Seratus ribu burung gereja turun ke halaman rumah yang kosongBeberapa berkumpul di pucuk pohon plum, bercakap dengan langit malam yang terang, Sisanya berterbangan ke sana ke mari, bising menusuk ulu hati,Tiba-tiba semua mengepak pergi, dan sekarang tinggal sepi: tak ada suara sama sekali. Yang Wan-Li, dari versi David Hinton di The New Directions Anthology ofContinue reading “BURUNG GEREJA”
Author Archives: mikaeljohani
(Tak Berjudul)
Mendengar langkah orang di luar, Aku berpikir, Mungkinkah dia? Sementara awan bergerak Menutupi bulan purnama. Putri Murasaki Shikibu, diterjemahkan dari versi bahasa Inggris Kenneth Rexroth di One Hundred Poems From the Japanese, New Directions, 1955, hlm. 56.
(Tak Berjudul)
Setelah turun dari kuda, untuk menjabat tanganmu, Aku bertanya, “Mau ke mana?” Kau menjawab, “Pulang bertapa ke Gunung Selatan.” Aku tak berkata apa-apa, Hanya mendongak, awan putih berarak di kejauhan. Wang Wei, dari versi William Carlos Williams di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 70. Terjemahan oleh Mikael Johani.
SUNGAI SALJU
Seribu gunung: tanpa burung-burung.Sepuluh ribu jalan setapak: telah hilang semua jejak. Dengan sebuah sampan yang kesepian, mantel hujan dan topi jerami,seorang lelaki tua memancing di dingin sungai salju. Liu Tsung-Yüan, diterjemahkan oleh Is Mujiarso, dari versi David Hinton di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 139.
Ya Ya Ya
“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)
When I Travel
You unravel.
Ya Ya Ya
“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)
When I Travel
You unravel.
Buta Kala
Siapkan telingamu, untuk tangis iriku usai film ini, bisikku padamu. Dan layarpun sudah lama dibuka, dan kotak putih di dinding berubah berwarna. Bising yang mendengung di telinga, seorang polisi berparas Sparta. Jika semua orang bersalah, untuk apa jijik pada darah? Dia Eros, semua orang adalah Erastes, apakah kau sepakat tentang itu? Dia Janus, dewa bermukaContinue reading “Buta Kala”
LAST WINTER
It was a little too early in the morning to walk to the train stationthe air still wetthe pavement reeked of pot A homeless man overtook my lazy strollI reached into my pocket: no quarter for you my man,or your empty beer can A pile of paper on ohms, impedance,and the immortal flow of energy:forgetContinue reading “LAST WINTER”