Satellite, thou artway out of time, butworry not my cling-wrapped love I will grow wings and fly through space, dock and wipe the bug off thine interface. Thy will be done, before Mars goes past its prime.
Category Archives: Uncategorized
Binhad Nurrohmat Has Got No Balls, Or Brain!
Saya geli sekaligus ngeri membaca Binhad Nurrohmat dalam “Menganiaya Puisi …” (Kompas, 21 Mei 2006) begitu marah pada “kritik gadungan” yang “menyatakan kesimpulan tanpa data yang komprehensif, tanpa fakta yang tepat, dan tanpa analisa maupun pembuktian yang meyakinkan,” (ini di alinea 2) tapi sampai alinea 6 waktu dia mengulangi lagi pidatonya, “Mari menilai dan mohonContinue reading “Binhad Nurrohmat Has Got No Balls, Or Brain!”
Now We Go To A Live Interview With Cicero
Pasti, Archias akan puasdengan ingatan tentang rumahdan jendela yang membuka ke sawah.
BURUNG GEREJA
Seratus ribu burung gereja turun ke halaman rumah yang kosongBeberapa berkumpul di pucuk pohon plum, bercakap dengan langit malam yang terang, Sisanya berterbangan ke sana ke mari, bising menusuk ulu hati,Tiba-tiba semua mengepak pergi, dan sekarang tinggal sepi: tak ada suara sama sekali. Yang Wan-Li, dari versi David Hinton di The New Directions Anthology ofContinue reading “BURUNG GEREJA”
(Tak Berjudul)
Mendengar langkah orang di luar, Aku berpikir, Mungkinkah dia? Sementara awan bergerak Menutupi bulan purnama. Putri Murasaki Shikibu, diterjemahkan dari versi bahasa Inggris Kenneth Rexroth di One Hundred Poems From the Japanese, New Directions, 1955, hlm. 56.
(Tak Berjudul)
Setelah turun dari kuda, untuk menjabat tanganmu, Aku bertanya, “Mau ke mana?” Kau menjawab, “Pulang bertapa ke Gunung Selatan.” Aku tak berkata apa-apa, Hanya mendongak, awan putih berarak di kejauhan. Wang Wei, dari versi William Carlos Williams di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 70. Terjemahan oleh Mikael Johani.
SUNGAI SALJU
Seribu gunung: tanpa burung-burung.Sepuluh ribu jalan setapak: telah hilang semua jejak. Dengan sebuah sampan yang kesepian, mantel hujan dan topi jerami,seorang lelaki tua memancing di dingin sungai salju. Liu Tsung-Yüan, diterjemahkan oleh Is Mujiarso, dari versi David Hinton di The New Directions Anthology of Classical Chinese Poetry, New Directions, 2003, hlm. 139.
Ya Ya Ya
“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)
When I Travel
You unravel.
Ya Ya Ya
“Kisah ini sudah diceritakan berkali-kali,” katamu sambil mengikis ranting dengan bilah belati. “Mungkin, penderitaan di mana-mana memang sama saja.” (Dan aku berpikir tentang kulit yang matang bukan oleh matahari dan bapak tua di buritan kapal karatan. Kau yang berteduh di bayang jangkar.)