jurnal perempuan

Bangkit dari tidur sejaman di bawah meja kantor, aku keluar ke Tebet yang cerah, langit tanpa awan, warna-warna yang rupawan.

Hijau (kau tentu tahu apa yang), coklat, merah, biru, kuning bakwan.
Bola oranye sempurna di kejauhan.

Beberapa bulan yang lalu di sebuah siaran radio, pada sore yang
mirip, seseorang dari Badan Metereologi dan Geofisika menjelaskan,
“Hari ini awan pecah, panas mengoyak jalan.”

Angkot reyot yang melaju cepat, dan seperti katamu, calon penumpang
yang mengejar semakin lambat.

Sesuatu yang samar: bunga mekar di mulutmu, dan tanganku yang erat
mencengkeram trotoar.

Antara keinginan memeluk mbak-mbak kantoran yang ramah, atau setia
pada pacar yang menunggu di rumah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s