makmal bah!

correspondances

instalasi abbas kiarostami & victor erice 

dilihat di: centre pompidou, paris, late 2007

dulu waktu kecil gue bisa ingat nama personil band favorit gue.

sampai sekarang pun gue masih ingat. coba, poison: rikki rockett, bret michaels, c.c. deville, bobby dall.

baru aja gue cek ke wikipedia bahkan spelling rikki rockett gue pun gak ada salahnya.

atau kalau gak gitu, gue juga hapal nama aktor film favorit gue, sutradaranya siapa, penulis skenarionya.

ah udahlah, preamble ini kelamaan.

poin gue, sekarang gue suka the shins misalnya, but fuck knows if i can mention the name of even one of their members.

atau gue suka banget film kiarostami yang tentang cowok yang menyamar jadi makmalbaf yang waktu itu gue tonton di subtitles dengan volume kegedean, tapi sampai sekarang pun gue gak inget itu film judulnya apa.

ya, vero, gue tahu lu tahu.

poin gue satu lagi, gue gak tahu apakah ini berarti gue sekarang sudah tak sefanatik dulu lagi atau sel-sel otak gue sudah banyak yg hilang tergelontor bir, baks, iprits, coke, shabu, hasish, acid, dll, gue udah gak inget lagi.

jadi waktu ngelihat di centre pompidou ada eksebisi “correspondances” antara kiarostami dan victor erice, gue gak yakin apakah gue sebenarnya pengen lihat.

takutnya, ini sekali lagi contoh seniman kemaruk melakukan diversifikasi usaha. films? why not installation arts?

tapi ini juga kelamaan, menulis tentang sesuatu dengan sok2 skeptis tapi udah jelas banget akhirnya gue bakal bilang gue seneng banget dengan sesuatu itu.

ya memang, gue suka banget dengan eksebisi ini. habis, emang bagus sih.

mengikuti sens de la visite-nya kita akan melihat bagian kiarostami dulu.

pertama, satu screen dibagi dua, dua-duanya film dokumenter lama yang dulu sering dia bikin untuk pekerjaannya sebagai apa gue lupa. sebelum dia meledak jadi sutradara persia favorit eropa. tapi mirip-miriplah gambar dan gayanya dengan scene pengadilan di film tentang makmalbaf itu.

cinema vérité? veritably boring.

(pas court scene itu gue juga ketiduran, padahal bantal subtitles kan banyak yg bau.)

kemudian habis itu footage dua orang di kasur, cowok cewek, berselimut putih, sprei putih, yang diproyeksikan ke lantai hitam. dekornya semuanya hitam by the way, dindingnya, langit-langitnya juga. cowok cewek ini lagi tidur. real time. ada keterangan instalasi video ini 90 menit panjangnya. mungkin 85 menit lagi mereka akan tung-tung doggy style, tapi place de clichy juga cuma 10 menit dari sini.

lanjut. habis itu satu seri foto-foto tentang iran yang lagi bersalju. biasa aja. indah sih. tapi agak-agak fotografer.net-ish. geometris banget.

habis itu, wow. ini dia baru. satu seri foto-foto yang dari jauh keliatannya seperti ceprotan warna-warna buram saja, tapi dari dekat ternyata foto-foto yang dia ambil dari dalam mobil dengan kaca tertutup pas hujan (dan wipernya gak dinyalain kalau fotonya diambil dari balik windshield).

they were fucking beautiful.

kadang-kadang gue merasa penasaran pengen tahu bayangan di balik bulir-bulir air hujan itu apa, tapi kemudian tiba-tiba sadar selama itu gue sebenarnya sedang terpukau dengan bulir-bulir air hujan itu sendiri.

atau gue sedang menikmati pola-pola yang dibuat air hujan itu di kaca mobilnya (tahu kan suka ada air yang meluncur turun dari atap mobil? jadi kelihatan seperti kanal di bulan), kemudian tiba-tiba dikejutkan oleh bola merah yang warnanya ngejreng banget, yang ternyata lampu merah.

akhirnya gue gak tahu lagi setiap kali gue melihat foto-foto itu sebenarnya gue sedang melihat apa. jadinya melihat semua ini dari dekat lama-lama seperti melihat mereka dari jauh tadi. ceprotan warna-warna yg buram tapi indah. seperti kanvas-kanvas rothko di lantai bawah.

kemudian setelah itu, beneran, a real installation. namanya “kiarostami garden”, “jardin du kiarostami”, kaya gitulah. sebuah ruang berdinding cermin dengan karpet hijau dan pilar-pilar seukuran pohon pinus yang ditempeli wallpaper (barkpaper?) warna hijau pupus yg kalau dilihat dari jauh seperti korengan dan kalau dilihat dari dekat ternyata memang berpola kulit pohon. lengkap dengan beberapa grafiti victorinox. “yuval heart assaf”.

ada kursi metal warna hijau di situ. persis kaya di jardin du luxembourg. gue dudukin. menghadap ke dinding cermin. jadi kaya gini tampang gue kalau lagi kesepian dan gak punya temen.

