kepal terbang

dia ingin sedih seperti lorrie. tetap menebar canda dan membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal biar sebuah pemakaman sedang berlangsung di dadanya. you’re funny. aren’t i just. sambil mengerlingkan mata dan menuangkan lagi sesekop tanah ke atas peti yang mengkilat di bawah. tapi dia, dia hanya menggantungkan satu lagi t-shirt hitam basah di ujung-ujung bulu matanyaContinue reading “kepal terbang”

Seandainya Lorrie dan Vollmann adalah dia dan dia

dia tidak tahu juga apakah dia masih iri dengan kehidupan yang lebih fun dan penuh dengan party. kadang-kadang dia berpikir, i’ve had all that. i’ve had it with all that. tapi kadang-kadang dia juga berpikir, dia baru 31 tahun dan dia sudah terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk takut. takut seperti ini. takut seperti waktu ituContinue reading “Seandainya Lorrie dan Vollmann adalah dia dan dia”

IN JAKARTA, DAAR IS PAS CULTUUR!

Pada suatu malam aku pergi ke Kota untuk menonton sebuah festival wayang. Di situ aku melihat bayang-bayang Inul dan pantatnya yang ngebor, diiringi dram TAMA, gitar YAMAHA, dan bas yang tak jelas mereknya apa. Blencong di situ telah dilistrikkan tapi apa daya PLN benci peristiwa budaya yang listriknya suka ngemplang, yang disubsidi pula dan sudahContinue reading “IN JAKARTA, DAAR IS PAS CULTUUR!”

Stadion utama hidup ini

soal tak mau apa apa itu pastinya tidak seluruhnya benar. mereka ingin sedikit lebih bahagia. seperti menonton tv dan ingin receptionnya sedikit saja lebih jelas lagi, seperti ingin channelnya nambah ya paling tidak RAI-lah, atau seperti ingin serabi yang plain saja tapi diterbangkan dari solo pagi ini. atau seperti ia ingin menulis seperti lorrie danContinue reading “Stadion utama hidup ini”

What you want to do you want to dowanttodofineinene

kadang ada siang waktu moodnya tak lagi lorrie maupun vollmann. maupun lorrie vollmann. hanya lagu kawinan, kipas kayu yang berbau menyan. tentu saja tak bisa mengusir panas di pantat yang berkeringat dari jarik yang terlalu ketat. dan selalu selalu selalu kalau melankolia ini sudah sedemikian parahnya dia membayangkan kawinan itu adalah kawinannya, dengan seorang sahabatContinue reading “What you want to do you want to dowanttodofineinene”

kritisisme sinisisme

halo melissa, kalau memang topik artikelmu “those who can’t, teach” yah mungkin seharusnya jawaban gue tadi adalah justru itu masalahnya, banyak kritikus film Indonesia (bukan sinemaindonesia!) yang menggunakan tempat yang disediakan untuk mereka untuk itu tadi “teach”, benar2 menggurui. di review leila s. chudori tentang banyu biru di tempo misalnya, dia panjang lebar menjelaskan sejarahContinue reading “kritisisme sinisisme”

O, Y Control

Tiba-tiba aku ingin menulis tentang Banda Aceh. Tentang debu yang beterbangan, kantong plastik dingin berisi ikan, dan muadzin yang bertengkar di jalanan. Who can control what you think, man? Tentang tiga jam di kedai kopi yang berisi pria-pria tua bersafari, seorang backpacker lokal yang ragu-ragu mencomot roti kaya dari piring plastik, dan pasangan yang menjagaContinue reading “O, Y Control”