aku akan memperlambat waktu sehingga satu ditambah satu sama dengan satu sehingga bulu bulu halus di lenganmu
Category Archives: Poetry
LAPIN
perempuan separuh kelinci, separuh nafsu menolak ajakan makan siangku aku harus segera ke sabana, katanya seorang raksasa t’lah menantiku di sana ia sedang membangun istana aku ingin membuat gaun dari tirai tirainya
mulk
I want a kind of plain-ness Your faint, pale moustache A cotton shirt Turbaned around your head I want partying And the careful gesticulation of mad-ness
pemancar
marilah berbagi intertekstualiti. mari main rock paper scissors dengan oulipoem oulipoemmu. apakah kamu bahagia pernah memeriksa the state of public laundries di rue vilin? apakah perasaanmu saat melihat stiker air gabon di jendela hamam hamam yang tak berpintu? marilah berbagi hati instead. di manakah penjaringan? di manakah muara angke? di manakah tinja tinja yang mengambangContinue reading “pemancar”
taking back what is ours
kehidupanku bukan deleuze bukan pula lavish travels in hyperreality kehidupanku hanya supradit yang menantang takdir di sela-sela bemper vios dan mata yang berair di depan monitor kantor
essai du monde
getting up in the freezing cold morning frost on the grass in the backyard at tante ana’s trying to understand macbeth i liked how lady macbeth was fucking hot in the polanski version
nicarahua
reenacting familiar scenes (from a home video) we traced the map of nicaragua to help us trace our possible futures the dead ends taking in all the cold and humiliation we’re on a different plane i’m tracing lines in the sand you’re rebuilding imagination out of vectors
bahasa atap yang runtuh*
*i’ve found that if you change the order of the nouns or group of nouns in an afrizal malna poem, not only will you end up with a still totally comprehensible poem, you’ll have in your hand a still totally comprehensible afrizal poem! compare the scramble immediately below with the original after it: sapi-sapiContinue reading “bahasa atap yang runtuh*”
le petit chaban
le petit chaban 176 ribu bolehlah di cawanku cukup untuk mengeringkan hati yang lembab di jakarta masihkah ada gadis yang hanya lucu? kalau kucipikumu akankah kau cipikaku? sudah seribu kali aku menonton dvd bajakan casablanca bagaimana kalau bogart berbeskap jawa? rexona 24 hour protection di keteknya rub it again, sam rumah orang indo di denContinue reading “le petit chaban”
ante scriptum
—terdampar lagi di kamar ini wallpaper motif trellis mengelupas di sana sini dua lampu sorot tepat di atas kepala lubang angin berbentuk hati layang layang tanpa ekor di langit sana —langit di sini selalu biru Pantone 292 —bukan misteri juga sebenarnya seandainya aku bisa mencegah menciumnya di pojok bar gelap dan seminggu kemudian bilang yaContinue reading “ante scriptum”