dan karang biru yang tidur

bersama kaleng fanta.

aku berdansa di buritan tampomas II

cover band memainkan arcade fire, tanpa biola.

aku berpolka bersama putri duyung, tak berbeha

kita sama-sama menjerit: laika!

di kedalaman seratus depa

ombak tinggal dingin yang berat

dan aku tak lagi ingin menggali terowongan

kembali ke darat.

you think i’m dead, but i sail away.*

*the pixies, wave of mutilation.

*kau dan aku selalu / baks duls selamanya*

dulu semua tergantung pada
jari-jari yang tenang melin-
ting papier yang katamu
lucu seperti kulit kentang dan

angin yang bersahabat
pada tembakau yang ruwet
seperti pubic hair pacarmu
yang bulan depan datang

dari brighton, kota pelesiran,
3 hours on the tube. itu kalau
ingatanku tak salah, katamu
sambil mengecap bibir yang

tak sabar. tentang brighton,
jauhnya dari london, atau
jadwal kedatangannya? tan-
ya udara di puncak gedung

femina. di sini, saat ini, jang-
an tanya apa-apa lagi. aku tahu,
kita hanya berdiri di pinggir
kuningan, tapi rasanya seperti on

top of the world! aku ulur-
kan tanganku, kubelai se-
mangka yang mulai berair di
matamu,* karena aku setuju

yang kurang sekarang hanya pa-
rasol yang tak akan menyembunyi-
kan melankoli buah-buahan di kafe-
teria tempat kita nanti makan siang.

*semangka berair ini dicuri dari Afrizal Malna, ‘Menanam Karen di
Tengah Hujan’, dalam Seperti Sebuah Novel Yang Malas Mengisahkan
Manusia, IndonesiaTera, 2003, hlm. 46.

*Re: [BungaMatahari] JKT:KMG*
by malaikat kecil

Kemang hilang. Dalam ingatan kucaricari tak ditemukan. Lost in memory.

Wajahmu misteri di balik tembok. Punggungmu tekateki bergambar pinball
machine city.

Macet, traffic light berwarna kuning. Tidak ada hijau dan merah. Transpose,
nada dasar berubah.

Trampoline. Pulpit. Guano. Potongan kemungkinan di peta kabur tahun 60an.
Tersesat. Kau marah

tak terkendali. Muntah muntah. Could you shut the fuck up? Scene berganti.
Scaffolding dan lelaki

tergantung sendiri. Rencana Pembangunan Lima Tahun, bukannya nenek kita yang

skeptik itu masih tinggal di gubug tanpa listrik? Sumpah klobotnya bau
menyan. Piring putih pecah itu melenting. Mercurochrome. Hidungmu berdarah.

Taksi, antar kami gerayangi jalan, siapa tahu Kemang bisa ditemukan.

*merah menyala*
by holiday_sendiri

jam 8.30 pagi saya keluar rumah. ada kucing berukuran sangat kecil yang takut-takut mau menyeberang jalan. tangan kanan saya penuh dengan dua tas. jadi saya gendong kucing dengan satu tangan. kucing muat dalam telapak tangan kiri. lalu saya beri susu di luar pagar. lalu saya berpikir everything can go wrong today but i’m gonna have my own cat. it will love me back. lalu saya senyum-senyum sepanjang jalan membayangkan saya akan punya kucing lagi. waktu kecil kucing saya pernah mencapai tiga belas ekor. tapi saya ibu yang jahat. lalu saya tidak boleh punya kucing lagi. jadi ketika sudah besar saya hanya berpikir bahwa saya punya kucing. tiga jam kemudian kakak saya menyapa lewat yahoo messenger. katanya kucing itu terjepit, tergilas pagar. jadinya kucing itu sekarat lalu dibuang. i killed a cat i thought i saved. rasanya tidak enak sekali. malamnya saya pergi karena harus. saya makan kerak telor, soto betawi, nasi biryani, kentang berbumbu, puding coklat. lalu saya dan teman membeli bando tanduk setan yang bisa menyala karena ada baterainya. kami pakai sepanjang jalan sambil bicara tentang perceraian. lalu kami naik bajay dan di kaca saya melihat dua pasang tanduk merah menyala. lalu kami makan mi jawa. lalu saya melihat ibu kucing dan rasa tidak enak itu muncul lagi. lalu saya pulang dan langsung menyalakan komputer. ada pesan dari kakak saya bahwa saya bisa membeli kucing bagus di manggarai. teman saya yang menginap juga menyarankan itu. tapi-jangan ketawa-saya pikir makhluk hidup dan mungkin juga cinta tidak bisa dibeli. lalu saya menulis beberapa e-mail supaya saya dikirimi e-mail. lalu saya membaca ini. saya sempat terganggu dengan kejujurannya. but no it doesn’t make me love her less. lalu saya menulis i love you all the same di status yahoo messenger. tapi saya salah. perhaps i love you even more.

Advertisements

7 thoughts on “me in prambors poetry attack (buma thingy—edo wallad, il comandante)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s