What you want to do you want to dowanttodofineinene

kadang ada siang waktu moodnya tak lagi lorrie maupun vollmann. maupun lorrie vollmann. hanya lagu kawinan, kipas kayu yang berbau menyan. tentu saja tak bisa mengusir panas di pantat yang berkeringat dari jarik yang terlalu ketat. dan selalu selalu selalu kalau melankolia ini sudah sedemikian parahnya dia membayangkan kawinan itu adalah kawinannya, dengan seorang sahabatContinue reading “What you want to do you want to dowanttodofineinene”

O, Y Control

Tiba-tiba aku ingin menulis tentang Banda Aceh. Tentang debu yang beterbangan, kantong plastik dingin berisi ikan, dan muadzin yang bertengkar di jalanan. Who can control what you think, man? Tentang tiga jam di kedai kopi yang berisi pria-pria tua bersafari, seorang backpacker lokal yang ragu-ragu mencomot roti kaya dari piring plastik, dan pasangan yang menjagaContinue reading “O, Y Control”

Why was Energy so listless, Jim?

“Tekun download dan CD-RRuang sempit tiga kali empatLorong kelas di kala malam” “Tanpa house music hey na na naBukan break beat fa fa fa fa” “Hanya Aku, musik dan lantaiKita pun bergembira [pertimbangkan kembali, siapa ‘kita’?]Sumpah gembira Pestapora Pestapora [pertimbangkan lagi, siapa sekarang berpestapora?]Dan kau tak diundangTak diundang” “Suasana disana meriahDengan dj, musik berdansaPengeras suaraKudapatiContinue reading “Why was Energy so listless, Jim?”

Man in His Off Hours

(dan ini terjadi 33 menit sebelum aku membaca Anne Carson’s Men in the Off Hours di pojok Picture Books, Kinokuniya On Five) “please do not unwrap books seek assistance from our staff” the staff thin waifish girls in unstable pumps tapi ingat ini terjadi 33 menit kemudian. sebelum itu setelah mendengar kondektur mendongeng tentang sore:Continue reading “Man in His Off Hours”