pikronpikron

Sore ini kau siapkan
pesta perpisahan
Rumah putih di pojok jalan
karton-karton bir
lilin-lilin dalam cawan
Keharuan yang dipaksakan

Musim gugur cukup hangat
Jumper digantung di balik pintu

Buatmu gaun hitam tipis bertali sepatu

Apa kau sengaja?

“Kurus sekali kau sekarang
ada rongga di pipimu.”

Belum waktunya berangkat
dan kita tenggelam
dalam tawa
Oprah, Springer, bau lavender

Bergandeng tangan
kita berdansa
bersama Billy Bragg
dan kisah martirdom seorang santo pemburu cinta

Ingin rasanya menyelinap keluar
hanya untuk:
papaî, khoréutès lulos
oukéti psopheiî!

Tapi kesopanan harus dijaga
dan kesedihan
yang belum sampai puncaknya

A day in the life of a Jakarta urban professional (circa early 21st century)

Multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply,
work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work,
multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply,
work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work,
multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply,
work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work,
multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply,
work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work,
multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply,
work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work, multiply, work

Putra Express

                di taxi
setelah pesta—lima pitcher bir
dan banyak berita
di ubud panas membungkus bunga
paus malas lewat lagi di lamalera
di upper room scotland adalah a corner pub
di dalamnya se-pint jakarta

                selalu
gelas diisi—tak pernah dibiarkan
lebih dari setengah kosong kurang dari
setengah terisi
ledakan ledekan
di mana kau menciumnya?
jari leleh mengelus pipi 

                aku
ini sudah lama—aku suka malam ini
ternyata kau juga hanya mencari
percakapan yang bakal menggema
setelah kursi dibalikkan di atas meja*

                menangis
bahagia—atau hanya perih menatap
puncak kota? neon, bulan, awan
bersaing aura—berjuang menembus
robek riben di jendela

*baris ini dicuri dari status facebook gratiagusti chananya rompas (aslinya in engles).

Cimetière du du du du

Since a lot of peope hate me
I often fantasize
scrapping hospital floors
on the last few days of my life

Like you Lorine Niedecker!

Never heard of her?
My point and not my point
exactly

I also fantasize
getting famous
posthumously
having my Collected Works of Poetry
compiled, curated, collated, lovingly
by Marjorie Perloff
published by Grove
It will have a paean-y foreword
by Ted Hughes’ ghost
He will declare me
the Progenitor of
Urban Agricultural Third World Asian Poetry
written in broken
atom-bombed
I=n=g=l=i=s=h=l=y

I will be a living legend
on the centenary
of my death

My grave
plot G05 in San Diego Hills
will be scattered with flowers
and coins like Jim Morrison’s
the one in Père Lachaise
exactly

(God forbid I like the guy
but like almost everybody else on earth
I’m a big fan
of Val Kilmer)

He is buried
in the hearts of many
around the globe

And that sounds, I must admit, just nice and dandy

A hippy chick with droopy tits
—no bras—
absolutely
will sing A Case of You
on top of me
while her boyfriend play tabla
to the pigeons peck-pecking at imaginary falafel crumbs
on the smooth Italian marble top
of my elaborate gravestone
gravely

She will mean
e ve ry word
exactly

But mostly
I think of Lorine Niedecker
and her giant bottle of Vim

Everynobody sing it now!

If I
could drink


a case
of me


I would still be
on my feet

Since a lot of people hate me
I don’t care what people
or I think exactly

Verse, verse, no chorus, middle-eighth break (reprise)

du du du
           du du
du du
       du du
du du
    du du
du du

du du

semakin lama semakin susah menemuimu
di antara segala macam hiper-keisengan kota ini
bayangkan beratnya menahan godaan
memesan mozza whopper dan curly cries
bayangkan susahnya tidak mencari-cari kelucuan
pada baliho the kingdom dengan jennifer garner yang kelihatan seperti edward said

mmm-a-l is this too personal?

duluakuseringmelihatmudisepanjangjalancikiniraya
dengan pisau di pinggang dan frank o’hara
—lunch poems, edisi city lights
menyembul di kantong belakang celana khaki gombrongmu
kadang-kadang kau lemparkan pisau itu ke tengah jalan
dan ujungnya akan mencungkil sebongkah aspal
kadangkadangkadangkadangkadangkadangkal
-a kau coba paksakan membeli hotdog dan coklat malt
bersama hantu maïakovski dan segumpal awan di celana dalam
-mu

du
    du du
du du

du du
    du du
du du
    du du

du du

du du

this poem could be about you
this p-p-p-
             oem
could be about
            
             who

aku hanya bisa bergantung pada sekali-sekali
tersesat di sebuah restoran ye olde
di dalam ruangan famili yang kosong melompong
melihat ke pojok, dan:
kursi kayu tua berpunggung rotan
koyak-moyak

(seperti sebuah set film hantu
yang benar-benar dihantui
dan ditinggal (mati) semua kru)

kau meringkuk di atas kursi itu
mengambil ancang-ancang
menerkamku!

mmm-a-l
            is this
                too
                                                                                                                   

                                                                                                                     phanta
                                                                                                                               smal?