FUCK SASTRA INDONESIA

tahun 2019 saya ikutan london book fair, setelah beberapa bulan sebelumnya ke norwich buat ikutan program mentorship buat penerjemah. sudah lama sebenarnya saya pengen nulis tentang pengalaman waktu itu yang menunjukkan betapa busuknya orang2 yang selama ini pura2 kelihatan begitu murah hati mempromosikan sastra indonesia, betapa para penulisnya juga lebih mementingkan mempromosikan diri sendiri daripadaContinue reading “FUCK SASTRA INDONESIA”

THE JEBLOGS: IS THIS IT?

Pas di hari ABRI 5 Oktober kemarin, saya membaca komentar Felix Dass, penulis dan promotor musik yang sudah malang-melintang di skena sejak pertengahan tahun 2000-an tentang band The Jeblogs di X: “Generasi baru telah tiba. The best thing in Synchronize Festival 2024: The Kick x The Jeblogs. Selesai. No debat.” Post ini disertai video penampilanContinue reading “THE JEBLOGS: IS THIS IT?”

PROPAGANDIS YANG BAIK ADALAH PROPAGANDIS YANG MATI: RENUNGAN SEPTEMBER HITAM

Bandung terlalu cerah untuk September Hitam. Langit biru. Udara nir-polusi. Yang hitam hanya lorong-lorong besi Skybridge yang baru di Stasiun Bandung. Di perjalanan kereta api Parahyangan dengan pemandangannya yang trés mooi indie, seorang teman mengirim pesan di WhatsApp: “Kalau inget di film lewat djam malam stasiunnya kan lumayan authentic euro design tuh, entar kalo udahContinue reading “PROPAGANDIS YANG BAIK ADALAH PROPAGANDIS YANG MATI: RENUNGAN SEPTEMBER HITAM”

A Copy of His Mind: Realisme Komersil Joko Anwar

Apakah penonton sedang going gaga atau mereka mengundang Lady Gaga? Di awal tahun 2000-an, salah satu kata yang paling sering dipakai anak gaul Jakarta untuk mendefinisikan diri sendiri adalah “eklektik”. Segalanya serba eklektik: set DJ, gaya bermusik, gaya berpakaian, ideologi. “Politik identitas” belum masuk kamus, jadi kalau bingung mau present as what, bilang aja, “eklektik.” Continue reading “A Copy of His Mind: Realisme Komersil Joko Anwar”

crawling to voice

some of my earliest memories of australia were of western sydney. summer of 92/93. a democratic socialist party conference at the university of western sydney (i’ve noticed it’s now the wsu – western sydney uni). i had no idea who trotsky was, what was his beef with lenin, were they in different indie bands? soContinue reading “crawling to voice”

Madame la directrice, I 💘 You

Sebagai penulis yang sering dipertanyakan kenapa “ngehek”, “nyinyir”, “borjuis”, “keminggris”, saya berhutang banyak kepada puisi-puisi Toeti Heraty (Rest In Eternal Cocktail Party) sehingga akhirnya saya berani menjadi diri saya sendiri yang sepenuhnya—ngehek, nyinyir, borjuis, keminggris.  Kalau penyair laki-laki sok kosmopolitan segenerasinya seperti Goenawan Mohamad, misalnya, membuat kota-kota di luar negeri sebagai latar belakang eksotis puisi-puisiContinue reading “Madame la directrice, I 💘 You”

an image of noemetan

beberapa soal di luar isi cerpen “keluarga kudus” sunlie thomas alexander yang baru saja ditahbiskan sebagai cerpen pilihan kompas 2022 — terutama kemungkinan cerpen itu mengapropriasi cerita lisan istri sunlie sendiri, yonetha rao yang berasal dari timor (“cerpen di atas sebagian bahan ceritanya dari saya”, tulisnya sendiri di sebuah pembahasan cerpen tersebut di sebuah fbContinue reading “an image of noemetan”

rums

rumah. aku hendak pindak rumah. rumah kata. sebuah bangunan yang terus berubah dari rangkaian patahan lidi. kunci. kakus menabuh kamar koran minggu. rumah daging. rumah pikiran. gudang. di mana tempatmu dalam sastra indonesia, mikael? mau bertamu ke rumahnya atau puas saja melempari batu ke atapnya? tapi aku bukan teman dari atap bahasa? siapa yang mauContinue reading “rums”

osean

goddess white-armpitted seepanas tapi masih maumungkin nanti mampir papaya beli eclairyour nose pockmarked beautytinggal dikerok masuk anginchild-rearing magnifico hipsaku temukan rumah pohon untukmusungai dingin dahan onesieat half trot kena lampumaghrib bau lavenderrattled by the lushpagar hitam menungguudah lama nggak ke pand’ora sonnet to contain a hole