Diayun deru angin embun putih di pucuk-pucuk rumput musim gugur lepasbagai mutiara dari tali kalungnya. Keterak angin, bun putihing pasuketan mangsa ketigasumyur kadya pedhoting kalung. Bunya No Asayasu, dari versi Inggris Kenneth Rexroth di One Hundred Poems from the Japanese, New Directions, 1955, hal. 13. Terjemahan bahasa Indonesia oleh Mikael Johani, basa Jawa oleh IsContinue reading “(Tak Berjudul)”
Category Archives: Uncategorized
Ts’ai Chi’h
Kelopak-kelopak melayang jatuh,Oranye daun-daun mawar,Kilaunya memeluk licin batu. Versi Ezra Pound dari Lustra, 1913, diambil dari Ezra Pound: Poems and Translations, The Library of America, 2003, hal. 286. Diterjemahkan oleh Mikael Johani dan Is Mujiarso.
(Tak Berjudul)
Menyisir garis pantaiDi Tago aku memandangSalju jatuh, putih silau,Tinggi di puncak Fuji. Yamabe No Akihito, diterjemahkan dari terjemahan bahasa Inggris Kenneth Rexroth oleh Is Mujiarso. Diambil dari One Hundred Poems from the Japanese, New Directions, 1955, hal. 1.
Puisi Porno
Tujuh perwiraKuba dalampengasinganmengerubutiku semalaman.Tipe Spanyolan,tinggi,licin,ramping,hitam mengkilatberototbodinyarambutseperti arang basahdi atas kepaladan sela selangkangan.Aku tak bisa menghitunglagi berapa kaliaku disetubuhimerekadan bagaimana sajaposisinya.Sekalimereka berdirimengelilingimelingkarikudan aku harusmerangkakdari satu selangkanganke selangkangan lainmengisapsatu-satu penis merekasampai berdiri.Setelahtujuh-tujuhnyaberdiri semuaaku bergidikmendongakpada penis-penis tegang ituperbedaan panjangnyadiameternyadan aku tahusatu demi satu mereka semua akan masukke lubang pantatku.Merekasemuakeluar paling tidak duabeberapa tiga kali.Sekali mereka mendorongkuberlutut di kasur,satuContinue reading “Puisi Porno”
sentimentality is the evillest luxury
she wishes nothing will make her angry anymore. she hates that lump in the throat that shoots pain both down to her heart and up into her eyes. the lump is a water pistol, it squirts tears into her eyes and sadness into her heart. she knows it’s ridiculous to see her anger in theseContinue reading “sentimentality is the evillest luxury”