perempuan separuh kelinci, separuh nafsu menolak ajakan makan siangku aku harus segera ke sabana, katanya seorang raksasa t’lah menantiku di sana ia sedang membangun istana aku ingin membuat gaun dari tirai tirainya
Author Archives: mikaeljohani
mulk
I want a kind of plain-ness Your faint, pale moustache A cotton shirt Turbaned around your head I want partying And the careful gesticulation of mad-ness
BANGKIT DARI LAPAK: Abdullah Harahap Dalam Kanon Sastra Indonesia
Artikel tentang Abdullah Harahap biasanya akan dimulai dengan membicarakan statusnya sebagai pengarang cerita-cerita horor murahan—dime novels-lah, stensilan-lah, picisan-lah, sastra kaki lima-lah—yang buku-bukunya dibungkus sampul bergaya ersatz Basoeki Abdullah yang murahan juga dan sampai sekarang di tukang loak pun masih dihargai murah pula. Seperti karakter-karakter malang dalam cerita-ceritanya sendiri yang biasanya tidak bisa membebaskan diri dariContinue reading “BANGKIT DARI LAPAK: Abdullah Harahap Dalam Kanon Sastra Indonesia”
Yang Tidak Dibicarakan Dalam Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta
Sebenarnya aku cukup tertarik/bersimpati/relate dengan kegelisahan yang dirasakan @moulysurya. Bahwa di Jakarta ini hidup begitu bising, begitu penuh neon, begitu penuh omong kosong, sehingga sering jika kita tidak punya cukup uang untuk melarikan diri sejenak ke Bayah, atau Babel, atau Barcelona, kita sering berfantasi seandainya saja kita orang lain, yang hidup di dunia lain, yangContinue reading “Yang Tidak Dibicarakan Dalam Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta”
pemancar
marilah berbagi intertekstualiti. mari main rock paper scissors dengan oulipoem oulipoemmu. apakah kamu bahagia pernah memeriksa the state of public laundries di rue vilin? apakah perasaanmu saat melihat stiker air gabon di jendela hamam hamam yang tak berpintu? marilah berbagi hati instead. di manakah penjaringan? di manakah muara angke? di manakah tinja tinja yang mengambangContinue reading “pemancar”
taking back what is ours
kehidupanku bukan deleuze bukan pula lavish travels in hyperreality kehidupanku hanya supradit yang menantang takdir di sela-sela bemper vios dan mata yang berair di depan monitor kantor
essai du monde
getting up in the freezing cold morning frost on the grass in the backyard at tante ana’s trying to understand macbeth i liked how lady macbeth was fucking hot in the polanski version
nicarahua
reenacting familiar scenes (from a home video) we traced the map of nicaragua to help us trace our possible futures the dead ends taking in all the cold and humiliation we’re on a different plane i’m tracing lines in the sand you’re rebuilding imagination out of vectors
bahasa atap yang runtuh*
*i’ve found that if you change the order of the nouns or group of nouns in an afrizal malna poem, not only will you end up with a still totally comprehensible poem, you’ll have in your hand a still totally comprehensible afrizal poem! compare the scramble immediately below with the original after it: sapi-sapiContinue reading “bahasa atap yang runtuh*”
i’m gay and i’m sorry you’re not gay!*
film indonesia dimulai dari musikal. dulu namanya opera stambul. kemudian berevolusi jadi tonil. sandiwara yang dialognya dinyanyikan. lengkap dengan orkes berpartitur. keroncong, hawaii ukulele pop. (lihat pengaruhnya di bagian-bagian musikal tiga dara usmar ismail misalnya.) <— pelajaran sejarah seni buat @ulil film indonesia pertama lutung kasarung mulanya juga sandiwara yang kemudian difilmkan. g. krugers sutradaranyaContinue reading “i’m gay and i’m sorry you’re not gay!*”