william it was really nothing william it really was nothing william it was nothing really william really it was nothing william was it really nothing william really was it nothing
Category Archives: Uncategorized
william it was really something
william it was really nothing william it really was nothing william it was nothing really william really it was nothing william was it really nothing william really was it nothing
Baby, you’re gonna miss that plane.
I know. Dan banyak orang tak melihat ia meraba cincin kawin dengan ujung ibu jari. Di luar jalan batu menunggu. Katedral beku. Orang berbicara dengan tangan dan mulut bisu, Mademoiselle telah mencat lagi palang merah Le Café Pure. Waktu itu kau berkata, tak mungkin arus Seine berbalik arah. Seperti cinta mereka? Ya. Tapi aku hanyaContinue reading “Baby, you’re gonna miss that plane.”
JAKARTA OVERSLUT
20.30. Difilm-film Usmar Ismail orang menyebutnya Metropole. Membeli tiket seringgit daricalo pelit di ujung tangga. Yang sekarang bertegel merah bata. Karcis kertasminyak kuning tanpa judul. Nomor kursi ditulis tangan, hampir tak terbaca. Pintu teater 6telah dibuka. Masuklah kami ke teater 4. Rol film terbakardi layar. Lihat lantainya, bagaimana bisa sekotor itu?Continue reading “JAKARTA OVERSLUT”
LINNER KILES
“you don’t have the decency to change the sheets” “walau kamu / tak semancung / gunung-gunung di belahan bumi pertiwi” “i know it isn’t real love / that you see in her eyes / ’cause she’s never / met a man she didn’t like” “i’m tired of living like an eskimo!” “just before our loveContinue reading “LINNER KILES”
el nyinyo
Awan pecah dan matahari memeras darah. Pojok kota bergerak menuju pasak: Sebuah mal biru dan rendevu orang-orang bisu.
W.
di pulau itu langit tidak biru dan matahari adalah cahaya lambat di pucuk karang. warna yang tersisa hanya oranye rompi penyelamat dan jambon tripang di pasir pucat. terumbu pun terbelah dua dan dermaga terserak bersama kaleng coca-cola. di sumur hangat kau kail air putih tuak dengan ember hitam dan seutas tambang. angin diam bakau sepertiContinue reading “W.”
at this tower of babel everyone speaks the same language
so he saw the tower in a city i remember as agreen parkbench, exploding white stars of seagulls’s droppings and a big brownriver slugging its way through the green green grass shining from thesun like a lazy, mythically-sized snake. and i saw it in a ruko complex overcrowded with shiatsu massageparlours, korean corner stores andContinue reading “at this tower of babel everyone speaks the same language”
decompose blog entry
it’s an old day in a new year. the sky’s still blue and the clouds will steal the blueness later. still. when the sky’s not looking. then the top of my head will be grey. i will be su tung-p’o and scratch all my memories away. and i just cut my nails last nite soContinue reading “decompose blog entry”
Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.
Pagi ini (4 Desember 2007) saya bangun dan keluar kamar, buka pintu rumah mencari koran langganan dan di tumpukan paling atas kali ini koran Seputar Indonesia, tajuk utamanya “27 Piala Citra Dikembalikan.” Saya tidak terkejut, kemarin sore Mumu Aloha, kritikus film yang ulasannya sering dimuat di layarperak.com dan mumualoha.blogspot.com mengundang saya, “Mik, jam tiga nantiContinue reading “Riri Riza mengembalikan Piala Citranya? About fuckin’ time.”