unofficial verse culture

kamu suka slayer

saya suka anthrax

kata temanku.

lilitkan petai

di lehermu dong

kalau begitu.

tunggu aku beli

bakpia dulu

rasa paru-paru.

atau rasa pura-pura

18 ribu

harga biasa.

kota ini lambat sekali

rasanya seperti terbang

di dasar toba. penuh ganggang.

telur putih

atau telur soklat

aku tidur dulu. deh dong nek.

candi-candi

penuh kenti

sate kelinci.

rasanya seperti ayam

dagingnya putih

memang ayam.

sembahlah kenti batu

dengan serius

tanpa ragu.

minta kesuburan

dan ketegangan

organ vital. selamanya.

paling tidak semalam

deh dong nek

cukup waktu.

waktu tak pernah cukup

punggung selalu panas

di taksaka.

mari ganti argo dwipangga

dengarkan saut

menggila.

the orcs are ready to strike

sauron!,

chop the elves’ pointy ears!

jadikan lauk nasi campur

di samping gohyong

dan panggang cina.

lebih banyak lemak

tak ada sangsang

sup gratis lumayan nendang.

endang

seperti babaganouj

di satoo.

atau sampi

di trio

dengan saos cocol kacang.

tidak ada puisi

dalam perjalanan pulang

ke haribaan malam.

dua pot ilalang

di bawah jendela bar

tiga botol bir.

lempar saja keluar

sambit bulan

jadikan sabit. selamanya.

Advertisements

5 thoughts on “unofficial verse culture

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s