sing, memory

tiga baris lirik yg akan saya tulis sebentar lagi di kepala saya selalu saya anggap sebagai baris2 yg ditulis oleh obbie messakh. karena itu saya sering menganggapnya dan sering bilang sama orang lain bahwa saya menganggapnya lirikus terbaik indonesia masa 80-an. dia, bukan ebiet g. ade. (dont i sound old.) tapi sebenarnya saya tidak pernah mendengarkan sama sekali lagunya, saya tidak tahu judulnya, bahkan saya sebenarnya tidak benar2 tahu apakah tiga baris lirik ini memang karangan obbie messakh, atau apakah tiga baris lirik itu bunyinya benar2 seperti itu, atau apakah memang tiga baris, atau dua, lima? atau bagaimana sebenarnya mengeja nama obbie messakh? saya ingat samar2 seorang teman pernah bilang bahwa seorang kritikus sastra, di kepala saya saya ingatnya adi wicaksono tapi saya google namanya ternyata dia sudah mengubah namanya (dasar orang jawa) jadi wicaksono adi, some change!, pernah bilang bahwa obbie messakh (anggap saja utk sementara ejaannya yg benar memang begini) adalah lirikus yg bagus dan dia (adi wicaksono/wicaksono adi) memberikan tiga baris lirik tadi sebagai contohnya. sebenarnya teman saya sih yg memberikan contoh itu. dan menceritakan semua itu. jadi bisa saja sebenarnya semua ini pendapat teman saya hanya dia kurang pede dan menyitir nama adi whateverthefuckyournamelah supaya kedengaran meyakinkan. atau semua ini hanya karangan teman saya dan dia berbohong belaka. mungkin dia gila. mungkin obbie messakh juga tidak pernah ada.

atau mungkin juga saya yg mengarang semuanya, memori ttg teman saya yg bercerita ttg adi fuckwit, yg bercerita ttg obbie messakh, yg menulis tiga baris lirik itu tadi. teman saya itu sendiri. tapi kelihatannya sih tidak. i think i do, still, exist.

ini tiga baris tadi:

‘di bawah payung hitam

rambutku dan rambutmu

bersatu dalam diam’

genius! and they might even be real.

Advertisements

5 thoughts on “sing, memory

  1. huakakaka…
    mgk temen lu itu emang boong mik. tp klo menurutku sih, kutipan si kritikus itu tidak akurat, itu rangkuman dr lebih dr satu lagu obbie messakh.

    “yang, hujan turun lagi, di bawah payung hitam kuberlindung” itu dr lagu ciptaannya yg dinyanyiin ratih purwasih.

    ttrus, “rambutku dan rambutmu menyatu dalam diam”, itu dari lagu yg lain lagi, yang aku lupa.

    aku jd inget lirik ciptaan eros djarot yg dinyanyiin chrisye, jg sedahsyat itu: “kutidur, di dalam pelukmu, di antara rambut yang terurai”

    mgk obbie messakh terinspriasi eros djarot.

    tp lirik2 lagu indonesia yg dulu dibilang cengeng itu emang keren-2 kok. misalnya lagu poppy mercuri (alm) ini: “jangan kau benci..aku dan dia..krn ku sengaja..membalas sakit hati padamu.”

    daaaaaaaan, itu terjadi jauh sebelum melly goeslow dipuji2 sama para feminis krn lirikr lagunya yg dinilai penuh perlawanan thd laki2. hohohoooo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s