You and I are a gang of losers

di limewire aku download the dears. all albums. seperti rekomendasimu. atau sebenarnya, seperti sekilas seperti kudengar kau katakan di antara bising mr brightside dan celotehan teman2mu di sekitar kita, kau suka mereka. kau tidak pernah menyuruhku melakukan apa2. kau adalah sesuatu yang baru dalam hidupku. dan aku selalu ingin tahu segalanya tentang hal2 baru dalam hidupku. band favorit, pengarang favorit, before sunset: jenius atau narsisistik? aku senang denganmu. dan aku ingin besok kamu sudah jadi teman lamaku. atau mungkin aku belum senang, hanya bosan. atau takut, menyadari mungkin dunia masih penuh orang2 seperti kamu. dan tak akan ada cukup waktu untuk menjadi teman kalian semua. tapi sudahlah, semua ini terlalu sentimentil. okelah, aku akui, aku pulang ke rumah sambil menangis di dalam taksi, membayangkan memelukmu dari belakang di tempat tidur berseprei biru, rambut kita berantakan dari bercinta tadi malam, dan kau terbangun dan membalik badan balas memelukku dan dengan mata masih tertutup kau membisikkan, ‘narsisistik. dan aku benci paris.’ hm. dan tentu saja aku membayangkan, you dalam you and i are a gang of losers itu adalah kamu, dan i adalah aku. as if that wasn’t so obvious already.

ETTA TU TOBA

dari Tabo Toba kita berjalan menuju Tuk Tuk

melewati jalan batu dan rumpun perdu

sinar beku bulan baru

dari Tabo Toba kita berjalan

tanpa doa tanpa petunjuk

papan nama luntur menunjukkan arah ke sebuah disko

300 m naik ke atas bukit yang dipenuhi salak anjing kampung

300 m yang kita jalani dengan hati yang cembung

300 m naik ke atas bukit yang terasa seperti turun

sampai di tujuan kita jumpai dua Honda Legenda, tirai yang berbau jamur,

dua pelacur yang berusaha keras menaklukkan kekosongan kursi-kursi rotan, dan debu di meja bar.

musik house megamix yang bercampur aneh dengan gondang di hatiku.

kita melanjutkan perjalanan dengan sinar senter Nokia-mu dan tanganku yang memegang erat-erat

tuak sebotol Aqua besar yang berguncang-guncang seperti mengerti badai di dada kita berdua.

dari Tabo Toba kita telah berjalan

dari Tabo Toba kita masih berjalan

penuh dosa

dan rasa takluk.



Birthday letters #4 (The Blue Flannel Suit #2)

21 years ago I saw my dead grandmother, naked & lying on her right side where the cancer started. That was the second time I saw her pubic hair. The first time was when I was five. Old men were trying to wrap her pale stomach in white silk. They struggled with the unexpected heaviness of her corpse. She was three hours dead and already, I had to say goodbye. Too young to understand, too old to cry. The only thing I could do, was turn the mildewed Koran tapes over on the silver Sony on top of the breakfast table.

Birthday letters #3 (The Blue Flannel Suit)

I saw my dead grandmother, naked
xxxlying on her side
xxxxxxwhere the cancer
started.
xxxOld men
xxxxxx
wrapped her pale stomach
in white silk.
xxxThey struggled
xxxxxxwith the unexpected heaviness
of her corpse.
xxxShe was three hours dead
xxxxxxand already
I had to say goodbye.
xxxToo young to understand
xxxxxxtoo old to cry.
The only thing
xxxI could do
xxxxxxxwas turn
mildewed Koran tapes
xxxover
xxxxxxon the silver Toshiba.