Cold unregisteredon the thermometer The city only wet The wind along the riverdrives us away, yet we stay there. As though the drizzle vanishesand the light swims playing with colour God, why can we behappy? – Jennifer Lindsay’s version of Goenawan Mohamad’s ‘Dingin Tak Tercatat’, pilfered from Linus Suryadi AG, Di Balik Sejumlah Nama, p.Continue reading “COLD UNREGISTERED”
Author Archives: mikaeljohani
SESUATU HINDIA BELANDA
Lihat, atau ingatBurung hitam meronda Cagak anim bertanda“Ctulhu, die, die!”
dan odysseus pun tak perlu menyumpal kupingnya
dalam remang lampu merah asia afrika,menuju rumah, seorang pengemis perempuan tuamenyanyikan lagu tanpa suara. fafafa, fafafa, fafafa. kelihatannya. dari dalam taksi, mulut, tamborin, dunia, bisu semua.
α+ß₁D+ß₂D²+γX+δ₁w+δ₂w²+δ₃log y=
There’s a birdand a tree.
What should it be; the body of dew, wholly at the mercy of wind?
“mana pula yang lebih nyata, berjalan merunduk karena angin kencang, atau gemerlapan lampu di Amsterdam” Pada pilihan itu aku tambahkan pohon-pohon ramping pipih dan beton baru putih seperti salju Kamegayega-Yatsu Pupur tebal terlalu tebal di pipimu O Hitomaru Tetes air mata tak mencetak jejak di lengan kimonomu Warna musim semi pilihan Shogun purba. Setitik nodaContinue reading “What should it be; the body of dew, wholly at the mercy of wind?”
Goodbye Electric
Everywhere the effete! Nowhere the electric!(When are people going to wake up?)
Odometer
Menghitung kilometerdi antara kita. Malam ini kau seperti bintang:Kau di mataku adalah kauberjuta tahun yang lalu. Malam ini kita berdua pengelana yang tak mungkin bersama. Tapi lihatlah, betapa jauh kita telah melangkah. Jaya Savige, Latecomers, University of Queensland Press, St Lucia, 2005, hlm. 7.
william it was really something
william it was really nothing william it really was nothing william it was nothing really william really it was nothing william was it really nothing william really was it nothing
william it was really something
william it was really nothing william it really was nothing william it was nothing really william really it was nothing william was it really nothing william really was it nothing
Baby, you’re gonna miss that plane.
I know. Dan banyak orang tak melihat ia meraba cincin kawin dengan ujung ibu jari. Di luar jalan batu menunggu. Katedral beku. Orang berbicara dengan tangan dan mulut bisu, Mademoiselle telah mencat lagi palang merah Le Café Pure. Waktu itu kau berkata, tak mungkin arus Seine berbalik arah. Seperti cinta mereka? Ya. Tapi aku hanyaContinue reading “Baby, you’re gonna miss that plane.”