“excusez-moi, monsieur.” bah, ternyata ini kursi kru tv5 yang lagi liputan di situ.

setelah itu, la pièce de resistance, les correspondances. yang ternyata sepuluh(an—gak inget lagi persisnya berapa) video letters yang saling mereka kirim selama tiga tahunan (atau lima, whatever, katanya juga korespondensi ini sebenarnya masih berlangsung sampai sekarang). sahabat mpeg. hahaha.

contoh: kiarostami mengirim video tentang buah pir yang ia petik dari kebunnya, terus dibuang ke sungai, terus selama 10(-an) menit kita menonton pir itu melaju di sungai yang arusnya lumayan deras itu, sampai hampir bosen, walaupun gue jadi bertanya-tanya gimana caranya dia bisa mengikuti pir yang memantul-mantul cepat di permukaan air itu? sampai akhirnya seorang gembala muncul mengambil pir itu, yang kemudian digigitnya, kemudian disodorkannya ke mulut salah satu kambingnya, dan kambing itu kelihatan senang, dan kambing yang lain datang, dan ikutan menggigit pir itu, dan mereka juga kelihatan senang, dan kambing-kambing yang lain datang lagi, dan akhirnya si gembala tertawa dan membiarkan pirnya direbut kambing-kambingnya yang kesenangan.

kemudian kamera pans out memperlihatkan gembala itu berjalan meninggalkan kerumunan kambingnya yang lagi berebutan buah pir dan jalan aspal di kejauhan. ada sebuah mobil di jalan itu. karena dilihat dari jauh, mobil itu kelihatannya berjalan begitu pelan. semuanya berwarna coklat, coklat, coklat.

waktu si gembala itu tertawa dan kambing-kambingnya kesenangan gue juga ikut tertawa, padahal rasanya seperti ada seember air asin yang nyangkut di dada, tenggorokan, dan di sekitar mata.

dan jawaban erice adalah: memperkenalkan seorang gembala dan biri-birinya di country spanyol, yang coklat juga tapi lebih tak berumput, mengikutinya menggembala beberapa saat (nggak real time) kemudian kelihatannya gembala itu lagi bersender di pohon untuk makan siang tapi ternyata dia lagi menonton video kiarostami tadi di video ipod yang diberikan erice (pastinya, karena selama ini si gembala berbicara langsung dengan si erice di belakang kamera).

“ah, dia gembala yang baik, gembala yang baik,” kata gembala spanyol itu di akhir video.

“kamu tahu nggak itu di mana?” tanya erice.

“nggak.”

“iran.”

“____?” (nama tempat yang berima dengan iran tapi kelihatannya mungkin pasti nama sebuah desa di spanyol. obvious, karena gue yakin penonton yang lain juga gak tahu ____ itu di mana, tapi semuanya tertawa.)

(cheap shot, eh?)

(why didn’t he stop at “gembala yang baik”?)

begitulah seterusnya. erice melucu, dan kiarostami lucu tanpa berusaha melucu. dan membuat trenyuh tanpa gue tahu bagaimana tadi caranya.

setelah itu gue juga menonton film setengah panjang erice, hitam putih, yang tentang sekeluarga petani di sebuah desa spanyol. ada bayi lahir, anak-anak yang bermain di ayunan dengan kaki telanjang, dan bapak-bapak bermuka keras yang membabat rumput dengan sabit ayun besar. rasanya seperti sewaktu-waktu sabit ayun itu akan membabat kaki-kaki telanjang anak-anak itu.

juga ada penjelasan di dinding bahwa kiarostami dan erice dua-duanya menganggap masa kanak-kanak sebagai masa terpenting dalam hidup dan sebaiknya kita semua kembali ke situ.

mungkin kalau gue bisa kembali ke situ juga gue bakal bisa inget akhirnya apa judul film kiarostami yang beneran ada makmalbafnya di endingnya yg menerenyuhkan itu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s