Puisi Porno

Tujuh perwira
Kuba dalam
pengasingan
mengerubutiku
semalaman.
Tipe Spanyolan,
tinggi,
licin,
ramping,
hitam mengkilat
berotot
bodinya
rambut
seperti arang
basah
di atas kepala
dan sela selangkangan.
Aku tak bisa menghitung
lagi berapa kali
aku disetubuhi
mereka
dan bagaimana saja
posisinya.
Sekali
mereka berdiri
mengelilingi
melingkariku
dan aku harus
merangkak
dari satu selangkangan
ke selangkangan lain
mengisap
satu-satu
penis mereka
sampai berdiri.
Setelah
tujuh-tujuhnya
berdiri semua
aku bergidik
mendongak
pada penis-penis tegang itu
perbedaan panjangnya
diameternya
dan aku tahu
satu demi satu
mereka semua akan
masuk
ke lubang pantatku.
Mereka
semua
keluar paling tidak
dua
beberapa tiga kali.
Sekali mereka mendorongku
berlutut di kasur,
satu memasukiku
dari belakang,
satu di mulut,
sementara aku mengocok
satu
dengan tiap tanganku
dan dua
yang lain
menggosok
burung mereka
di kaki telanjangku
menunggu
giliran mereka
masuk
ke tubuhku.
Waktu aku pikir
semua sudah menyerah
dua dari mereka
bergabung
dan menyetubuhiku
bersamaan.
Posisi-posisi
yang kita pakai
memang gila
tapi dengan dua
penis Kuba
besar gemuk
di pantatku
bersamaan
aku tahu aku
di surga.

John Giorno, dari An Anthology of New York Poets, Vintage Books, 1970 (bekas milik Subagio Sastrowardojo, frontispiecenya ditandatangani 1/6/75), hal. 254-256.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s