and i will never come back
Blogged with Flock
Eine kleine Mekifantasie
tiga baris lirik yg akan saya tulis sebentar lagi di kepala saya selalu saya anggap sebagai baris2 yg ditulis oleh obbie messakh. karena itu saya sering menganggapnya dan sering bilang sama orang lain bahwa saya menganggapnya lirikus terbaik indonesia masa 80-an. dia, bukan ebiet g. ade. (dont i sound old.) tapi sebenarnya saya tidak pernah mendengarkan sama sekali lagunya, saya tidak tahu judulnya, bahkan saya sebenarnya tidak benar2 tahu apakah tiga baris lirik ini memang karangan obbie messakh, atau apakah tiga baris lirik itu bunyinya benar2 seperti itu, atau apakah memang tiga baris, atau dua, lima? atau bagaimana sebenarnya mengeja nama obbie messakh? saya ingat samar2 seorang teman pernah bilang bahwa seorang kritikus sastra, di kepala saya saya ingatnya adi wicaksono tapi saya google namanya ternyata dia sudah mengubah namanya (dasar orang jawa) jadi wicaksono adi, some change!, pernah bilang bahwa obbie messakh (anggap saja utk sementara ejaannya yg benar memang begini) adalah lirikus yg bagus dan dia (adi wicaksono/wicaksono adi) memberikan tiga baris lirik tadi sebagai contohnya. sebenarnya teman saya sih yg memberikan contoh itu. dan menceritakan semua itu. jadi bisa saja sebenarnya semua ini pendapat teman saya hanya dia kurang pede dan menyitir nama adi whateverthefuckyournamelah supaya kedengaran meyakinkan. atau semua ini hanya karangan teman saya dan dia berbohong belaka. mungkin dia gila. mungkin obbie messakh juga tidak pernah ada.
atau mungkin juga saya yg mengarang semuanya, memori ttg teman saya yg bercerita ttg adi fuckwit, yg bercerita ttg obbie messakh, yg menulis tiga baris lirik itu tadi. teman saya itu sendiri. tapi kelihatannya sih tidak. i think i do, still, exist.
ini tiga baris tadi:
‘di bawah payung hitam
rambutku dan rambutmu
bersatu dalam diam’
genius! and they might even be real.
im posting str8 from flock
tis like eating with no fork
str8 in yr hand
grimy from a day hanging off buses
rub the dirt off
flick it
lick it to form a paste
play-doh
a world much better
than tomorrow
Blogged with Flock
christopher robin wants to fuck robin wright-penn
but then he realizes
she’s a girl
and winnie-ther
doesn’t approve of lesbianism
unless it’s out in the open
and layered with honey
ellen is not funny.
i think
i think if you wear a skirt and no underwear theoretically
you’d be closer to the earth than the average
anything
but
1. you can wrap a rainbow stole around yer head and run around a market
in all the inherited glory of a queen of the kalahari
2. see how her eyes are always watery
3. and let it trail behind you like a flying advert for nothing
4. maybe like for how beautiful is the sky when it wears a rainbow stole around its head
5. anne carson! help my phrasing!!
6. my parsing can wait. 6 is a good number
to begin
a gorilla war against gimpy grey clouds
hi-5! (don’t forget, this soil is your friend, don’t piss on it.)
then u can solve perennial problems like hv i been bugging her too much about this proposed meeting?
but shes the one who came up with the idea!
yeah then u just yank it out of yer pocket and do the calculus.
nothings is unsolveable when uve got gadgets in yer pocket.
when uve got the answers to the world in yer pocket.
just make sure mamees sewn the holes shut for when its a rainy day.
halo mas goen,
kadang kadang
eh sering deng
saya suka membayangkan
mas goen meloncat melewati sirkel api
tapi gagal
perut mas terbakar
terus aku berdiri tegang
di bangku sambungan yang bergoyang goyang yang yang
pengen tahu juga
tuhan bisa mati juga nggak
gara gara kecelakaan konyol
kemudian gajah bertaring tinggal satu
mengencingi perut mas
bunyinya cesssssssssss
asap putih melayang layang
ya, begitu saja tuhan
doaku malam ini
ayo kabulkan
salam,
HAMBAmu.
Blogged with Flock
halo nyonya old money,
tahukah nyonya
kami semua tumbuh besar
di balik kehangatan rambut sasak nyonya
sama sekali tak pernah ada niat di hati kami untuk keluar
di sini nyaman empuk sekali
bau melati
terima kasih dan salam hormat,
penyair2 mestizo paruh kedua 2000-an.
he’s reading rainbow stole: 17 women poets from indonesia and when he gets to sirikit syah’s “the ballad of maryamah and the son of wind” he thinks he would’ve liked it if there were 18 and the last was himself.
Lima kata dalam satu baris.
Gertrude Stein, dari Lima Kata dalam Satu Baris, diambil dari ubuweb.