Lord Byron, where hath thou been

Di antara segala macam digresi yang kau paksakanHamam di 18ème arrondissement, sate onta BeduinHarem di pabrik kertas Slough, naik tobogan macanSestina guru yoga, Wordsworth yang seperti MiminDengan jari dan ujung rambutku aku bisa merasakanDi balik ottava rima-mu yang mulus seperti beringinSebenarnya kau hanya ingin menancapkan hatiDi pucuk lilin yang menyala di kamar kosmu di Trinity.

Brilliant disguise (so not)

Restoran itu punya semacam Hindia Belanda chic, dengan pelayan2 tua berambut klimis, berjas putih dengan trimming merah di kerah dan ujung lengan yang menyembunyikan daki, piring logam berkompartemen yang tergantung dari film apa saja yang menemani anda waktu remaja bergaya kafeteria sekolah atau penjara, dan poster2 kaleng bergambar menu2 makanannya circa Pemilu 1955.Tak ada AC.Continue reading “Brilliant disguise (so not)”

Le misérable

Di sebuah taman kecil di seberang Notre Dame aku duduk di bangku batu Di sampingku sekantung pita bread berisi falafel, tabouleh, beberapa biji zaitun Sekaleng Orangina rasa sitrun Mereka harus menunggu Di tanganku buku tipis Remembering William Carlos Williams, NDP811 —James Laughlin, seorang penyair medioker, tapi jujur Membaca surat pertama yang ditulis Bill setelah stroke-nyaContinue reading “Le misérable”

‘Tis clear thou art a loon

The aim of yer chosen passageOf charming masks and bergamotsThe joy of Lot and a quasi-danceThe sadness of yer fantastic disguise Chant in yer minor mode!Love is vain and life opportunistic!The air, the cross, the magic hourThe son & a mêlée on the moon The calm air on the moon is full of tears, beautifulTheContinue reading “‘Tis clear thou art a loon”

‘Tis clear thou art a loon

The aim of yer chosen passageOf charming masks and bergamotsThe joy of Lot and a quasi-danceThe sadness of yer fantastic disguise Chant in yer minor mode!Love is vain and life opportunistic!The air, the cross, the magic hourThe son & a mêlée on the moon The calm air on the moon is full of tears, beautifulTheContinue reading “‘Tis clear thou art a loon”

ETTA TU TOBA

dari Tabo Toba kita berjalan menuju Tuk Tukmelewati jalan batu dan rumpun perdu sinar beku bulan barudari Tabo Toba kita berjalan tanpa doa tanpa petunjukpapan nama luntur menunjukkan arah ke sebuah disko300 m naik ke atas bukit yang dipenuhi salak anjing kampung300 m yang kita jalani dengan hati yang cembung300 m naik ke atas bukitContinue reading “ETTA TU TOBA”

Birthday letters #4 (The Blue Flannel Suit #2)

21 years ago I saw my dead grandmother, naked & lying on her right side where the cancer started. That was the second time I saw her pubic hair. The first time was when I was five. Old men were trying to wrap her pale stomach in white silk. They struggled with the unexpected heavinessContinue reading “Birthday letters #4 (The Blue Flannel Suit #2)”