so he saw the tower in a city i remember as agreen parkbench, exploding white stars of seagulls’s droppings and a big brownriver slugging its way through the green green grass shining from thesun like a lazy, mythically-sized snake. and i saw it in a ruko complex overcrowded with shiatsu massageparlours, korean corner stores andContinue reading “at this tower of babel everyone speaks the same language”
Author Archives: mikaeljohani
decompose blog entry
it’s an old day in a new year. the sky’s still blue and the clouds will steal the blueness later. still. when the sky’s not looking. then the top of my head will be grey. i will be su tung-p’o and scratch all my memories away. and i just cut my nails last nite soContinue reading “decompose blog entry”
Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.
Pagi ini (4 Desember 2007) saya bangun dan keluar kamar, buka pintu rumah mencari koran langganan dan di tumpukan paling atas kali ini koran Seputar Indonesia, tajuk utamanya “27 Piala Citra Dikembalikan.” Saya tidak terkejut, kemarin sore Mumu Aloha, kritikus film yang ulasannya sering dimuat di layarperak.com dan mumualoha.blogspot.com mengundang saya, “Mik, jam tiga nantiContinue reading “Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.”
DARAH
Aku tidak tahu ternyata begitu banyak darah dalam tubuh manusia sampai waktu itu anakku bunuh diri dengan pisau dapur mengiris tubuhnya di sana sini memotong nadi di pergelangan tangannya kemudian berbaring di bak mandi dan akhirnya mati. Air naik sampai ke lehernya begitulah aku menemukannya, begitu. Seandainya dia berubah pikiran sejenak bayangkanlah. Lantai itu berkarpetContinue reading “DARAH”
Malam Cahaya Bulan
Malam ini istriku harus melihat sendiribulan bulat penuh di atas Fu-zhou.Sedih teringat anak-anakku di kampungterlalu muda untuk mengerti perpisahan ini, terlalu muda untuk mengenang kehidupan kami di Chang’an.Dalam wangi kabut, gerai rambutnya menyusutdalam bening cahaya bulan, lengannya putih membekuKapan kita bersanding lagi di depan jendela terbukasaat cahaya bulan menyerap kilau airmata kita? Du Fu atauContinue reading “Malam Cahaya Bulan”
(Tak Berjudul)
Kau bertanya mengapa aku berumah di gunung hijau;aku tersenyum dan tak menjawab, jiwaku bebas seperti bunga persik yang hanyut entah ke manaaku punya duniaku sendiri, terpisah dari keramaian Li Bai atau Li Po atau Li Tai-Po, terjemahan Is Mujiarso dari versi Inggris tanpa judul dalam http://www.chinapage.org/poetry9.html
Hatiku Seperti Bulan Musim Gugur
Jalan setapak ke Gunung Es menyesatkanKanan-kiri Sungai Es berpagar belukarBurung-burung terus berkicauAku tak mendengar suara manusiaHembusan angin menampar wajahkuHujan salju mengurungkuDari hari ke hari tak ada matahariTahun demi tahun tak ada musim semi Han Shan (Gunung Es), terjemahan Is Mujiarso dari versi Bahasa Inggris My Heart is Like Autumn Moon oleh Red Pine dalam http://www.chinapage.org/poetry9.html
Pagi 6
seorang pengamen terjerembab di lorong baja seruling sundanya pecah jadi dua di sampingnya gadis bergaun bunga membenarkan sehelai rambut di poninya
Colours
The jailhouse stripes of the deadlyAides aygepti. TO KAKON KALON.
(tak berjudul)
malam malam malam Aram Saroyan, An Anthology of New York Poets, Vintage Books, New York, 1970, hal. 439. Terjemahan oleh Is Mujiarso.