le petit chaban 176 ribu bolehlah di cawanku cukup untuk mengeringkan hati yang lembab di jakarta masihkah ada gadis yang hanya lucu? kalau kucipikumu akankah kau cipikaku? sudah seribu kali aku menonton dvd bajakan casablanca bagaimana kalau bogart berbeskap jawa? rexona 24 hour protection di keteknya rub it again, sam rumah orang indo di denContinue reading “le petit chaban”
Tag Archives: puisi
ante scriptum
—terdampar lagi di kamar ini wallpaper motif trellis mengelupas di sana sini dua lampu sorot tepat di atas kepala lubang angin berbentuk hati layang layang tanpa ekor di langit sana —langit di sini selalu biru Pantone 292 —bukan misteri juga sebenarnya seandainya aku bisa mencegah menciumnya di pojok bar gelap dan seminggu kemudian bilang yaContinue reading “ante scriptum”
aku dan zakarta
aku tidak bisa menulis dalam bahasa indonesia karena. sore ini aku dan zakarta menonton sebuah film tentang papua dan lanskap geometris pikiranku yang berbanding terbalik dengan sinergi kepalsuan dan kebimbangan zakarta. aku dan zakarta berjalan dalam naungan payung esprit menuju kehangatan yang dipaksakan di lobby eks-eks-wan. aku dan zakarta senang menemukan blog yang puitis tanpaContinue reading “aku dan zakarta”
bye
aku ingin sekali dimengerti namun yang bisa kulakukan hanya menyalakan lampu teras melambaikan tangan, kemudian sembunyi
dérangement
Malam ini semua sudah bobok Aku hanya ditemani lampu babi dan laptop yang telah kututup setengah jam. Yang lalu ingin tidur Tapi aku masih bermimpi tentang the mild hallucinations of poetry.
Man In His Off Hours
“please do not unwrap books seek assistance from our staff” the staff thin waifish girls in unstable pumps tapi ingat ini terjadi 33 menit kemudian. sebelum itu setelah mendengar kondektur mendongeng tentang sore: grogol kosong! seorang pengamen berpunggung tembok art nouveau bandung circa nineteenthirtyfour seorang gadis berlengan naga dan daun-daun hijau bertopi nelayan bersuara kawakanContinue reading “Man In His Off Hours”
through the eye of terror
sore ini kau siapkan pesta perpisahan rumah putih di pojok jalan karton-karton bir lilin-lilin dalam cawan keharuan yang dipaksakan musim gugur cukup hangat jumper kugantung di balik pintu di badanmu gaun hitam tipis bertali sepatu apa kau sengaja? “kurus sekali kau sekarang ada rongga di pipimu.” belum waktunya berangkat dan kita tenggelam dalam tawa oprah,Continue reading “through the eye of terror”
jurnal perempuan
Bangkit dari tidur sejaman di bawah meja kantor, aku keluar ke Tebet yang cerah, langit tanpa awan, warna-warna yang rupawan. Hijau (kau tentu tahu apa yang), coklat, merah, biru, kuning bakwan. Bola oranye sempurna di kejauhan. Beberapa bulan yang lalu di sebuah siaran radio, pada sore yang mirip, seseorang dari Badan Metereologi dan Geofisika menjelaskan,Continue reading “jurnal perempuan”
mengambang
after afrizal malna dong Kita akhiri hari di kamar mandi umum dong. Lihat deh lantainya yang kesat. Kamu suka dong debu dan daun pohon gum? Pegangin sabun untukku dong. Biarin plis ujung telunjukku menyapu bulu-bulu halus di atas bibirmu. Aku ingin melakukan semuanya dalam diam dong. Aku tidak suka suara pintu lepas dari engsel plis. Aku tidak suka kucuran airContinue reading “mengambang”
godila
Kau buka pintu dengan bahu dan setumpuk map di pelukan «Hai, tempat ini lucu» «Ya, sayang sekarang kau baru datang.» Aku memesan cappuccino sepuluh ribu dan kau teh mint, empat tumpuk sandwich dengan keju, kemudian «Bagaimana, how are you?» «Mereka masih mengupdate berita tentang dia, terakhir, she’s pregnant, dan benua itu masih developing saja. Kamu?»Continue reading “godila”