ilir-ilir live undead

setahun sebelum bapak saya meninggal (dua minggu yang lalu, hence the lack of posting) ia memesan salah satu temannya, pengamen di bus bianglala nomor 44 jurusan cileduk-senen, untuk menyanyikan lagu ilir-ilir saat ia nanti menghadapi sakratul maut.

tapi teman ini ternyata cengeng sekali dan menolak masuk ke kamar ICU bahkan sebelum bapak saya mulai kritis.

untung, ternyata bapak saya pernah mendownload lagu itu ke itunesnya dan secara tidak sengaja ikut terupdate ke ipod saya. jadilah, selama sejam terakhir sebelum bapak saya meninggal saya pasang lagu itu on continuous repeat di telinga kanannya (di sekitar telinga kirinya terlalu ribet dengan selang-selang mesin CCVH yang memompa darah langsung dari jantungnya karena ginjalnya sudah berhenti berfungsi).

saya orang jawa dan setengah hapal lirik lagu itu, tapi saya tidak pernah tahu artinya apa. seorang bude menjelaskan beberapa malam setelah bapak saya meninggal, setelah ia dan adik-adiknya termasuk ibu saya bersama-sama secara spontan menyanyikan lagu itu setelah teman bapak saya yang tadi sekali lagi gagal menyanyikan lagu itu setelah saya minta karena malah menangis tersedu-sedu.

ternyata arti lagu itu kira-kira begini (saya ambil dari sini, karena saya terlalu malas menulis kembali penjelasan bude saya):

Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar

Bait di atas di atas secara harafiah menggambarkan hamparan tanaman
padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupan angin yang
menggoyangkannya dengan lembut. Tingkat ke-muda-an itu dipersamakan
pula dengan pengantin baru. Jadi ini adalah penggambaran usia muda
yang penuh harapan, penuh potensi, dan siap untuk berkarya.

Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro

Anak gembala,
panjatlah [ambillah] buah belimbing itu [dari pohonnya].
Panjatlah meskipun licin,
karena buah itu berguna untuk membersihkan pakaianmu.

Buah belimbing yang seringkali bergigir lima itu melambangkan lima
rukun Islam; dan sari-pati buah itu berguna untuk membersihkan
perilaku dan sikap mental kita. Ini harus kita upayakan betapapun
licinnya pohon itu, betapapun sulitnya hambatan yang kita hadapi.

Anak gembala dapat diartikan sebagai anak remaja yang masih polos
dan masih dalam tahap awal dari perkembangan spiritualnya. Konotasi
inilah yang sering muncul seketika bila orang Jawa menyebut ‘bocah
angon’.

Namun pengertiannya dapat pula ditingkatkan menjadi
pemimpin, baik pemimpin keluarga, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin
formal dalam berbagai tingkatan.

Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore

Pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya.
Jahitlah dan rapikan agar pantas dikenakan untuk “menghadap” nanti
sore.

“Sebo” adalah istilah yang dipergunakan untuk perbuatan ‘sowan’
atau menghadap raja atau pembesar lain di lingkungan kerajaan.

Makna pakaian adalah perilaku atau sikap mental kita.
Menghadap bermakna menghadap Allah.
Nanti sore melambangkan waktu senja dalam kehidupan, menjelang
kematian kita.

Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane

Manfaatkan terang cahaya yang ada, jangan tunggu sampai kegelapan
tiba. Manfaatkan keluasan kesempatan yang ada, jangan menunggu
sampai waktunya menjadi sempit bagi kita.

i just really like that line ‘pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya.’ and i wonder what the song would sound like if covered by say, slayer. would it be like:

Mumpung padhang rembulane

Solo King

mumpung jembar kalangane

Solo Hannemann

?

9 thoughts on “ilir-ilir live undead

  1. hai mike…turut berduka cita ya…biasanya gue jarang buka multiply lo…tapi kali ini ternyata ada berita duka. terlepas dari itu, i'd like to be released and die like that one day…dikelilingi orang2 yang kita kenal dan diiringi lagu yang mengingatkan kita pada akar dan semangat…bless him.

    Like

  2. hai.
    turut berduka cita jg ya. tadinya berasa canggung nulis belasungkawa utk org yg gak gw kenal, tp anyhoo. bokap gw jg baru meninggal november lalu, & gw masih belum kuat nulis ttg dia.

    Like

  3. lir-ilir yg versi emha ainun nadjib cukup menggetarkan. memang terlalu byk mitos yg menyelimuti lagu ini, salah satunya konon ini ciptaan sunan kalijogo, sementara sunan kalijogo sendiri pernah benar2 ada atau cuman dongeng jg msh terus diperdebatkan hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s